News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mahal Bukan Berarti Bagus, Begini Cara Memilih Susu Formula yang Tepat untuk Buah Hati

Memilih susu formula untuk anak kerap menjadi dilema bagi banyak orang tua, terutama ketika ASI tidak dapat diberikan secara optimal. Menyadari hal tersebut dr Jeffry Kristiawan -
Rabu, 14 Januari 2026 - 15:29 WIB
Ilustrasi - susu formula (sufor).
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Memilih susu formula untuk anak kerap menjadi dilema bagi banyak orang tua, terutama ketika ASI tidak dapat diberikan secara optimal.

Menyadari hal tersebut dr Jeffry Kristiawan secara khusus membahas panduan pemberian dan pemilihan susu formula yang tepat untuk buah hati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam penjelasannya, dr Jeffry menegaskan bahwa ASI tetap menjadi nutrisi terbaik bagi bayi. Namun, ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat seorang anak terpaksa harus mendapatkan susu formula sebagai alternatif.

Kolase foto dr Jeffry Kristiawan - Ilustrasi susu formula bayi
Kolase foto dr Jeffry Kristiawan - Ilustrasi susu formula bayi
Sumber :
  • Tangkapan layar - Freepik

“Sebenarnya sebagus-bagusnya dan semahal-mahalnya susu formula, tetap yang paling baik adalah ASI. Tapi memang ada beberapa kondisi yang membuat si kecil tidak bisa mendapatkan ASI eksklusif,” jelasnya dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Ensiklopedia Dokter, Rabu (14/1/2026).

Kondisi Bayi yang Membutuhkan Susu Formula

dr Jeffry memaparkan, salah satu kondisi yang mengharuskan bayi mendapatkan susu formula adalah kelahiran prematur. Bayi prematur, yakni bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu, secara fisik dan nutrisi belum siap hidup di luar rahim.

“ASI ibu yang melahirkan prematur biasanya belum matang secara kualitas dan nutrisinya. Karena itu, bayi prematur sering kali dirawat di rumah sakit dan diberikan susu formula khusus sampai ASI ibu siap,” paparnya.

Selain itu, bayi prematur juga membutuhkan asupan nutrisi lebih untuk mengejar berat badan ideal. Oleh karena itu, susu formula khusus prematur diberikan secara bertahap hingga akhirnya dapat digantikan dengan ASI.

Kondisi lain yang memerlukan susu formula adalah galaktosemia, yakni gangguan metabolisme di mana tubuh bayi tidak mampu mengolah galaktosa menjadi energi.

“Galaktosa itu gula yang terkandung dalam ASI dan susu sapi. Kalau bayi galaktosemia tetap diberi ASI atau susu sapi, bisa berdampak buruk dan merusak organ tubuh,” ujar dr Jeffry.

Dalam kasus ini, bayi biasanya diberikan susu khusus seperti susu kedelai dan dilarang mengonsumsi ASI maupun susu berbasis sapi.

Selain itu, ibu dengan kondisi medis tertentu seperti HIV juga dianjurkan tidak memberikan ASI secara langsung karena berisiko menularkan virus kepada bayi. Produksi ASI yang sangat kurang atau kualitas nutrisi ASI yang tidak mencukupi juga menjadi alasan medis pemberian susu formula.

Panduan Memilih Susu Formula yang Tepat

Ilustrasi - Susu Formula.
Ilustrasi - Susu Formula.
Sumber :
  • Istimewa

Terkait pemilihan susu formula, dr Jeffry mengingatkan agar orang tua memahami jenis-jenis susu formula yang tersedia.

Secara umum, susu formula terbagi menjadi susu berbasis protein sapi dan susu berbasis kedelai (soya).

Pada susu formula berbasis sapi, terdapat dua komponen protein utama, yakni whey dan kasein. Whey merupakan protein yang lebih mudah dicerna oleh bayi.

“Kalau memilih susu formula sapi, perhatikan perbandingan proteinnya. Idealnya 60 persen whey dan 40 persen kasein agar tidak memberatkan pencernaan bayi,” jelasnya.

Sementara itu, bagi anak yang mengalami alergi protein susu sapi—ditandai dengan ruam kemerahan, diare, kembung, atau sering muntah—disarankan beralih ke susu formula berbasis kedelai.

Selain itu, terdapat pula susu formula rendah laktosa atau bebas laktosa yang ditujukan bagi bayi dengan intoleransi laktosa. Gejala intoleransi ini biasanya berupa perut kembung, muntah, dan feses berlendir kehijauan.

Tidak Harus Mahal, yang Penting Cocok

dr Jeffry menekankan bahwa memilih susu formula tidak semata-mata soal merek atau harga. Menurutnya, mahal belum tentu cocok untuk setiap anak.

“Setiap anak berbeda. Ada yang penyerapannya bagus, ada yang tidak. Yang penting sesuai usia dan cocok dengan kondisi tubuh si kecil,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar susu formula selalu disesuaikan dengan rentang usia anak karena kebutuhan nutrisi bayi 0–6 bulan berbeda dengan anak usia satu tahun atau tiga tahun.

Jika setelah pemberian susu formula muncul tanda-tanda tidak cocok, orang tua dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi yang tepat.

“Masa dua tahun pertama adalah golden period perkembangan otak anak. Nutrisi sangat menentukan tumbuh kembang dan kecerdasannya,” pungkas dr Jeffry.

BPOM Tarik Susu Formula Nestle

Terbaru, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan PT Nestlé Indonesia menghentikan distribusi susu formula S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0–6 bulan. 

Langkah ini diambil menyusul notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) terkait potensi risiko keamanan pangan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan penarikan dilakukan terhadap produk formula bayi produksi Nestlé Suisse SA Pabrik Konolfingen, Swiss, yang terindikasi menggunakan bahan baku arachidonic acid (ARA) oil tertentu dengan potensi cemaran toksin cereulide.

“Berdasarkan penelusuran data importasi BPOM, dua bets produk formula bayi terdampak tersebut telah diimpor ke Indonesia. Namun, hasil pengujian terhadap sampel dari kedua bets menunjukkan bahwa toksin cereulide tidak terdeteksi (limit of quantitation/LoQ < 0,20 µg/kg),” kata Taruna di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Meski hasil uji laboratorium di Indonesia susu formula S-26 Promil Gold pHPro 1 tidak ditemukan cemaran, BPOM menegaskan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian mengingat konsumen produk tersebut adalah bayi.

“Kami tetap mengambil langkah pengamanan meskipun hasil pengujian menunjukkan tidak terdeteksi cemaran,” ujar Taruna.

Sebagai tindak lanjut, PT Nestlé Indonesia telah melakukan penarikan sukarela terhadap seluruh produk formula bayi dengan nomor bets terdampak di bawah pengawasan BPOM. 

Peringatan global juga telah dikeluarkan oleh EURASFF bersama The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Taruna menjelaskan, toksin cereulide merupakan toksin yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus dan bersifat tahan panas.

“Paparan toksin ini dapat menimbulkan gejala cepat, umumnya 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi, berupa muntah hebat atau persisten, diare, serta kelesuan yang tidak biasa,” katanya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo-Gibran Hadiri Puncak HUT ke-28 PAN, Zulhas Singgung Alasan PAN Setia

Prabowo-Gibran Hadiri Puncak HUT ke-28 PAN, Zulhas Singgung Alasan PAN Setia

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri acara Puncak HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) pada malam ini.
Terbongkar dari Ponsel Tersangka, Polisi Temukan 18,4 Kg Sabu dan 10.508 Ekstasi di Kontrakan Bekasi

Terbongkar dari Ponsel Tersangka, Polisi Temukan 18,4 Kg Sabu dan 10.508 Ekstasi di Kontrakan Bekasi

Polisi mengungkap jaringan narkoba dalam Operasi Nila Jaya 2026. Dari ponsel satu tersangka, ditemukan 18,4 kg sabu dan 10.508 butir ekstasi.
Lemak Tubuh Rontok Alami Tanpa Sedot Lemak, dr Zaidul Akbar Sebut Kunci Keberhasilannya

Lemak Tubuh Rontok Alami Tanpa Sedot Lemak, dr Zaidul Akbar Sebut Kunci Keberhasilannya

Menurunkan berat badan dan mengecilkan perut buncit sering kali menjadi tantangan besar. dr Zaidul Akbar, membagikan tips jitu lunturkan lemak dalam tubuh.
Warkop di Cengkareng Digerebek, Polisi Temukan 2.164 Obat Keras Ilegal dan Uang Rp725 Ribu

Warkop di Cengkareng Digerebek, Polisi Temukan 2.164 Obat Keras Ilegal dan Uang Rp725 Ribu

Polisi menggerebek warkop di Cengkareng yang diduga menjadi lokasi transaksi obat keras ilegal. Ribuan pil Hexymer, Tramadol, dan Alprazolam diamankan.
5 Zodiak Paling Beruntung dalam Karier Pekan Depan, 21-27 September 2026: Gemini Ada Gebrakan Menarik

5 Zodiak Paling Beruntung dalam Karier Pekan Depan, 21-27 September 2026: Gemini Ada Gebrakan Menarik

Berikut 5 zodiak yang paling beruntung dalam karier pekan depan, 21-27 September 2026: Gemini siap-siap ada gebrakan menarik.
Tjandra Sridjaja Terpilih Aklamasi Pimpin AAI 2026–2031, Soroti Sistem Multibar dan Etika Advokat

Tjandra Sridjaja Terpilih Aklamasi Pimpin AAI 2026–2031, Soroti Sistem Multibar dan Etika Advokat

Prof. Dr. KPHA. Tjandra Sridjaja Pradjonggo, S.H., M.H., terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) periode 2026–2031 dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) AAI di Surabaya

Trending

Prabowo-Gibran Hadiri Puncak HUT ke-28 PAN, Zulhas Singgung Alasan PAN Setia

Prabowo-Gibran Hadiri Puncak HUT ke-28 PAN, Zulhas Singgung Alasan PAN Setia

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri acara Puncak HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) pada malam ini.
KPK Bongkar Dugaan Suap di Kementerian ATR/BPN, Ini Sorotan Tajam Praktisi Hukum

KPK Bongkar Dugaan Suap di Kementerian ATR/BPN, Ini Sorotan Tajam Praktisi Hukum

KPK sedang melakukan penelusuran pasca rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Baru Sehari Jualan, Pengusaha Foodtruck di Yogyakarta Ungkap Kena Pungli Parkir Rp2,5Juta/hari Hingga Beri Jatah Makan Preman dan Polisi

Baru Sehari Jualan, Pengusaha Foodtruck di Yogyakarta Ungkap Kena Pungli Parkir Rp2,5Juta/hari Hingga Beri Jatah Makan Preman dan Polisi

Pengusaha kuliner di Yogyakarta mengungkap pengalaman pahitnya saat membuka usaha foodtruck di kawasan Alun-alun Kidul (Alkid).
Jurgen Klopp Panggil 44 Pemain Timnas Jerman, Siapkan Dua Skuad untuk UEFA Nations League

Jurgen Klopp Panggil 44 Pemain Timnas Jerman, Siapkan Dua Skuad untuk UEFA Nations League

Jurgen Klopp langsung membuat gebrakan setelah resmi menangani Timnas Jerman. Pelatih anyar Die Mannschaft tersebut memanggil 44 pemain untuk UEFA Nations League.
Terpopuler: Kronologi Wanita Ditendang saat Antre Baso A Fung hingga Rekor Baru Lionel Messi

Terpopuler: Kronologi Wanita Ditendang saat Antre Baso A Fung hingga Rekor Baru Lionel Messi

Sejumlah berita jadi perhatian pembaca tvOnenews.com, Rabu (16/9), mulai dari kasus wanita ditendang saat mengantre Baso A Fung hingga rekor baru Lionel Messi.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 19 September 2026: Dapat Kabar Baik hingga Peluang Tak Terduga

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 19 September 2026: Dapat Kabar Baik hingga Peluang Tak Terduga

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki pada 19 September 2026: Ada yang dapat kabar baik hingga peluang tak terduga.
Ramalan Zodiak Cinta Besok Sabtu 19 September 2026: Leo Jadi Pusat Perhatian Malam Minggu, Scorpio Awas Provokasi Orang Luar

Ramalan Zodiak Cinta Besok Sabtu 19 September 2026: Leo Jadi Pusat Perhatian Malam Minggu, Scorpio Awas Provokasi Orang Luar

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Sabtu, 19 September 2026, membawa energi yang sangat dinamis untuk urusan hati. Beberapa zodiak diprediksi
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT