GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tips Mengatur Pola Makan Harian agar Gula Darah Tidak Naik Drastis, Cocok untuk Penderita Diabetes

Dokter ungkap cara atur pola makan agar gula darah tidak melonjak. Jadwal makan teratur dengan kombinasi sayur, protein, dan karbohidrat kompleks.
Selasa, 2 Desember 2025 - 10:31 WIB
Ilustrasi Diabetes
Sumber :
  • Gemini AI

tvOnenews.com - Menjaga kadar gula darah tetap stabil bukan hanya bergantung pada obat, tetapi juga sangat ditentukan oleh pola makan sehari-hari.

Banyak orang dengan diabetes atau prediabetes mengalami lonjakan gula darah setelah makan karena kesalahan dalam mengatur waktu makan dan komposisi piringnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal, menurut dr. Hans Tandra, dokter spesialis penyakit dalam sekaligus edukator kesehatan dari kanal Good Talk TV, mengatur pola makan sebenarnya sederhana jika dilakukan dengan disiplin dan pemahaman yang tepat.

Dalam penjelasannya, dr. Hans menekankan bahwa kunci utama menjaga kadar gula darah adalah keteraturan waktu makan dan komposisi makanan yang seimbang.

"Kita makan harus kenyang, karena kalau tidak kenyang nanti ngemil lagi. Yang jahat itu ngemil,” ujarnya.

Ngemil sembarangan, terutama makanan manis atau olahan tepung, menjadi penyebab utama lonjakan gula darah pada banyak orang.

Ilustrasi Jadwal Makan untuk Penderita Diabetes
Ilustrasi Jadwal Makan untuk Penderita Diabetes
Sumber :
  • Freepik/drobotdean

Menurut dr. Hans, tubuh membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam jam untuk mencerna makanan dengan baik sebelum siap menerima makanan berikutnya.

Karena itu, pola makan yang disarankan adalah tiga kali makan utama, pagi, siang, dan malam dengan jarak ideal sekitar 5-6 jam.

“Makan pagi tutup jam 7 pagi, makan siang tutup jam 1 siang, dan makan malam tutup jam 7 malam,” jelasnya.

Dengan jadwal seperti itu, tubuh diberi waktu cukup untuk memproses makanan secara optimal, tanpa menumpuk gula darah berlebihan di antara jam makan.

Ia juga menambahkan bahwa porsi makan perlu disesuaikan dengan aktivitas tubuh. Saat pagi hari, ketika aktivitas sedang tinggi, seseorang disarankan makan seperti raja, dengan porsi yang lebih banyak.

Siang hari, porsi dikurangi sedikit, sedangkan malam hari cukup makan ringan, karena tubuh tidak banyak bergerak dan energi yang dibutuhkan pun lebih sedikit.

Hal yang sering diabaikan oleh penderita diabetes adalah komposisi makanan dalam satu piring.

Dr. Hans menekankan bahwa semua zat gizi harus ada, tetapi dalam proporsi yang seimbang.

“Piring harus ada karbohidrat, protein, lemak, dan serat,” katanya.

50% isi piring adalah sayur dan serat. Ini penting untuk memperlambat penyerapan gula dan meningkatkan rasa kenyang lebih lama.

25% isi piring adalah lauk berprotein rendah lemak. Pilih sumber protein seperti dada ayam tanpa kulit, ikan, tahu, atau tempe.

Hindari santan, gorengan, jeroan, serta batasi kuning telur dan seafood seperti udang atau kepiting.

25% sisanya adalah karbohidrat kompleks. Pilih nasi merah, kentang rebus, atau roti gandum, bukan karbohidrat olahan.

Selain itu, porsi karbohidrat perlu dikurangi seiring waktu makan. Dr. Hans menyarankan, pagi hari: 6-7 sendok nasi, siang hari 4-5 sendok nasi, malam hari 0-1 sendok nasi saja.

Dengan cara ini, asupan kalori menurun secara bertahap dari pagi ke malam, membantu menjaga metabolisme tetap seimbang dan gula darah tidak melonjak tinggi di malam hari.

Prinsip yang perlu diingat adalah “high fiber, low fat, low calorie”.

“Sayurnya banyakin, apalagi buat orang kantoran yang banyak duduk. Protein pilih yang rendah lemak supaya tidak mengganggu ginjal dan jantung,” tambahnya.

Serat yang tinggi dari sayuran juga membantu memperlambat proses penyerapan karbohidrat, sehingga kadar gula darah meningkat lebih stabil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain pola makan, dr. Hans juga menyoroti beberapa kebiasaan yang perlu dihindari, seperti makan sambil bermain ponsel, langsung tidur setelah makan malam, dan mengonsumsi minuman manis berkalori tinggi.

Ia mengingatkan bahwa metabolisme tubuh melambat di malam hari, sehingga makanan berat di waktu tersebut berpotensi meningkatkan kadar gula darah secara signifikan. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Sidang Isbat Penetapan Lebaran 2026, BRIN: Hilal Belum Berhasil Terlihat

Jelang Sidang Isbat Penetapan Lebaran 2026, BRIN: Hilal Belum Berhasil Terlihat

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) belum menetapkan jatuhnya 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Selama Sepekan Periode Posko Angkutan Lebaran, Bandara Juanda Layani 266.910 Penumpang

Selama Sepekan Periode Posko Angkutan Lebaran, Bandara Juanda Layani 266.910 Penumpang

Sejak dimulainya masa angkutan lebaran 2026, dari 13-18 Maret 2026, tercatat jumlah penumpang sebanyak 266.910, naik 2.9 % dibandingkan dengan tahun lalu.
Mengenang Sosok Michael Bambang Hartono, Bos Djarum dan BCA yang Wafat di Singapura

Mengenang Sosok Michael Bambang Hartono, Bos Djarum dan BCA yang Wafat di Singapura

Michael Bambang Hartono wafat di Singapura. Simak profil bos Djarum dan pemilik BCA yang sukses bangun konglomerasi besar di Indonesia.
Anggota DPD Beri Rekomendasi Satgas Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran

Anggota DPD Beri Rekomendasi Satgas Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran

Menjelang Idulfitri, Satuan Tugas (Satgas) Pangan melakukan pengawasan harga dan distribusi bahan pokok.
Jadi Salah Satu Rider yang Sudah Pernah Jajal Sirkuit Goiania, Luca Marini Akui Sudah Tak Sabar Hadapi MotoGP Brasil 2026

Jadi Salah Satu Rider yang Sudah Pernah Jajal Sirkuit Goiania, Luca Marini Akui Sudah Tak Sabar Hadapi MotoGP Brasil 2026

Rider andalan tim Honda asal Italia, Luca Marini, mengaku antusias menghadapi MotoGP Brasil 2026 di Sirkuit Goiania yang kembali masuk kalender balap musim ini.
Agen Megawati Hangestri Ungkap Alasan Sebenarnya yang Buat Bintang Voli Indonesia Itu Tak akan Kembali ke V League Musim Depan

Agen Megawati Hangestri Ungkap Alasan Sebenarnya yang Buat Bintang Voli Indonesia Itu Tak akan Kembali ke V League Musim Depan

Nama Megawati Hangestri kembali menjadi perbincangan hangat di Korea Selatan setelah bintang voli Indonesia itu dirumorkan akan kembali bermain di V League.

Trending

Resmi! AFC Akhirnya Umumkan Sanksi Cukup Berat untuk Persib usai Laga Panas kontra Ratchaburi FC di ACL 2, Maung Bandung Dapat Hukuman Apa Saja?

Resmi! AFC Akhirnya Umumkan Sanksi Cukup Berat untuk Persib usai Laga Panas kontra Ratchaburi FC di ACL 2, Maung Bandung Dapat Hukuman Apa Saja?

AFC resmi jatuhkan sanksi untuk Persib Bandung usai laga panas kontra Ratchaburi FC.
RESMI! Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026

RESMI! Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026

Resmi, Arab Saudi menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026.
Malam Takbiran 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Berikut Jadwal Versi Muhammadiyah, NU dan Pemerintah

Malam Takbiran 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Berikut Jadwal Versi Muhammadiyah, NU dan Pemerintah

Lebaran sebentar lagi, jelang Hari Raya Idul Fitri terdengar lantunan takbir sebagai bentuk kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh
Media Bulgaria Sebut Tim Top Liga Inggris dan Jerman Manyun Gara-Gara Indonesia: Tidak Ada Jaminan 100 Persen

Media Bulgaria Sebut Tim Top Liga Inggris dan Jerman Manyun Gara-Gara Indonesia: Tidak Ada Jaminan 100 Persen

Media Bulgaria mengungkap bahwa sebuah tim top Liga Inggris dan satu dari kasta kedua Liga Jerman “cemberut” kepada Indonesia. Hal ini beriringan dengan keputusan pelatih Timnas Bulgaria, Aleksandar Dimitrov.
Warga Palembang Rayakan Lebaran Lebih Cepat Usai Gunakan Rukyat Global

Warga Palembang Rayakan Lebaran Lebih Cepat Usai Gunakan Rukyat Global

Sejumlah warga Palembang Sumatera Selatan, telah menunaikan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah hari ini Kamis (19/3/2026).
Jurus Ampuh Jawab Pertanyaan "Kapan Nikah?" dan "Kapan Punya Anak?" Saat Lebaran

Jurus Ampuh Jawab Pertanyaan "Kapan Nikah?" dan "Kapan Punya Anak?" Saat Lebaran

Momentum kumpul keluarga saat Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu seluruh umat muslim.
Sidang Isbat Tuntas Berlangsung, Lebaran Ditetapkan pada 20 Maret 2026, Arab Saudi Puasa 30 Hari

Sidang Isbat Tuntas Berlangsung, Lebaran Ditetapkan pada 20 Maret 2026, Arab Saudi Puasa 30 Hari

Sidang Isbat penetapan awal 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 tuntas berlangsung di Arab Saudi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT