News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hadiri Konsolidasi PDIP Sumsel, Ganjar : Saya Ikut Perjuangkan Pemekaran Muratara dan Pali

Hadiri Konsolidasi PDIP Sumsel, Ganjar : Saya Ikut Perjuangkan Pemekaran Muratara dan Pali
Minggu, 21 Mei 2023 - 06:31 WIB
adiri Konsolidasi PDIP Sumsel, Ganjar
Sumber :
  • Tim tvOne / Pebri

Palembang, tvOnenews.com - Ribuan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) se-Sumsel, menghadiri konsolidasi pemenangan Pemilu dan Pilpres 2024, di Gedung Dempo JSC Palembang, Sabtu (20/5/2023). Pada konsolidasi tersebut dihadiri langsung calon Presiden (Capres) dari PDIP Ganjar Pranowo. 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sambutanya Ganjar Pranowo mengatakan, dirinya sudah lama mau datang bumi Sriwijaya. "Waktu saya di DPR RI saya pernah ikut terlibat waktu pemekaran Muratara dan Pali. Saya sudah beberapa kali ke Muratara dan Pali, ikut berjuang saat pemekaran Muratara dan Pali. Jadi ada jejak saya di Sumsel," ungkap Ganjar yang dihadiri seluruh pengurus dan kader PDIP se-Sumsel

 

Ganjar mengungkapkan khusus ranting inilah yang menjaga wilayah masing masing, kawan kawan PAC, teman teman DPC. Struktur kita sampai anak ranting.

 

"Terima kasih kepada Ketum yang berikan kesempatan penugasan kepada saya untuk capres dari PDIP. Ini bukan tugas enteng. Mimpi terjadi kalau seluruh elemen bergerak. Ini bukan penugasan pertama di partai. Saya pernah ditugaskan untuk di DPR RI. Saya tidak pernah bermimpi jadi anggota DPR RI dua kali. Tiba tiba saya ditugaskan cagub di Jateng, popularitas saya waktu itu 7 persen dan elektabilitas 3 persen. Jika kader PDIP tidak kompak, saya tidak akan menang. Saya bisa jadi Gubernur Jateng karena peran dan dukungan para kader," ujarnya.

 

"Ditanggal 20 Mei ini hari kebangkitan kita. Sumsel termasuk provinsi yang menantang bagi saya. Setelah penugasan ini kita harus bekerja untuk pilpres dan pileg, tujuan kita untuk menang," tambahnya

 

Sementara itu Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas mengatakan, Ketum PDI Perjuangan Ibu Megawati sudah menunjuk Bapak Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden (Capres) 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

"Sebagai pengurus partai dan kader partai maka kita tegak lurus. Kita harus memenangkan pak Ganjar jadi Presiden. Karena Pak Ganjar ini asli kader PDIP. Beliau sudah pernah DPR RI, pernah Gubernur. Jadi berangkat dari bawah, dan tahu betul kondisi di pemerintahan dan legislatif. Tugas kita memenangkan Pak Ganjar. Ini momen kita memenangkan pileg dan pilpres," tuturnya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkiraan Nilai Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta

Perkiraan Nilai Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta

Persija Jakarta resmi mendatangkan penyerang muda Timnas Indonesia Mauro Zijlstra pada Rabu (4/2/2026). Perekrutan ini menjadi langkah konkret Macan Kemayoran -
Kali Krukut Meluap Sebabkan 39 RT di Jaksel Terendam Banjir

Kali Krukut Meluap Sebabkan 39 RT di Jaksel Terendam Banjir

Hujan deras menyebabkan 39 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan, terendam banjir, Rabu (4/2/2026).
Anak SD di Ngada NTT Bunuh Diri, DPR Sentil Bansos Tak Tepat Sasaran

Anak SD di Ngada NTT Bunuh Diri, DPR Sentil Bansos Tak Tepat Sasaran

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko menanggapi kasus anak SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) nekat bunuh diri. Ia menyinggung soal bansos.
Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Namun, kepolisian memastikan proses pendalaman tetap dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh.
Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Ketum Kadin menegaskan bahwa agenda pertumbuhan hijau Indonesia tidak terlepas dari kisah besar transisi energi yang kini menjadi medan persaingan global.
Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya amankan dua wanita yang terlibat dalam peredaran narkotika jenis Etomidate di dua lokasi berbeda, wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT