Jawa Timur Borong Empat Penghargaan di Hari Kearsipan Nasional Ke-55, Gubernur Khofifah: Arsip Fondasi Transformasi Digital
- Tim tvone - tim tvone
Untuk mendukung penguatan tata kelola, Pemprov Jawa Timur terus melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari implementasi digitalisasi arsip melalui aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) dan Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE), penguatan pembinaan terhadap perangkat daerah dan lembaga kearsipan kabupaten/kota, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia bidang kearsipan.
Upaya tersebut turut mengantarkan Pemprov Jawa Timur kembali mempertahankan predikat “AA” dalam hasil pengawasan kearsipan nasional yang dilakukan ANRI. Predikat tersebut merupakan nilai tertinggi dalam standar pengawasan kearsipan nasional.
Khofifah menilai keberhasilan mempertahankan predikat tertinggi secara konsisten menjadi bukti bahwa pengelolaan arsip di Jawa Timur dijalankan secara serius, profesional, dan berkelanjutan.
"Mempertahankan predikat terbaik tingkat nasional selama bertahun-tahun tentu bukan hal mudah. Ini lahir dari komitmen bersama, penguatan SDM kearsipan, serta inovasi yang terus dijaga secara konsisten," ungkapnya.
Sementara itu, penghargaan Memori Kolektif Bangsa diberikan atas keberhasilan pengusulan dan penyelamatan Khazanah Arsip Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) periode 1931 - 1995 hasil kolaborasi antara Pemprov Jawa Timur dan GKJW.
Khofifah menjelaskan bahwa arsip tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat penting karena tidak hanya merekam perjalanan kehidupan keagamaan, tetapi juga dinamika sosial masyarakat Jawa Timur sejak masa kolonial hingga pembangunan nasional.
"Arsip GKJW menjadi bagian penting dari jejak toleransi, akulturasi budaya, serta kontribusi masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pergerakan sosial," ucapnya.
Di akhir, Khofifah menyebut berbagai penghargaan yang diraih Jawa Timur menjadi momentum untuk terus memperkuat sinergi dan transformasi kearsipan sejalan dengan semangat Hari Kearsipan Nasional tahun ini, yakni “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045”.
"Penghargaan ini bukan akhir, tetapi pengingat bahwa kerja besar menjaga memori dan sejarah bangsa harus terus dilakukan bersama-sama. Kami berharap sinergi seluruh elemen masyarakat dalam penguatan kearsipan bisa terus diperkuat, karena dari arsip yang terjaga dengan baik itulah fondasi menuju Indonesia Emas 2045 dibangun," pungkasnya. (hen)
Load more