News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Banyak Korban Perumahan Tanah Kas Desa di Yogyakarta, Universitas Proklamasi 45 Buka Posko Bantuan Hukum

Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Universitas Proklamasi 45 membuka posko aduan korban pembelian perumahan yang berdiri di atas Tanah Kas Desa (TKD).
Jumat, 12 Mei 2023 - 15:49 WIB
Lokasi TKD yang dijadikan perumahan sudah ditutup petugas, Jumat (12/5/2023).
Sumber :
  • Tim tvOne - Andri Prasetiyo

Sleman, tvOnenews.com - Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Universitas Proklamasi 45 membuka posko aduan terkait maraknya korban pembelian perumahan yang berdiri di atas Tanah Kas Desa (TKD).

Mereka juga membentuk tim hukum untuk membantu warga yang mengalami kerugian terkait proyek tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita LKBH melihat keprihatinan banyak konsumen yang merasa ditipu oleh pengembang, karena bagaimana mungkin rumah di sini senilai Rp.180-200 juta, sedangkan di sini harga (aslinya) sangat premium. Oleh karena itu quote and quote tentu ada sesuatu yang gak bener itu," kata Direktur LKBH UP 45 Philip Josep Leatemia, dikutip Jumat (12/5/2023).

Philip mengatakan, hingga saat ini pihaknya sudah menerima tiga aduan korban TKD di Sleman. Mereka mengalami kerugian hingga mencapai hampir Rp 500 juta.

Ia menduga korban keseluruhan dari pembelian perumahan di atas TKD mencapai ratusan orang. Sebab ada sekitar 90 perumahan yang berdiri di atas Tanah Kas Desa.

"Menurut Satpol PP ada 90 perumahan. Kalau kita bicara omong kosongnya satu perumahan 30 (unit) saja, 90x30 sudah 270 konsumen," ungkapnya.

Sekretaris LKBH UP 45 Simeon Egi Perdana menambahkan, pihaknya membuka posko aduan sebagai tindak lanjut dari pernyataan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang mengatakan banyak penyimpangan terkait izin pemanfaatan TKD.

"Mungkin ada yang tidak ada izinnya atau penyelewengan terkait dengan perizinan dan banyak oknum-oknum mafia tanah yang ada di DIY ini, sehingga kita melindungi dari konsumen di mana yang menjadi korban dari penyalahgunaan tanah kas desa tersebut," bebernya.

Sementara itu, Pelaksana Lapangan LKBH UP 45 Ana Riana meminta para korban untuk tidak ragu berkonsultasi dengan pihaknya apabila masih bingung dengan langkah hukum yang akan ditempuh.

"Jika ada konsumen yang di situ kebingungan dan tidak tahu tidak mengerti, silakan datang ke LKBH Universitas Proklamasi 45," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY telah menetapkan RS (33) sebagai tersangka kasus mafia tanah penyalahgunaan TKD. Ia merupakan Direktur Utama PT Deztama Putri Sentosa dan sudah ditahan Kejati sejak 20 April 2023.

RS diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dan merugikan keuangan negara sebesar Rp. 2.467.300.000. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses di Kejati DIY. (apo/buz).

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ekonomi RI Sulit Tembus 5%, Tapi Bisa Kalahkan Ramalan Bank Dunia

Ekonomi RI Sulit Tembus 5%, Tapi Bisa Kalahkan Ramalan Bank Dunia

Bank Dunia merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 4,7 persen, lebih rendah dari estimasi sebelumnya 4,8 persen.
Polisi Buru Pembunuh Sadis Bos Tenda Hajatan di Bekasi

Polisi Buru Pembunuh Sadis Bos Tenda Hajatan di Bekasi

Polres Metro Bekasi buru pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang pengusaha tenda hajatan Eem (60) di Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Bernardo Tavares Terang-terangan Jagokan Persib Bandung Jadi Juara Super League Musim Ini

Bernardo Tavares Terang-terangan Jagokan Persib Bandung Jadi Juara Super League Musim Ini

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, memberikan pandangannya terkait persaingan menuju gelar juara Super League 2025/2026. Ia secara terbuka menjagokan Persib.
Bupati Tulungagung dan Belasan Pejabat Pemkab Diboyong KPK ke Jakarta

Bupati Tulungagung dan Belasan Pejabat Pemkab Diboyong KPK ke Jakarta

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo akhirnya dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Sabtu (11/4/2026).
Meski Unggul dari Thailand & Vietnam, Media Vietnam Tetap Sebut Timnas Indonesia Tak Akan Menang di Piala Asia 2027

Meski Unggul dari Thailand & Vietnam, Media Vietnam Tetap Sebut Timnas Indonesia Tak Akan Menang di Piala Asia 2027

Meski dinilai unggul dari Timnas Thailand dan Timnas Vietnam, media Vietnam meragukan Timnas Indonesia mampu bersaing dan meraih hasil besar di Piala Asia 2027.
Mauricio Souza Bela Cyrus Margono Usai Kebobolan 3 Gol bersama Persija: Dia Punya Potensi

Mauricio Souza Bela Cyrus Margono Usai Kebobolan 3 Gol bersama Persija: Dia Punya Potensi

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, memilih pasang badan terkait kritik tajam yang mengarah kepada penjaga gawang muda Macan Kemayoran, Cyrus Margono.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Berbeda dengan Piala AFF, FIFA ASEAN Cup yang dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober 2026, menawarkan keuntungan strategis yang sulit diabaikan.
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi
Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Mantan Presiden Jokowi lontarkan respons menohok ke Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla terkait pernyataan JK soal meminta Jokowi untuk menunjukkan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT