GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Seorang Pemuda di Malang, Sulap Limbah Serabut Kelapa jadi Kerajinan Bernilai Ekonomis Tinggi

Pria asal Kelurahan Bunulrejo, Kota Malang, Seto Sutrioko menyulap limbah sabut kelapa kadi media tanaman, dan bisa menghasilkan puluhan juta rupiah tiap bulan.
Senin, 19 September 2022 - 10:36 WIB
pemuda di Malang, sulap limbah serabut kelapa jadi kerajinan bernilai ekonomis tinggi
Sumber :
  • Tim tvone - edy cahyono

Malang, Jawa Timur - Pria asal Kelurahan Bunulrejo, Kota Malang, Seto Sutrioko (41) menyulap limbah serabut kelapa menjadi media tanaman, dan bisa menghasilkan puluhan juta rupiah tiap bulan.

Serabut kelapa itu, dia sulap menjadi berbagai produk media tanaman hias seperti pot bunga hingga torus atau penyangga tanaman hias.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seto sapaan akrabnya menceritakan, usaha yang dia rintis pada 2020 lalu itu hanya bermodalkan uang sebesar Rp250 ribu. 

Tingginya, permintaan pasar terhadap tanaman hias dinilainya merupakan peluang emas. Tangan kreatifnya, kemudian bergerak menciptakan produk media tanaman hias tersebut. 

Benar saja, usaha yang dia lakoni mendapatkan minat tinggi dari masyarakat luas. Dikatakan Seto, media tanaman hias yang dia produksi dalam 3 hari pertama saja langsung ludes terjual dalam beberapa jam. 

"Jadi memang kalau kita mau berusaha, tak ada hal yang mustahil. Saya hanya bermodal Rp250 ribu, sekarang bisa menembus pasar luar pulau," cerita Seto, kepada tvOnenews.com, Senin (19/9).

Dari limbah itu, Seto mampu menyambung hidup. Bahkan menghadirkan lapangan pekerjaan bagi warga sekitarnya. 

Kini, produk yang dia hasilkan telah menembus pasar Malang Raya, Jakarta, Denpasar hingga Pontianak

Seto, yang dahulu berprofesi sebagai seorang sopir itu mengaku bersyukur bisa memiliki usaha sendiri. 

Terjangan badai pandemi membuatnya bertekat untuk beralih profesi, menjadi pengrajin media tanaman hias.

Berjalannya waktu, usahanya terus berkembang hingga saat ini menembus omzet hingga Rp24 juta per bulan. Kini permintaan pasar dari Bali hingga Kalimantan terus menanti hasil produksinya. 

"Sekarang permintaan pasar masih tinggi, ini saja saya kewalahan untuk memenuhi pesanan dari Denpasar dan Pontianak," ungkapnya.

Dikatakan Seto, kualitas produk menjadi kunci utama dalam merangkul pasar. Untuk itu, dia terus melakukan inovasi untuk menciptakan produk berkualitas dengan harga terjangkau. 

Media tanaman hias, yang dibuat Seto cukup unik. Hanya berbahan sabut kelapa dan kawat loket, dia mampu membuat pot bunga berbentuk segi tiga, segi enam, lingkaran hingga setengah lingkaran.

Kemudian, juga ada torus atau penyangga tanaman hias berbagai ukuran. 

Produk yang dia buat dipatok dengan harga bervariasi, mulai Rp8 ribu hingga Rp20 ribu per buah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sebulan, Seto yang memproduksi kerajianan di rumah Bunulrejo yang baru dibelinya 7 bulan lalu, mampu menjual 2 ribu pieces media tanaman hias. 

"Dari usaha ini, alhamdulillah bisa mencukupi kebutuhan keluarga bahkan bisa membuka lapangan kerja," pungkasnya. (eco/hen)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Transformasi Menuju Strategic Force, TNI AD Gelar Seminar Nasional di Seskoad

Transformasi Menuju Strategic Force, TNI AD Gelar Seminar Nasional di Seskoad

TNI Angkatan Darat menggelar Seminar Nasional bertema “Transformasi Militer: From Combat Force to Strategic Force – Transformasi TNI AD melalui Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP), Artificial Intelligence (AI), dan Ekonomi Nasional.
Persib Bandung Berpeluang Tampil di 4 Kompetisi Berbeda Musim Depan, Begini Skenarionya

Persib Bandung Berpeluang Tampil di 4 Kompetisi Berbeda Musim Depan, Begini Skenarionya

Berbagai isu mulai bermunculan menyusul berakhirnya kompetisi Super League 2025/2026. Salah satu yang hangat dibicarakan adalah kembalinya bergulir Piala Indonesia musim depan.
Soal Pasien Diduga Jadi Korban Malapraktik di Jaksel, Polisi Ungkap Awal Mula Duduk Perkara dari Analisa Penyakit

Soal Pasien Diduga Jadi Korban Malapraktik di Jaksel, Polisi Ungkap Awal Mula Duduk Perkara dari Analisa Penyakit

Polda Metro Jaya mengungkap awal mula duduk perkara pasien yang juga pemilik saham berinisial Y menjadi korban malapraktik di sebuah rumah sakit swasta, di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan (Jaksel).
Digugat ke PN Jakpus Gegara Polemik LCC Kalbar, Ahmad Muzani Buka Suara dan Tegur Para Juri

Digugat ke PN Jakpus Gegara Polemik LCC Kalbar, Ahmad Muzani Buka Suara dan Tegur Para Juri

Ketua MPR Ahmad Muzani merespons gugatan terkait polemik LCC 4 Pilar Kalbar. MPR juga mengaku telah memanggil dan menegur para juri.
Tren Penyakit Kronis Bergeser ke Generasi Muda, Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama

Tren Penyakit Kronis Bergeser ke Generasi Muda, Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama

Banyaknya anak muda yang kini terserang penyakit kronis umumnya diakibatkan konsumsi makanan cepat saji dan minuman bersoda secara berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup.
Wakil Indonesia Musim Lalu Absen Kini Persija Jakarta Berpeluang Tampil di ASEAN Club Championship? Begini Kata I.League

Wakil Indonesia Musim Lalu Absen Kini Persija Jakarta Berpeluang Tampil di ASEAN Club Championship? Begini Kata I.League

Pasukan asuhan Mauricio Souza dipastikan tak dapat mengejar Borneo FC dan Persib Bandung di dua laga tersisa karena keduanya memiliki 75 poin.

Trending

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Shindy Lutfiana curhat usai dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, mengaku kehilangan pekerjaan dan kecewa rekan sejawat rayakan kejatuhannya. Simak pengakuannya!
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT