GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Tanggung-tanggung, Masyarakat Karo Sampaikan Pesan Moral hingga Angkat Budaya Melalui 3 Film

Budaya tiap daerah mempunyai masing masing keunikan, salah satunya budaya dari suku Karo asal Sumatera Utara. Untuk mengangkat budaya Karo,  masyarakat asal
Rabu, 25 Januari 2023 - 08:22 WIB
Eksekutif Produser Tiga film tersebut yakni The fancipul of piso surit, Penusur Sira dan Demi, Bharata Brahmana
Sumber :
  • Istimewa

Medan, tvOnenews.com - Budaya tiap daerah mempunyai masing masing keunikan, salah satunya budaya dari suku Karo asal Sumatera Utara. Untuk mengangkat budaya Karo,  masyarakat asal Karo menghadirkan 3 film dalam mengangkat pesan pesan moral.

Tiga film tersebut yakni,  The fancipul of piso surit, Penusur Sira dan Demi, dimana ketiga film ini berdurasi 45 menit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Eksekutif Produser, Bharata Brahmana mengatakan film ini dihadirkan untuk mengangkat pesan moral terkait saat adanya Covid 19

"Kenapa kita angkat tentang Covid-19, karena saya melihat pemerintah masih kurang mampu menangani virus ini, bukan tidak mampu tapi kurang," katanya di museum negeri Sumut, Selasa ,(24/1/2023).

tvonenews

Dikatakannya, bahwa selama masa Covid-19 pemerintah lebih banyak melakukan bakti sosial ketimbang permasalahan di dalam keluarga, pendidikan maupun psikologis siswa.

"Dalam film ini pesan moral yang paling utama adalah dampak terhadap masyarakat sangat rendah, bahwa dilihat ekonomi yang rendah akan makin terpuruk, disini pemerintah belum menyasar kepada masyarakat yang lemah, sehingga bantuan bantuan tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Ori Semloko sebagai sutradara mengatakan pembuatan film ini sangat tertantang, sebab film ini benar benar tentang anak anak/keluarga yang menengah kebawah dalam menghadapi Covid-19.

"Kita membuat film ini berkiblatkan ke suku Karo, karena kita ingin sekalian mengangkat budaya budaya yang ada di Karo, agar orang luar lebih kenal film budaya Karo," katanya.

Dikatakannya, film ini dibuat selama dua hari dengan puluhan kru maupun pemainnya.

Pemeran Laki-laki, Zafran Brahmana dan Pemeran perempuan Dwi Aprillia Riswidyani mengatakan bahwa film yang mereka perankan sangat berkesan, dengan bertambahnya kawan, dan bagaimana menghadapi masa masa sekolah saat Covid-19.


Masyarakat dan Tokoh Karo hingga Pemain Tiga Film tersebut Berswafoto Bareng di Museum Negeri Sumut. 

Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Medan, Irnawati mengatakan sangat bangga pada anak anak yang mau memerankan film yang mengangkat tentang bagaimana pembelajaran dimasa Covid-19.

"Saya harap film ini dapat menjadi contoh yang baik buat para anak anak sekolah dan dapat dijadikan pembelajaran untuk masa depan mereka," ujarnya.

Pengamat Politik, Budiman Nadapdap mengatakan film ini benar benar banyak pesan moralnya, dari masalah keluarga dan pendidikan.

"Menghadapi Covid-19 tidak hanya tentang penyakit tapi tentang sosial, bagamana menghadapi ketika anak berpisah dengan orangtuanya saat anak atau orangtua menjalani isolasi, ini yang penting," katanya.

Pengamat Sosial, Bakhrul Khair Amal mengatakan menghadapi Covid-19 tidak hanya memandang dengan sudut pandang medis, tapi harus dilihat dari bagaimana satu keluarga menghadapi aspek yang tidak mendukung seperti ekonomi dan pendidikan tersebut," ujarnya.

Hadir juga tokoh masyarakat Karo yaitu dokter Roy Kaban yang ikut nonton bareng 3 film tersebut dan ikut memberikan statement bahwa sangat perlunya film film yang disutradarai dan diperankan oleh anak-anak muda yang menonjolkan kebudayaan supaya anak muda tetap mempertahankan dan melestarikan budaya kita. 

"Kemajuan zaman dgn diikuti kemajuan Teknogi harus bisa anak muda manfaatkan untuk memajukan adat istiadat dan budaya terkhusus budaya di Sumatera Utara," ujarnya.

Sutradara film ini sudah di kenal sejak film Jandi La Surong yang memang benar benar luar biasa dalam mengemas sebuah film dan selalu mengedepankan anak-anak muda generasi penerus sebagai pemeran dan bintang filmnya. 

"Banyak anak- anak sekolah yang berbakat namun kurang di dukukung dan disuport org tua, maka dari sini saya meminta bang Ori Semloko selaku sutradara harus semakin banyak dan semakin giat lagi membuat film-film yang mengangkat anak muda dengan mengedepankan budaya yang ada di wilayah NKRI terkhusus di Kabupaten Karo," katanya.

Iya berterimakasih banyak buat Eksekutif Produser yaitu Bapak Barata Sembiring Brahmana yang selalu mensuport generasi muda untuk cepat maju dan berkembang. 

"Kita membutuhkan orang tua terus dapat mendukung dan mensuport anak muda untuk maju dan berkarya mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan budayanya. Sebab kita adalah bangsa Indonesia yang berbudaya," pungkasnya.

Di samping itu, Tokoh Masyarakat Karo, Roy Kaban menuturkan, hal ini merupakan suatu gambaran eksistensi dari suku Karo, di mana anak-anak Karo memiliki daya kreatifitas yang tinggi dalam berkarya. 

Maka dari itu, kita sebagai masyarakat Karo harus mendukung hal positif ini. Apalagi, ia katakan, tiga film tersebut memberikan pesan moral bagi generasi bangsa terutama generasi masyarakat suku Karo yang saat ini menjadi pemimpin di tanah Karo sendiri. 

“Seperti apa yang dikatakan Eksekutif Produser, Bharata Brahmana, bahwa film ini dihadirkan untuk mengangkat pesan moral terkait saat adanya Covid-19 dan melihat pemerintah masih kurang mampu menangani virus ini. Maka dari itu, apalagi kita sebagai anak Karo yang memimpin Karo, harusla berbenah diri, dalam mengayami hingga menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang begitu komplesk di tanah Karo kita ini,” ujar Roy Kaban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kenapa saya bilang begitu, kita sebagai anak Karo ketika kita menjadi pemimpin di tanah Karo harus lebih arif dalam mebangun tanah Karo, tidak hanya memberikan pelayan kesehatan dan memberikan infrastruktu saja, melainkan mengatasi permasalahan ekonomi di tanah Karo pasca-Pandemi ini. Apalagi tanah Karo itu dikenal sebagai tempat destinasi wisata,” sambungnya. 

Selain itu, Roy Kaban katakan, semoga tiga film ini bukan sebagai titik awal dan terakhir dari kreatifitas anak Karo. Ia berharap ke depannya melahirkan film-film seperti ini lagi, dan pemerintah daerah khususnya Karo juga harus lebih memberikan motivasi dan ruang bagi anak-anak Karo yang berkreatifitas, baik dalam seni, budaya, olahraga hingga lainnya.  (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PLTS 6,3 MWp Dipasang di Fasilitas SPINDO, Dukung Transisi Energi Industri

PLTS 6,3 MWp Dipasang di Fasilitas SPINDO, Dukung Transisi Energi Industri

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (SPINDO) menjalin kerja sama dengan iForte Energi Nusantara dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di lingkungan operasional perusahaan.
Pekerja Bangunan di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Tewas di Atap Rumah, Diduga Tersengat Listrik

Pekerja Bangunan di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Tewas di Atap Rumah, Diduga Tersengat Listrik

Seorang pekerja bangunan ditemukan tewas di atap rumah warga di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat memperbaiki atap rumah warga, Selasa (17/2).
Hilal Masih Mustahil Terlihat, Kemenag: Ramadan 1447 H Diperkirakan Mulai 19 Februari 2026

Hilal Masih Mustahil Terlihat, Kemenag: Ramadan 1447 H Diperkirakan Mulai 19 Februari 2026

Berdasarkan perhitungan hisab, Kemenag memperkirakan 1 Ramadan 1447 Hijriah secara astronomis berpotensi jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026.
BREAKING NEWS Resmi 1 Ramadhan 1447 Hijriah Jatuh Pada 19 Februari 2026

BREAKING NEWS Resmi 1 Ramadhan 1447 Hijriah Jatuh Pada 19 Februari 2026

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi umumkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis 19 Februari 2026.
Jorge Lorenzo Komentari Gaya Balap Marc Marquez Jelang MotoGP 2026, Sebut The Baby Alien Kini Mirip dengan....

Jorge Lorenzo Komentari Gaya Balap Marc Marquez Jelang MotoGP 2026, Sebut The Baby Alien Kini Mirip dengan....

Jorge Lorenzo menyoroti perubahan besar gaya balap Marc Marquez jelang MotoGP 2026. Legenda asal Spanyol itu menilai gaya balap The Baby Alien kini lebih halus.
Terungkap! Jurgen Klopp Tolak MU, Agen Malah Buka Peluang Latih Timnas Inggris

Terungkap! Jurgen Klopp Tolak MU, Agen Malah Buka Peluang Latih Timnas Inggris

Agen Jurgen Klopp ungkap kliennya menolak tawaran Manchester United (MU) dan Chelsea. Peluang latih Timnas Inggris sempat terbuka sebelum ia gabung Red Bull.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Megawati Hangestri membuktikan kualitasnya bersama Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di Proliga 2026. Sejak awal musim sudah “diperkenalkan” sebagai pemain asing
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT