Benarkan Makan Udang Bisa Menstabilkan Gula Darah dan Cegah Diabetes? Simak Faktanya!
- Sumber : Pexels/Dana Tentis
tvOnenews.com - Siapa yang tidak suka dengan seafood, khususnya udang? Selain rasanya lezat, udang sering diklaim mampu membantu menstabilkan gula darah dan bahkan mencegah diabetes.
Namun, apakah benar udang memiliki manfaat sebesar itu untuk penderita diabetes?
Faktanya, banyak mitos beredar mengenai hubungan antara konsumsi udang, gula darah, dan risiko diabetes. Mari kita bahas berdasarkan penjelasan medis dan hasil penelitian.
Fakta Tentang Seafood dan Diabetes
Menurut alodokter.com, “Faktanya, beberapa jenis seafood boleh bahkan bermanfaat untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Meski begitu, jenis dan porsinya memang tetap perlu diperhatikan.”
Seafood memang dikenal sebagai sumber protein, lemak baik, vitamin, serta mineral.
Kandungan asam lemak omega-3 di dalam seafood sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).
Hal ini penting karena penderita diabetes sering kali berisiko mengalami masalah kardiovaskular.
Beberapa pilihan seafood yang baik untuk penderita diabetes antara lain:
- Ikan salmon yang kaya omega-3 untuk kesehatan otak dan jantung.
- Ikan nila laut yang murah, mudah didapat, dan dapat membantu tubuh merespons hormon insulin.
- Udang yang rendah kalori serta kaya yodium dan omega-3.
- Tiram yang bisa menurunkan risiko komplikasi jantung.
- Kerang dengan kandungan magnesium untuk membantu tubuh menggunakan insulin lebih efektif.
- Rumput laut dengan serat, fucoxantin, dan alginat untuk menstabilkan gula darah.
Benarkah Udang Bisa Menstabilkan Gula Darah?
Mitos yang beredar mengatakan bahwa udang bisa menstabilkan gula darah sehingga baik untuk penderita diabetes.
Namun, menurut penjelasan dr. Verawati Sudarma, M.Gizi, Sp.Gk (Spesialis Gizi Klinik) dalam kanal YouTube Hidup Sehat tvOne.
“Itu adalah mitos. Sayangnya walaupun di dalam udang tidak mengandung karbohidrat tetapi belum ada penelitian yang pasti tentang hubungan konsumsi udang dengan penurunan atau pencegahan penyakit diabetes,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, “Adapun penelitian yang telah diadakan saat ini biasanya menghubungkan antara konsumsi seafood dengan kejadian diabetes antara lain perbaikan profil gula darah, penurunan dari risiko diabetes, dan juga peningkatan dari resistensi insulin. Tetapi penelitian tersebut melihat secara umum efek dari konsumsi seafood tidak hanya terbatas dengan konsumsi udang saja.”
Artinya, manfaat seafood terhadap pengendalian diabetes memang ada, tetapi belum ada penelitian spesifik yang menunjukkan bahwa udang dapat langsung menstabilkan gula darah atau mencegah diabetes.
Cara Tepat Mengonsumsi Udang untuk Penderita Diabetes
Walau belum terbukti secara langsung mampu menstabilkan gula darah, udang tetap aman dikonsumsi penderita diabetes selama dalam batas wajar. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Perhatikan porsi – Dalam seminggu, konsumsi seafood dianjurkan 2 porsi. Jangan berlebihan.
2. Pilih teknik masak sehat – Hindari menggoreng dengan banyak minyak atau menambahkan garam berlebihan. Lebih baik dikukus, direbus, atau dipanggang.
3. Kombinasikan dengan makanan sehat lain – Konsumsi udang bersama sayuran hijau dan sumber serat lain agar kadar gula darah lebih stabil.
4. Kontrol kolesterol – Meski rendah kalori, udang mengandung kolesterol cukup tinggi, jadi tetap batasi jumlahnya agar tidak menimbulkan masalah jantung.
Mengonsumsi udang memang bisa menjadi pilihan makanan yang sehat bagi penderita diabetes karena rendah kalori, kaya protein, yodium, dan omega-3.
Namun, klaim bahwa udang bisa menstabilkan gula darah dan mencegah diabetes masih sebatas mitos.
Seperti yang ditegaskan dr. Verawati, “Belum terdapat rekomendasi bagaimana udang berhubungan dengan penyakit diabetes melitus. Sudah jelas ya mitos dan fakta mengonsumsi udang.”
Jadi, bagi penderita diabetes, konsumsi udang tetap boleh dilakukan asal dalam porsi wajar dan diolah dengan cara yang sehat.
Yang paling penting, tetap menjaga pola makan seimbang, rajin olahraga, serta memantau kadar gula darah secara rutin.
(anf)
Load more