GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Proyek Industri Fatty Acid Rp3,77 Triliun di Bontang Ditawarkan kepada Investor melalui IPRO

Peluang investasi sektor hilirisasi industri berbasis kelapa sawit di Kota Bontang kembali diperkenalkan kepada investor nasional maupun internasional melalui proyek pengembangan industri Fatty Acid yang masuk dalam skema Investment Project Ready to Offer (IPRO).
Kamis, 14 Mei 2026 - 23:35 WIB
Peluang investasi sektor hilirisasi industri berbasis kelapa sawit di Kota Bontang kembali diperkenalkan kepada investor nasional maupun internasional.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Peluang investasi sektor hilirisasi industri berbasis kelapa sawit di Kota Bontang kembali diperkenalkan kepada investor nasional maupun internasional melalui proyek pengembangan industri Fatty Acid yang masuk dalam skema Investment Project Ready to Offer (IPRO). Proyek tersebut menjadi bagian dari promosi investasi strategis yang dikembangkan di Kalimantan Timur untuk memperkuat industri hilir oleokimia nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit Indonesia. 

Berdasarkan profil proyek, industri Fatty Acid direncanakan dibangun di kawasan Kaltim Industrial Estate Bontang dengan total kebutuhan investasi mencapai Rp3,77 triliun. Kawasan industri tersebut dinilai memiliki posisi strategis karena didukung akses pelabuhan, jalan logistik, kawasan industri eksisting, serta kedekatan dengan sumber bahan baku utama. Fatty Acid merupakan salah satu produk hilirisasi oleokimia yang memiliki permintaan tinggi di pasar global. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Produk ini digunakan sebagai bahan baku berbagai industri, mulai dari kosmetik, deterjen, sabun, plastik, kertas, tekstil, pelumas, makanan, hingga produk perawatan pribadi dan rumah tangga. Dalam dokumen proyek disebutkan bahwa industri oleokimia dunia saat ini berada pada sektor yang terus bertumbuh (growing sector), seiring meningkatnya kebutuhan pasar internasional terhadap produk turunan kelapa sawit bernilai tambah tinggi. 

Indonesia sendiri dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi sebagai produsen utama industri oleokimia global karena didukung ketersediaan bahan baku sawit yang melimpah. Kota Bontang disebut menjadi salah satu wilayah strategis pengembangan industri tersebut. Produksi crude palm oil (CPO) mencapai sekitar 3,8 juta ton per tahun dan menjadi modal penting bagi pengembangan industri hilir berbasis sawit. Selain itu, keberadaan proyek di Kota Bontang juga dinilai memberikan keuntungan tersendiri karena kawasan tersebut telah memiliki infrastruktur industri dan pelabuhan yang memadai. 

Lokasi proyek berada dekat dengan Pelabuhan Lok Tuan, Pelabuhan LNG Badak, serta sejumlah akses logistik utama yang mendukung distribusi bahan baku dan produk industri. Proyek industri Fatty Acid tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 91,2 ribu ton per tahun. Adapun kebutuhan bahan baku utama berasal dari CPO sekitar 45 ribu ton per tahun yang dipasok dari perusahaan perkebunan dan industri sawit di Kalimantan Timur. 

Dalam pengembangannya, kawasan industri juga disiapkan untuk mendukung ekosistem industri terintegrasi. Area plant pengolahan dirancang seluas lima hektare dan area penyimpanan bahan baku serta hasil produksi sekitar 15 hektare. Prospek pasar proyek ini dinilai cukup menjanjikan. Data pasar menunjukkan kebutuhan global Fatty Acid terus mengalami peningkatan, terutama dari kawasan Asia dan Eropa. Konsumsi produk turunan oleokimia diproyeksikan tumbuh rata-rata sekitar tujuh persen per tahun seiring meningkatnya kebutuhan industri manufaktur dan consumer goods. Selain peluang pasar ekspor, proyek ini juga didorong oleh tingginya kebutuhan industri domestik terhadap bahan baku oleokimia. 

Pengembangan industri dalam negeri diharapkan mampu memperkuat rantai pasok nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Dari sisi finansial, proyek tersebut dinilai memiliki prospek investasi yang kompetitif. Nilai Internal Rate of Return (IRR) tercatat sebesar 14,60 persen dengan Net Present Value (NPV) mencapai sekitar USD 985 juta. Sementara periode pengembalian investasi (payback period) diproyeksikan sekitar enam tahun delapan bulan. 

Selain didukung potensi pasar dan bahan baku, proyek ini juga menawarkan dukungan infrastruktur industri yang cukup lengkap. Kawasan industri memiliki pasokan listrik hingga 80 MW, fasilitas air bersih, jaringan telekomunikasi, nitrogen, pengolahan limbah, hingga dukungan utilitas industri lainnya. 

Aspek tenaga kerja juga menjadi salah satu daya tarik investasi. Kota Bontang dinilai memiliki sumber daya manusia yang cukup siap mendukung pengembangan industri manufaktur dan kimia. Dalam profil proyek disebutkan kebutuhan tenaga kerja operasional diperkirakan mencapai sekitar 300 orang. 

Pemerintah juga menyiapkan berbagai dukungan kebijakan untuk meningkatkan daya tarik investasi, mulai dari insentif fiskal, kemudahan perizinan, hingga dukungan implementasi sistem perizinan berbasis risiko melalui OSS-RBA. Keberadaan proyek ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Kota Bontang sebagai kawasan industri strategis di Kalimantan Timur, tetapi juga mendorong percepatan hilirisasi kelapa sawit nasional. Selain menciptakan lapangan kerja baru, proyek tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sawit Indonesia dan memperluas kontribusi ekspor produk hilir ke pasar global. (chm) 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemkab Ketapang Gelar Salat Istisqa Serentak pada 27 Agustus 2026

Pemkab Ketapang Gelar Salat Istisqa Serentak pada 27 Agustus 2026

Pemerintah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, akan menggelar Salat Istisqa secara serentak pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Band Korea Jannabi Donasikan Rp76,5 Juta untuk Korban Gempa NTT di Momen Konser Perdana Jakarta

Band Korea Jannabi Donasikan Rp76,5 Juta untuk Korban Gempa NTT di Momen Konser Perdana Jakarta

Band Korea Jannabi donasikan 6 juta won atau sekitar Rp76,5 juta untuk korban gempa NTT di momen konser perdananya di Jakarta.
Indonesia dan Vantara Luncurkan Kemitraan Besar untuk Kesehatan Satwa Liar dan Konservasi

Indonesia dan Vantara Luncurkan Kemitraan Besar untuk Kesehatan Satwa Liar dan Konservasi

Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan Republik Indonesia, hari ini mengumumkan perluasan besar upaya kesehatan satwa liar dan konservasi in situ Indonesia.
81 Tahun Indonesia Merdeka, Presiden Prabowo Puji Capaian Hilirisasi Mineral Nasional

81 Tahun Indonesia Merdeka, Presiden Prabowo Puji Capaian Hilirisasi Mineral Nasional

Hilirisasi mineral dan batu bara menjadi suatu agenda utama pemerintah dalam membangun industri nasional bernilai tambah. Memasuki 81 tahun Indonesia merdeka,
Massa Gelar Aksi di Depan PN Jaksel, Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah hingga Dukung Independensi Hakim

Massa Gelar Aksi di Depan PN Jaksel, Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah hingga Dukung Independensi Hakim

Massa menolak praperadilan Febrie Adriansyah, mendukung independensi hakim, serta mendorong aparat penegak hukum mengusut secara tuntas setiap dugaan tindak pidana tersebut.
Heboh! Wanita Berambut Pirang Mengamuk di Jalan setelah Menabrak, Videonya Viral di Media Sosial

Heboh! Wanita Berambut Pirang Mengamuk di Jalan setelah Menabrak, Videonya Viral di Media Sosial

Viral di media sosial soal satu video, yang menampilkan seorang wanita berambut pirang marah-marah di Jalan Raya.

Trending

Bukan Diblokir, Polda Metro Jaya Ungkap Status Dana Rp80,9 Juta di Rekening AMPB Supriyono

Bukan Diblokir, Polda Metro Jaya Ungkap Status Dana Rp80,9 Juta di Rekening AMPB Supriyono

Polisi menegaskan tindakan yang dilakukan penyelidik Ditreskrimsus bukan pemblokiran rekening, melainkan permohonan penundaan transaksi terkait penyelidikan dugaan penghimpunan dana yang dikaitkan dengan kegiatan AMPB.
Kebakaran Melanda Pasar Bintara Bekasi, Suami Pedagang Sedih Lapak dan Dagangan Hangus Dilahap Si Jago Merah

Kebakaran Melanda Pasar Bintara Bekasi, Suami Pedagang Sedih Lapak dan Dagangan Hangus Dilahap Si Jago Merah

Suami pedagang perabot & seragam sekolah di Pasar Bintara, Kota Bekasi, Mulyanto sedih puluhan lapak dan kios termasuk milik sang istri ludes akibat kebakaran.
Video Viral Kasir Minimarket 7 Menit Terus Dicari, Benarkah Ada? Ini Bedanya dengan “Yank Uwes Yank Part 2”

Video Viral Kasir Minimarket 7 Menit Terus Dicari, Benarkah Ada? Ini Bedanya dengan “Yank Uwes Yank Part 2”

Pencarian video viral kasir Minimarket 7 menit terus ramai. Simak fakta, pola penyebaran link, serta perbandingannya dengan isu “Yank Uwes Yank Part 2”.
Polisi Temukan Bukti 35 Korek Api, Bensin hingga Bibit Sawit, Hutan di Kalimantan Sengaja Dibakar?

Polisi Temukan Bukti 35 Korek Api, Bensin hingga Bibit Sawit, Hutan di Kalimantan Sengaja Dibakar?

Penyidik juga akan memeriksa transaksi keuangan para tersangka untuk melacak sumber dana yang digunakan dalam kegiatan pembukaan lahan di kalimantan
Viral Calon Mahasiswi Kedokteran Unhan Mundur Usai Dilarang Pakai Hijab, Kemhan Klarifikasi

Viral Calon Mahasiswi Kedokteran Unhan Mundur Usai Dilarang Pakai Hijab, Kemhan Klarifikasi

Klarifikasi tersebut sebagai respons berita viral terkait calon mahasiswa kedokteran Unhan yang mengundurkan diri setelah adanya larangan penggunaan hijab.
Ruben Onsu Resmi Gandeng JHONLBF Law Firm Hadapi Proses Hukum usai Jadi Tersangka Kasus Penipuan

Ruben Onsu Resmi Gandeng JHONLBF Law Firm Hadapi Proses Hukum usai Jadi Tersangka Kasus Penipuan

Ruben Onsu resmi gandeng JHONLBF Law Firm untuk hadapi proses hukum usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan.
Viral Lylia dan Link Video 7 Menit "Kasir Minimarket" di X-Telegram, Fakta Terbarunya Ternyata Begini

Viral Lylia dan Link Video 7 Menit "Kasir Minimarket" di X-Telegram, Fakta Terbarunya Ternyata Begini

Nama Lylia ramai dikaitkan dengan video viral kasir minimarket berdurasi 7 menit di TikTok, X, dan Telegram. Simak fakta terbaru dan risiko link palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT