News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tunjukan Bakat Seni, 5 Napi Bentuk Grup Band Dibalik Jeruji Besi

Tunjukan Bakat Seni, 5 Napi Bentuk Grup Band Dibalik Jeruji Besi
Senin, 26 Juni 2023 - 09:25 WIB
Teks photo lima anggota Grup band Sambiroto yang beranggotakan 5 orang narapidana warga binaan Permasyarakatan kelas 2 Rantauprapat bersama Kalapas diruang Aula pertemuan pada Sabtu (25/6/2023)
Sumber :
  • Tim tvOne / Edi Syahputra

Labuhanbatu, tvOnenews.com - Ingin tunjukan dan menyalurkan bakat seni tarik suara, 5 orang Narapidana Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) Kelas 2 Rantauprapat membentuk Grup Band dibalik Jeruji Besi.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beranggotakan 5 orang Narapidana Warga Binaan Permasyarakatan kelas 2 Rantauprapat, grup band yang usianya baru 6 bulan ini, dimana personilnya  berbeda latar belakang pelanggaran hukum (tindak kejahatan) dan mereka  baru menjalani hukuman 2 atau 3 tahun di lapas  ini dengan menyalurkan bakat seni tarik suara dengan  membuat Grup Band bernama Grup Band Sambiroto,  adapun anggota personil bandnya yakni Rico Pradana pemain Gitar Melodi, Suwondo Gitar Rytem, Indra Jaya Pramana pemain Kajon (Dram), Wardani Vokalis band dan Afriandri Maranduri pemain Bass

 

Menurut salah satu personil band Sambiroto yakni Rico Pradana, saat ditemui awak media tvOne news.com di Aula Lapas kelas 2 Rantauprapat pada Sabtu(25/6/2023) mengatakan terbentuknya grup band sambiroto ini awalnya mereka bingung dan tidak tahu berbuat apa untuk  menghibur diri  dengan perilaku dan perbuatan yang positif saat berkumpul diwaktu senggang (istirahat)  bermodalkan ada bakat seni  mereka  memanfaatkan alat seadanya dengan menggunakan botol mineral dan plastik yang diisi kain  bekas mereka bernyanyi menyanyikan lagu berjudul Makile sehingga mendapat perhatian dan respon petugas kalapas.

 

"Sebelumnya kami mengucapkan terimakasih kepada bapak Kalapas beserta jajarannya" kami membentuk band ini ingin bakat yang ada, kami sampaikan kepada bapak kalapas dan disambut respon baik"ucap Rico

 

Sambung Rico, grup nama SAMBIROTO BAND ini mempunyai makna arti  "Sambiroto itu Pahit Tapi Jadi Obat" mengandung pesan moral karena kami menjalani hukuman atas kesalahan yang kami  lakukan.sewaktu diluar sana".

 

Sementara itu,  Kalapas kelas 2 Rantauprapat Jayanta Perangin Angin, mengatakan bahwa terbentuknya band ini mencoba membangkitkan bakat yang mereka miliki dan kreativitas para warga binaan di Lapas Kelas 2 Rantauprapat dimana notabenya adalah  fungsi dan tugas kami membina warga binaan.keluarga besar Lapas kelas 2 Rantauprapat yang notabenya adalah tugas dan fungsi kami membina warga binaan membina orang sudah masuk ke lapas ini yang telah inkrah dalam putusan pengadilan negeri."

 

Lanjut Kalapas, mereka adalah beberapa warga binaan yang mempunyai kasus ada kriminal dan kasus narkoba jadi di lapas ini mereka ada keinginan suatu perubahan pada mereka".

 

"Jadi kami sebagai petugas disini hanya memfasilitasi keinginan mereka adalah melalu jalur musik dimana kami lihat mereka menggunakan alat seadanya seperti botol mineral, plastik yang diisi kain bekas yang mereka pukul ke lantai sambil bernyanyi, "Jadi seperti ini, kalian hobby musik" tegur kalapas" iya pak jawab mereka.

 

Selanjutnya mereka saya tantang dengan waktu satu pekan mereka harus bisa menciptakan lirik lagu berisikan latar belakang kehidupan mengandung pesan moral baik sebelum dan sesudah di lapas ini." dan tempo waktu tiga hari mereka sudah dapat menciptakan lagu  dan liriknya, itulah latar belakang terbentuknya grup band Sambiroto, ucap Jayanta

 

"Saya juga berterimakasih dukungan kawan-kawan diluar sana yang turut membantu. Awalnya saya menawarkan program dan meminta izin pada pimpinan atasan saya untuk membuat band di Lapas inu dan ternyata sangat di Apresiasi dengan baik," tambahnya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Lebih jauh, Jayanta berharap lagu yang di ciptakan dan rilis mereka dengan Judul "Kami Bukan Sampah" dapat diterima baik oleh masyarakat luar,  dan menjadi motivasi bagi narapidana lain dan lapas lainnya. (esa/fhr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Putat Jaya, Surabaya, diduga kuat merupakan pembunuhan. Polisi menemukan tujuh luka tusuk
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.

Trending

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

Subholding Gas Pertamina, kembali menghadirkan program CSR yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan Program Nikah Massal bertajuk
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT