GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ribuan Pasien Anak dari Daerah Sulit Dapat Tempat Tinggal Saat Berobat ke Jakarta, Rumah Singgah Jadi Harapan

Ribuan anak dari daerah berobat ke Jakarta kesulitan tempat tinggal. Rumah singgah jadi solusi mendesak untuk keluarga pasien anak. 
Rabu, 9 Juli 2025 - 20:57 WIB
Foto pasien anak di rsud dr sutomo
Sumber :
  • tvOne - sandi irwanto

Jakarta, tvOnenews.com - Setiap tahun, ribuan anak-anak dari berbagai penjuru Indonesia harus datang ke Jakarta untuk menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan nasional. 

Salah satu kasus terbanyak adalah pasien anak penderita penyakit jantung bawaan yang dirujuk ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK). Data menunjukkan bahwa sepanjang 2022–2023, lebih dari 9.000 anak dirawat di RSJPDHK, dan 91 persen di antaranya berasal dari luar Pulau Jawa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perjalanan jauh yang ditempuh dari daerah ke ibu kota bukan satu-satunya tantangan. Ketika mereka sampai di Jakarta, masalah baru muncul: tempat tinggal. 

Banyak keluarga pasien yang tidak memiliki kerabat di ibu kota dan tidak mampu membayar penginapan atau kos selama masa pengobatan. Akibatnya, tak sedikit dari mereka yang terpaksa tidur di lorong rumah sakit, musala, bahkan emperan, demi tetap berada dekat anak yang sedang berjuang melawan penyakitnya.

Anak-anak yang mengalami penyakit serius seperti jantung bawaan, kanker, atau gangguan kompleks lainnya, memerlukan waktu pengobatan yang tidak sebentar. Prosesnya bisa berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. 

Kehadiran orang tua selama masa tersebut sangat penting, bukan hanya untuk membantu secara praktis, tapi juga untuk memberikan dukungan emosional dan psikologis yang besar pengaruhnya bagi pemulihan sang anak.

Namun, tanpa tempat tinggal yang layak, kehadiran orang tua menjadi beban tambahan. Bayangkan seorang ayah atau ibu harus memilih antara membeli obat atau membayar sewa kamar. 

Dalam situasi seperti ini, rumah singgah menjadi harapan nyata. Tempat sederhana yang aman, bersih, dan dekat rumah sakit akan sangat membantu keluarga dari daerah agar dapat menjalani masa pengobatan dengan lebih tenang dan manusiawi.

Sayangnya, fasilitas rumah singgah di Jakarta masih sangat terbatas jumlahnya jika dibandingkan dengan kebutuhan. Oleh karena itu, berbagai inisiatif untuk mendirikan rumah singgah baru menjadi sangat penting. 

Tidak hanya menyediakan atap bagi keluarga pasien, tetapi juga menjembatani empati sosial dan solidaritas lintas wilayah untuk mendukung anak-anak Indonesia yang tengah berjuang melawan penyakit kritis.

Salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya rumah singgah ini datang melalui partisipasi 22 pelari Indonesia dalam ajang World Marathon Majors 2025, yang digelar di kota-kota besar seperti London, Sydney, Chicago, dan Valencia. Mereka tidak hanya berlari demi target pribadi, tetapi juga membawa misi kemanusiaan: menggalang kepedulian dan dukungan bagi anak-anak pasien rujukan dari berbagai daerah.

Salah satu peserta, Sheryl Sheinafia, yang akan berlari di Chicago Marathon, mengungkapkan bahwa partisipasinya kali ini memiliki makna lebih dalam. 

“Saya melihat betapa beratnya perjuangan keluarga pasien anak dari luar kota. Mereka harus bertahan tanpa tempat tinggal layak di tengah tekanan emosional. Lewat langkah ini, saya ingin menyuarakan harapan untuk mereka, agar tak ada lagi anak yang harus berjuang sendiri,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Daffa Wardhana, yang akan berlari di Sydney Marathon. Ia menegaskan bahwa misi sosial inilah yang membuatnya tergerak. 

“Berlari di ajang sebesar ini menjadi bentuk kecil dari kepedulian saya. Ada banyak anak yang butuh bantuan, bukan hanya soal pengobatan, tapi juga soal tempat tinggal dan kenyamanan saat menjalani masa sulit. Saya hanya ingin jadi bagian dari harapan itu,” kata Daffa.

Di balik gerakan ini berdiri Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC) Indonesia yang menjadi penggagas kampanye sosial tersebut. Yayasan ini tengah membangun Rumah Singgah ke-4 di Kemanggisan, Jakarta Barat, yang akan diperuntukkan bagi keluarga pasien anak dari RS Jantung Harapan Kita, RS Anak dan Bunda Harapan Kita, serta RS Kanker Dharmais.

Ketua Yayasan RMHC Indonesia, Caroline Djajadiningrat, mengatakan, “Kami percaya setiap langkah yang diambil para pelari adalah simbol dari perjalanan menuju masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia. Rumah singgah bukan sekadar tempat tidur, tetapi ruang harapan di tengah perjuangan. Melalui partisipasi ini, kami ingin menyampaikan pesan tentang empati, dukungan, dan kebersamaan.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rumah singgah yang akan dibangun ini dirancang memiliki 66 kamar dan fasilitas pendukung yang nyaman. Kehadirannya ditujukan untuk mendekatkan keluarga pada anak-anak mereka selama masa pengobatan dan meminimalkan beban ekonomi yang selama ini menjadi penghalang utama bagi banyak keluarga.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PERKI (Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia), serta dorongan dari publik, Yayasan RMHC berharap lebih banyak masyarakat yang terlibat, baik sebagai relawan, donatur, maupun penyebar pesan. Ini bukan sekadar soal lari, tapi tentang membawa harapan bagi anak-anak yang sedang berjuang untuk sembuh. 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Remontada Jalur Sanksi, Saingan Persib di ACL Two Resmi Dapat Hukuman WO dari AFC

Remontada Jalur Sanksi, Saingan Persib di ACL Two Resmi Dapat Hukuman WO dari AFC

Persib Bandung dan Tampines Rovers sama-sama kalah di laga leg pertama dari lawan mereka, Ratchaburi FC dan Cong An Ha Noi FC pada Rabu (11/2/2026) lalu.
Berita Foto: Umat Tridharma Khusyuk Rayakan Imlek 2577 di Vihara Dharma Bhakti

Berita Foto: Umat Tridharma Khusyuk Rayakan Imlek 2577 di Vihara Dharma Bhakti

Suasana hikmat dan khusyuk terpancar di Vihara Dharma Bhakti, Glodok, Jakarta Barat, Selasa (17/2/2026).
Emil Audero Gigit Jari, Kiper Keturunan Bali ini Bisa Jadi Pilihan Baru John Herdman untuk Timnas Indonesia

Emil Audero Gigit Jari, Kiper Keturunan Bali ini Bisa Jadi Pilihan Baru John Herdman untuk Timnas Indonesia

Kiper keturunan Bali menjalani trial di Atletico Madrid dan berpotensi jadi opsi baru Timnas Indonesia. Simak selengkapnya.
Imlek di Kampung Tambak Bayan Surabaya Digelar Meriah, Ada Tradisi Unjung-unjung Mirip Lebaran

Imlek di Kampung Tambak Bayan Surabaya Digelar Meriah, Ada Tradisi Unjung-unjung Mirip Lebaran

Warga Kampung Pecinan Tambak Bayan, Surabaya, merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Tahun Kuda Api dengan penuh kesederhanaan dan kemeriahan.
Sebanyak 355 Pekerja Datangi Kantor PT Swadaya Indo Palma, Tolak PHK Mendadak Jelang Ramadhan

Sebanyak 355 Pekerja Datangi Kantor PT Swadaya Indo Palma, Tolak PHK Mendadak Jelang Ramadhan

Sebanyak 355 pekerja mendatangi kantor PT Swadaya Indo Palma di Sungai Rengit, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, setelah mengaku diberhentikan seca
Persiapan Ramadhan 2026, Fuji Bilang Ingin Belajar Masak untuk Suami

Persiapan Ramadhan 2026, Fuji Bilang Ingin Belajar Masak untuk Suami

​​​​​​​Persiapan Ramadhan 2026, Fuji bilang ingin belajar masak untuk suami. Fuji juga cerita soal Gala hingga keinginan belajar masak untuk suami jelang ramadhan.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

Ramalan Tahun Kuda Api 2026 menyebut lima shio berpotensi cuan besar. Simak daftar shio paling hoki secara finansial menurut VN Express.
Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut  Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Akses jalur alternatif menurun dari Jalan Lingkar Interchange Tanjungpura ke jalan raya Tanggul Rawagabus akhirnya ditutup permanen
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT