Kampusnya NU Kembangkan Unit Donor ASI Berbasis Syariah Pertama di Indonesia, Seperti Apa?
- tim tvOne
Surabaya, tvOnenews.com – Tingginya angka kelahiran prematur di Indonesia masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. Kondisi ini berisiko menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada bayi, mulai dari meningkatnya angka kesakitan hingga risiko kematian. Oleh karena itu, pemenuhan nutrisi melalui pemberian Air Susu Ibu (ASI) menjadi salah satu faktor penting yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi, terutama bagi bayi prematur.
Berdasarkan kondisi tersebut, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bersama Yayasan ASTAYA (House of Share), RSI Jemursari, RSI Ahmad Yani, dan RSIA Kendangsari menginisiasi pembentukan Unit Donor ASI berbasis syariah. Program ini ditargetkan menjadi model percontohan donor asi syariah pertama di Indonesia yang diharapkan mampu memperluas akses bayi terhadap ASI donor yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Komitmen tersebut ditandai digelarnya Seminar Ilmiah Human Milk Bank Berbasis Syariah yang menghadirkan akademisi, praktisi kesehatan, dan pemangku kepentingan di bidang kesehatan ibu dan anak.
Ketua Yayasan ASTAYA sekaligus Dokter Spesialis Anak dan Konsultan ASI, dr. Wiyarni Pambudi mengatakan, inisiatif ini dilatarbelakangi tingginya angka kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR) di Indonesia yang diperkirakan mencapai sekitar 800.000 kasus setiap tahun.
“Di sisi lain, berbagai penelitian menunjukkan bahwa donor ASI (Donor Human Milk/DHM) dapat menurunkan risiko komplikasi serius pada bayi prematur dan menjadi pilihan terbaik ketika ASI ibu kandung tidak tersedia,” katanya.
Diungkapkannya, fakta saat ini sudah ada kegiatan donor ASI yang dilakukan oleh masyarakat secara mandiri yang bisa dilihat dari komunikasi di medsos, ada yang memerlukan dan lalu ada pendonor.
“Tapi kegiatan itu belum bisa memastikan apakah ASI yang didonorkan berkualitas atau tidak, lalu bagaimana pencatatannya terkait dengan syariatan agama?” tambahnya.
Menurut Wiyarni, jika nanti dikelola berbasis rumah sakit dan syariah, maka akan lebih baik dari segi kesehatan maupun agama.
Wakil Rektor II Unusa, Prof. Mohamad Yusak Anshori, mengatakan bahwa pengembangan Human Milk Bank berbasis syariah merupakan bentuk kontribusi Unusa dalam menghadirkan solusi kesehatan yang memadukan keunggulan medis, teknologi informasi, dan nilai-nilai Islam.
Load more