GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kuasa Hukum Edy Rahmayadi Buka Suara Terkait Situs Benteng Putri Hijau: Tim Bobby Bicara by Fakta Jangan Menyesatkan

Dikatakan Junirwan, apa yang disampaikan Surya dan tim Bobby Nasution tidak sesuai dengan fakta karena dinilai bentuk kampanye hitam yang bisa menyesatkan masyarakat.
Sabtu, 16 November 2024 - 23:32 WIB
Kuasa Hukum Edy Rahmaydi, Junirwan Kurnia
Sumber :
  • Ahmidal Yauzar

Medan, tvOnenews.com - Kuasa hukum Edy Rahmayadi, Junirwan Kurnia membantah terkait tuduhan yang dilayangkan calon wakil gubernur Sumut nomor urut 1, Surya, saat debat ketiga Pilgubsu yang mengatakan jika Edy Rahmayadi dinilai merusak dan tidak menjaga situs cagar budaya benteng putri hijau.

Dikatakan Junirwan, apa yang disampaikan Surya dan tim Bobby Nasution tidak sesuai dengan fakta karena dinilai bentuk kampanye hitam yang bisa menyesatkan masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya minta sama timnya Bobby Nasution kalau ngomong itu by fakta, jangan asal ngomong saja, jangan bicara hoax," kata Junirwan saat konferensi pers di rumah tim pemenangan Edy Rahmayadi -Hasan di Jalan Jendral Sudirman, Medan Polonia, Sabtu (16/9/2024).

Mengenai situs benteng putri hijau, Jurniwan mengatakan tidak ada masalah. Pada tahun 2014 silam saat penetapan areal cagar budaya yang dilakukan bupati Deliserdang saat itu sangat bias karena tidak jelas batas-batas lahan.

Melihat kenyataan itu, Jurniwan Kurnia yang diberikan kuasa, menggugat SK penetepan bupati Deliserdang ke Pengadilan Tata usaha Negara (PTUN) Medan serta menghadirkan saksi fakta dan ahli. Hasil putusan, PTUN mengabulkan gugatannya.

“Setelah dikabulkan, PTUN meminta ke bupati Deliserdang untuk memperbaiki penetapan situs benteng Putri hijau. Selanjutnya saya dapat informasi sudah diperbaikinya dan itu bukan urusan saya lagi," ujarnya.

Junirwan juga menyampaikan ada permintaan masyarakat agar situs budaya itu direvitalisasi diperbaiki supaya tidak musnah. Di masa kepempimpinan Edy Rahmayadi sebagai gubernur Sumut sangat memperhatikan kelestarian situs benteng putri hijau.

“Intinya tidak ada yang dirusak dan tidak ada yang merusak situs benteng putri hijau itu.
Semua sampai saat ini baik, bisa dijadikan wisata rohani, wisata budaya. Jadi bagaimana mungkin seorang gubernur yang sudah melakukan kewajibannya juga melakukan pengabdiannya untuk melestarikan adat budaya setempat dituduh merusak, ini yang tidak bisa kita terima," ucapnya.

Terkait dugaan korupsi penataan situs benteng putri hijau anggaran tahun 2022 yang menyeret 3 tersangka, Jurniwan menyebutkan tidak bisa dikaitkan dengan Edy rahmayadi meski saat itu menjabat gubernur, sebab anggaran itu sudah menjadi tanggung jawab pengguna anggaran.

“Sesudah anggaran itu diberikan kepada pengguna anggaran, pak Edy tidak bisa mencampuri lagi secara teknisnya. Pengawasan ada inspektorat, dan akhirnya ada korupsi. Itu biasa. Anak buah Jokowi juga banyak korupsi, anak buah SBY juga dulu banyak korupsi tapi apakah Jokowi dan SBY harus masuk penjara, kan enggak," jelasnya.

“Di konteks ini pak Edy itu pembuat kebijakan. Ketika kebijakan itu diimplementasikan salah atau keliru oleh anak buahnya, yang membuat kekeliruan dan kesalahan itulah yang bertanggung jawab," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, pada debat terakhir pilgub Sumut yang berlangsung, Rabu (13/11/2024) di Hotel Tiara Convention, Medan. Calon wakil gubernur nomor urut 1, Surya, menyinggung penataan situs benteng putri hijau di masa kepemimpinan gubernur sumut Edy Rahmayadi.

Surya mengatakan bahwa situs benteng putri hijau yang berkaitan dengan kerajaan aru saat ini sudah rusak dan dirampas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ada situs budaya kita dirusak dan membawa nama-nama pak Edy," kata Surya.

Tim pidana khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara telah menetapkan 3 tersangka atas dugaan korupsi penataan situs benteng putri hijau dengan kerugian negara mencapai Rp817 juta. (ayr/nof)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2026 Pekan Ini: Percobaan Terakhir Marc Marquez Cs Jelang Seri Pembuka di Thailand

Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2026 Pekan Ini: Percobaan Terakhir Marc Marquez Cs Jelang Seri Pembuka di Thailand

Jadwal tes pramusim MotoGP 2026, di mana pekan ini akan menjadi percobaan terakhir Marc Marquez dan kawan-kawan sebelum tampil di seri pembuka kelas premier.
Keamanan Siber dan AI Dinilai Jdi Fondasi Strategis Pertahanan Stabilitas Geopolitik

Keamanan Siber dan AI Dinilai Jdi Fondasi Strategis Pertahanan Stabilitas Geopolitik

Reisinger menyoroti bahwa benua tersebut kini menempatkan keamanan siber sebagai fondasi strategis dalam mempertahankan stabilitas geopolitik.
Profil Ronald Koeman Jr: Kiper Belanda dan Anak Pelatih Tim Nasional yang Kabarnya Diminati Persib Bandung

Profil Ronald Koeman Jr: Kiper Belanda dan Anak Pelatih Tim Nasional yang Kabarnya Diminati Persib Bandung

Ronald Koeman Jr kabarnya masuk dalam radar Persib Bandung. Penjaga gawang asal Belanda itu merupakan anak legenda sepak bola Belanda, Ronald Koeman.
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Red Sparks Apes Bertubi-tubi Setelah Ditinggal Megawati Hangestri: Ko Hee-jin Terancam Dipecat Usai Catat 23 Kekalahan

Red Sparks Apes Bertubi-tubi Setelah Ditinggal Megawati Hangestri: Ko Hee-jin Terancam Dipecat Usai Catat 23 Kekalahan

Nasib malang menimpa Red Sparks di musim ini. Setelah Megawati Hangestri pergi, kondisi tim semakin kacau. 23 kekalahan hingga Ko Hee-jin terancam dipecat.
Banjir di Grobogan Meluas, Jumlah Warga Terdampak Mencapai 9.000 Kepala Keluarga

Banjir di Grobogan Meluas, Jumlah Warga Terdampak Mencapai 9.000 Kepala Keluarga

Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kini mencapai 9.000 kepala keluarga (KK) akibat meluasnya genangan dari wilayah hulu ke hilir.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut  Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Akses jalur alternatif menurun dari Jalan Lingkar Interchange Tanjungpura ke jalan raya Tanggul Rawagabus akhirnya ditutup permanen
5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

Ramalan Tahun Kuda Api 2026 menyebut lima shio berpotensi cuan besar. Simak daftar shio paling hoki secara finansial menurut VN Express.
Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Ironis, pimpinan pondok pesantren (ponpes), Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diduga cabuli santriwatinya berusia 19 tahun 25 kali. Hal ini diungkap kuasa hukum
Ramalan Zodiak Besok, 18 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Zodiak Besok, 18 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan zodiak, 18 Februari 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Simak prediksi cinta, karier, dan keuangan selengkapnya.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Ramalan Keuangan 18 Februari 2026 untuk Shio Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Ramalan Keuangan 18 Februari 2026 untuk Shio Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Ramalan keuangan shio 18 Februari 2026 untuk Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular. Cek prediksi finansial, peluang rezeki, tips mengatur keuangan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT