Hari Koperasi, Saatnya Politik Afirmasi Menempatkan Koperasi Sejajar dengan Swasta dan BUMN
- Antara
Di sisi lain, pemerintah juga perlu membuka akses pasar melalui integrasi koperasi ke rantai pasok BUMN, industri nasional, pengadaan pemerintah, platform digital, hingga pasar ekspor sehingga koperasi memiliki kepastian pasar dan mampu meningkatkan skala usahanya.
Iskandar menilai keberhasilan koperasi di berbagai negara membuktikan bahwa koperasi dapat menjadi kekuatan ekonomi modern. Di Spanyol, Mondragon Corporation berkembang menjadi kelompok usaha koperasi dengan lebih dari 70 ribu pekerja. Di Selandia Baru, Fonterra mengolah sekitar 80 persen produksi susu nasional dan menjadi tulang punggung ekspor negara tersebut. Sementara FrieslandCampina di Belanda tumbuh menjadi perusahaan multinasional berbasis koperasi yang memasarkan produknya ke lebih dari 100 negara.
Bahkan, World Cooperative Monitor mencatat 300 koperasi terbesar di dunia membukukan omzet sekitar US$2,79 triliun. Menurut Iskandar, capaian tersebut membuktikan bahwa koperasi bukan pelaku ekonomi kelas dua, melainkan salah satu kekuatan ekonomi global.
“Indonesia memiliki modal sosial yang jauh lebih besar. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian menghadirkan politik afirmasi koperasi agar koperasi benar-benar berdiri sejajar dengan swasta dan BUMN sebagai tiga pilar utama ekonomi nasional,” pungkasnya.(chm)
Load more