News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Pembubaran Paksa Ibadah Jemaat GMS di Bantul Naik ke Tahap Penyidikan, Polda DIY Periksa 16 Saksi

Penanganan kasus dugaan pembubaran paksa kegiatan ibadah jemaat di Gereja Misi Sejahtera (GMS) Kabupaten Bantul memasuki babak baru. 
Senin, 1 Juni 2026 - 20:19 WIB
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan menyampaikan penanganan kasus dugaan pembubaran paksa kegiatan ibadah jemaat di Gereja Misi Sejahtera (GMS) Kabupaten Bantul naik ke tahap penyidikan, Senin (1/6/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Penanganan kasus dugaan pembubaran paksa kegiatan ibadah jemaat di Gereja Misi Sejahtera (GMS) Kabupaten Bantul memasuki babak baru. 

Polda DI Yogyakarta menyatakan perkara tersebut telah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Hingga saat ini, terdapat belasan orang saksi yang telah menjalani pemeriksaan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pada Jumat (29/5/2026) lalu, penyidik Polda DIY telah melakukan gelar perkara dan meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan. Penyidik sampai saat ini telah melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap 16 saksi," tutur Kombes Pol Ihsan, Kabid Humas Polda DIY, Senin (1/6/2026). 

Menyikapi peristiwa ini, mantan Kapolres Bantul tersebut menegaskan bahwa kebebasan beribadah dijamin oleh konstitusi, sehingga Polda DIY tidak akan mentolerir segala bentuk gangguan intimidasi maupun aksi sepihak yang mengganggu jalannya peribadatan. 

Pun, mengimbau kepada masyarakat tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh video atau narasi-narasi yang beredar di media sosial yang sifatnya provokasi. 

"Percayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan permasalahan ini. Kami akan terus mengupdate perkembangan terkait kasus ini sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kami kepada publik," kata Ihsan. 

Diberitakan sebelumnya, tindakan persekusi oleh organisasi masyarakat (ormas) Islam terjadi pada Minggu (24/5/2026) lalu. 

Saat itu, laskar Front Jihad Islam (FJI) mendatangi GMS dan meminta pihak gereja agar kegiatan ibadah dibubarkan dengan alasan tidak memiliki izin dan adanya penolakan dari warga. 

Mereka menganggap kegiatan ibadah GMS tersebut berpotensi mengganggu kerukunan umat beragama dan harmonisasi masyarakat. Imbas keributan tersebut, kegiatan ibadah akhirnya dibubarkan. 

"Kami sangat menyesalkan terjadinya insiden pembubaran ibadah yang diikuti dugaan tindakan intimidasi dan ancaman baik secara fisik dan verbal dari sekelompok oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap saudara-saudara GMS Bantul," ucap Josiah Michael, Humas GMS Pusat dalam keterangannya dikutip, Rabu (27/5/2026) lalu 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, tindakan persekusi ini juga meninggalkan trauma bagi para jemaat gereja, utamanya kalangan anak-anak. 

"Kejadian ini menyisakan luka dan trauma pada jemaat terutama jemaat yang masih anak-anak," kata Josiah. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Main Bola Bersama Bocah Papua, KDM Jadi Penjaga Gawang: Kalau Masuk Aku Kasih Rp200 Ribu

Main Bola Bersama Bocah Papua, KDM Jadi Penjaga Gawang: Kalau Masuk Aku Kasih Rp200 Ribu

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi main bola bersama bocah Papua, KDM jadi penjaga gawang dan tantang anak-anak untuk menendang, yang masuk diberi Rp200 ribu.
Kontrak dengan Persib Selesai, Maung Bandung Gagal Terima Hadiah FIFA Atas Terpilihnya Frans Putros di Skuad Irak Piala Dunia?

Kontrak dengan Persib Selesai, Maung Bandung Gagal Terima Hadiah FIFA Atas Terpilihnya Frans Putros di Skuad Irak Piala Dunia?

Persib sendiri belum melepas Frans Putros maupun mengucapkan selamat atas pencapaiannya mewakili Irak di Piala Dunia 2026.
Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Sebut Diplomasi Presiden Tak Bisa Diganti Zoom atau Telepon

Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Sebut Diplomasi Presiden Tak Bisa Diganti Zoom atau Telepon

Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menilai kritik masukan Dino Patti Djalal agar presiden melakukan diplomasi melalui telepon maupun Zoom meeting dengan negara lain tidak tepat.
Sebelum Gabung Timnas Indonesia, Ternyata Mees Hilgers Lebih Dahulu Bicara dari Hati ke Hati pada John Herdman

Sebelum Gabung Timnas Indonesia, Ternyata Mees Hilgers Lebih Dahulu Bicara dari Hati ke Hati pada John Herdman

Tak ada Mees Hilgers dalam 23 pemain yang didaftarkan pada FIFA Matchday edisi Juni 2026, di mana Timnas Indonesia akan menjamu Oman dan Mozambik. 
Dedi Mulyadi Kagum dengan Kejujuran Bocah Papua, KDM: Mereka Tidak Ribut Urusan Uang

Dedi Mulyadi Kagum dengan Kejujuran Bocah Papua, KDM: Mereka Tidak Ribut Urusan Uang

Dedi Mulyadi kagum dengan kejujuran bocah Papua, menurutnya anak-anak Papua hebat dan tidak ribut masalah uang.
Fakta-fakta Mencengangkan Ledakan Sisa Bom Perang Dunia II di Biak Papua

Fakta-fakta Mencengangkan Ledakan Sisa Bom Perang Dunia II di Biak Papua

Minggu, (31/5) sore, publik dikejutkan dengan kabar ledakan di pemukiman padat penduduk, Kawasan Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor Papua

Trending

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moiwend, tengah menjadi sorotan publik setelah munculnya tudingan menggunakan private jet untuk terbang ke Jakarta....
Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib memilukan seorang asisten rumah tangga (ART) berinsial RR (26) di Bogor. Pasalnya, nyawanya meyalang karena sebuah charger dan nyawanya disikat rekannya
AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

Ajudan mantan Presiden Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansya beberkan penyebab utama Jokowi tidak hadiri upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar hari ini
Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, Sumatera Selatan, melakukan pembinaan terhadap anak-anak korban penyalahgunaan lem di kawasan Jembatan Ampera yang viral di media sosial sejak akhir pekan Mei 2026.
Pesan KDM untuk Warga Jabar, Khususnya Ibu-ibu Diminta Cerdas bermain Medsos

Pesan KDM untuk Warga Jabar, Khususnya Ibu-ibu Diminta Cerdas bermain Medsos

Belum lama ini Kang Dedi Mulyadi menyampaikan pesan penting agar warganya bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Semangat itu hadir di Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, melalui kegiatan TANDU OSOJI yang diinisiasi HMJ IKO FISIP UMSU bersama Tangan Edukasi Indonesia. Desa yang terbagi ke dalam empat dusun ini memiliki kehidupan yang khas. Di siang hari, suasana desa dipenuhi riuh anak-anak karena sebagian besar orang tua bekerja di ladang sebagai petani.
Dedi Mulyadi Salut dengan Remaja Penjual Rempeyek yang Tumbuh Tanpa Ayah: Hebat Kamu Nak

Dedi Mulyadi Salut dengan Remaja Penjual Rempeyek yang Tumbuh Tanpa Ayah: Hebat Kamu Nak

Dedi Mulyadi salut dengan remaja penjual rempeyek di Sukajadi yang tumbuh tanpa ayah. Gubernur Jawa Barat itu borong dagangan dan janjikan tambahan tabungan Rp5 juta.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT