News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diabetes Menjauh dan Gula Darah Stabil, Cukup Minum ini Sebelum Makan Enak Kata dr Zaidul Akbar

dr. Zaidul Akbar ungkap cara sederhana cegah lonjakan gula darah. Minum cuka apel sebelum makan bisa bantu stabilkan gula dan jauhi diabetes.
Senin, 18 Agustus 2025 - 14:41 WIB
dr Zaidul Akbar
Sumber :
  • YouTube/drzaidulakbarofficial

tvOnenews.com - Diabetes menjadi salah satu penyakit kronis yang banyak ditakuti karena dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Salah satu faktor pemicu utama diabetes adalah pola makan yang tidak seimbang, terutama konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, dr. Zaidul Akbar, seorang praktisi kesehatan berbasis herbal dan sunnah, memberikan tips sederhana untuk membantu mencegah lonjakan gula darah setelah makan enak.

Menurut dr. Zaidul Akbar, kunci utama kesehatan tubuh terletak pada pola konsumsi harian.

Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan asupan dengan prinsip 80:20.

“Kalau Anda ingin makan roti atau makanan manis lainnya, silakan saja, karena wajar sebagai manusia kita punya keinginan. Namun, jangan terlalu sering. Buat polanya, 80% yang masuk ke tubuh adalah makanan sehat, dan sisanya 20% boleh cheat,” ujarnya melalui kanal YouTube pribadinya.

Salah satu cara sederhana untuk mengurangi risiko lonjakan gula darah adalah dengan mengonsumsi minuman fermentasi sebelum makan makanan tinggi gula.

dr. Zaidul Akbar menjelaskan bahwa cukup dengan segelas air dicampur satu sendok teh cuka apel bisa memberikan manfaat besar.

“Nah, air satu gelas, lalu tambahkan satu sendok teh cuka apel. Bisa juga diganti dengan cuka nanas, classic enzim, atau cairan fermentasi lain yang bersifat probiotik. Minumlah sebelum makan makanan tinggi gula. Cara ini akan membantu menahan lonjakan gula darah,” jelasnya.

Minuman fermentasi seperti cuka apel mengandung enzim dan probiotik alami yang membantu memperlambat penyerapan gula dalam tubuh.

Dengan begitu, kadar gula darah tetap lebih stabil meski seseorang sesekali mengonsumsi makanan manis atau tinggi karbohidrat.

dr. Zaidul Akbar mengingatkan bahwa lonjakan gula darah yang terlalu tinggi bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius.

“Efek dari lonjakan gula yang tinggi itu banyak, dan banyak orang tidak sadar. Padahal ini masalah besar. Kalau Anda disiplin menerapkan cara ini, banyak penyakit bisa Anda hindari,” tegasnya.

Ketika gula darah melonjak, tubuh akan memproduksi lebih banyak insulin untuk membantu memasukkan gula ke dalam sel.

Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, sensitivitas insulin bisa menurun dan akhirnya memicu resistensi insulin, salah satu pintu masuk menuju diabetes tipe 2.

Selain mengonsumsi minuman fermentasi sebelum makan, dr. Zaidul Akbar juga menekankan pentingnya menambah serat dalam pola makan sehari-hari.

Menurutnya, salah satu cara mudah adalah dengan menambahkan biji-bijian pada nasi atau makanan pokok lainnya.

“Apa maksud dikurangi? Maksudnya, kurangi kalori dari karbohidrat olahan. Misalnya nasi atau tepung-tepungan, bisa ditambahkan biji-bijian. Sekarang banyak produk tambahan untuk nasi yang kaya serat. Serat ini yang akan membantu menstabilkan gula darah,” jelasnya.

Serat berfungsi memperlambat penyerapan glukosa dalam usus, sehingga gula darah tidak langsung melonjak drastis setelah makan.

Selain itu, makanan tinggi serat juga membuat rasa kenyang lebih lama, membantu mengurangi kebiasaan ngemil berlebihan yang seringkali menjadi penyebab naiknya kadar gula darah.

Kesehatan tidak hanya ditentukan oleh obat atau terapi medis, melainkan juga pola hidup sehari-hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi yang ingin tetap bisa menikmati makanan enak tanpa khawatir gula darah melonjak, tips ini bisa dijadikan solusi praktis.

Asalkan dilakukan dengan disiplin, gula darah akan lebih stabil, insulin bekerja optimal, dan risiko penyakit kronis bisa ditekan secara alami. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT