Mengulik Tradisi di Yogyakarta: Workshop Eksklusif Belajar Meracik Sirup Jahe dan Membatik
- Istimewa
tvOnenews.com - Yogyakarta kembali mempertegas posisinya sebagai destinasi wisata unggulan dengan sentuhan budaya yang kental. Dalam upaya mendukung Yogyakarta menuju destinasi wisata eksklusif, komunitas Kinarya Rasa menggelar acara unik bertajuk “Belajar Bikin Sirup Jahe dan Membatik” pada Minggu, 24 Mei 2026.
Kegiatan yang sarat akan nilai sejarah dan budaya adiluhung Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini diselenggarakan di Joglo Resto Njeron Beteng, tepatnya di Jl. Siliran Lor No. 28, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta.
Santi Wijaya, selaku koordinator event mengungkapkan workshop ini merupakan hasil kolaborasi dari tiga entitas UMKM lokal yang tergabung dalam komunitas Kinarya Rasa, yakni Gendhis Suman, Yoga Djaya, dan B’Jos Batik.
Tujuan utama dari penyelenggaraan workshop ini, lanjut Santi, bukan sekadar untuk berbagi keterampilan praktis, melainkan sebagai upaya nyata untuk nguri-uri kabudayan atau melestarikan warisan leluhur tanah Jawa, khususnya budaya Yogyakarta, serta menggali kearifan lokal yang ada di masyarakat.
"Ya kalo event workshopnya berlangsung mulai pukul 09.30 WIB, peserta workshop akan diajak untuk menyelami proses kreatif meracik minuman rempah tradisional serta seni membatik," jelas Santi.
- Istimewa
Selain mendapatkan ilmu dan pengalaman baru, penyelenggara juga memberikan nilai tambah bagi para peserta, di antaranya hasil karya yang dapat dibawa pulang, kemudian dokumentasi kegiatan, snack dan minuman serta perluasan relasi.
Lebih jauh, Santi menegaskan bahwa Jogja sangat identik dengan batik dan batik sendiri sudah mendapatkan pengakuan menjadi warisan budaya tak benda yang harus dilestarikan.
Karenanya, ia banyak melibatkan generasi muda supaya mereka lebih aware, lebih mengenal budaya sendiri seperti batik dan rempah rempah Indonesia.
"Ya agar generasi kini juga merasakan manfaat dari rempah terutama kali ini adalah jahe. Jahe sangat bermanfaat bagi tubuh. dan saat ini kita olah sedemikian rupa dalam hal ini menjadi sirup sehingga mudah dinikmati. Kita juga memberikan edukasi Mengeni rempah melalui medsos," ungkap Santi.
Untuk workshop kali ini, sasaran peserta adalah peminat batik dan rempah latar belakang mereka cukup beragam, ada yang guru, pengusan, ibu rumah tangga, konten kreator, dan mahasiswa.
Peserta sangat antusias dalam mengikuti workshop. Dan tentunya ini bisa dikembangkan sebagai peluang bisnis bagi mereka yang ikut.
"Mengingat konsep acara yang eksklusif, pihak penyelenggara membatasi kuota peserta hanya untuk 15 orang saja," pungkas Santi.(chm)
Load more