Mendadak Ingin Buang Air Besar Setelah Buka Puasa, Normal atau Tanda Masalah Pencernaan?
- Freepik
tvOnenews.com - Setelah seharian berpuasa, sebagian orang mungkin mengalami kejadian yang cukup mengganggu, seperti baru saja meneguk air atau makan takjil, tiba-tiba perut terasa mulas dan ingin buang air besar (BAB).
Kondisi ini sering membuat orang bertanya-tanya, apakah normal atau justru menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan?
Secara umum, rasa ingin BAB setelah berbuka puasa bisa terjadi karena perubahan aktivitas pada sistem pencernaan.
Saat berpuasa, lambung dan usus beristirahat dari proses mencerna makanan selama belasan jam.
Ketika makanan kembali masuk ke tubuh, sistem pencernaan mulai aktif bekerja kembali.
Namun, jika dorongan untuk BAB datang terlalu cepat atau bahkan disertai gejala lain seperti tinja cair, bisa jadi itu tanda diare.
Diare dan Gejalanya
Diare terjadi ketika seseorang buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan konsistensi tinja cair atau encer.
Kondisi ini sering disertai perut mulas, kram, mual, bahkan lemas. Bila dibiarkan tanpa penanganan, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang berisiko fatal, terutama saat tubuh sedang berpuasa dan kekurangan cairan.
1. Konsumsi makanan pedas dan berlemak
Salah satu penyebab paling umum munculnya keinginan mendadak untuk BAB setelah buka puasa adalah konsumsi makanan pedas atau berlemak.
Makanan pedas mengandung capsaicin yang bisa mengiritasi saluran pencernaan, sementara makanan berlemak sulit dicerna oleh usus.
Akibatnya, tubuh memproduksi lebih banyak cairan untuk membantu pencernaan, dan tinja pun menjadi lebih encer.
2. Konsumsi minuman berkafein
Minuman seperti kopi, teh, soda, atau minuman energi juga bisa menjadi pemicu.
Kafein memiliki efek stimulan dan pencahar yang dapat mempercepat gerakan usus.
Tak heran bila setelah minum kopi saat berbuka, sebagian orang langsung merasa ingin BAB.
3. Infeksi saluran pencernaan
Infeksi bakteri seperti E. coli, Clostridium difficile, atau parasit Giardia juga bisa menyebabkan diare saat puasa.
Infeksi ini biasanya terjadi karena mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Karena itu, penting memastikan kebersihan makanan dan mencuci tangan sebelum makan.
4. Intoleransi laktosa
Jika kamu sensitif terhadap susu dan produk olahannya, seperti keju atau yogurt, kemungkinan besar kamu mengalami intoleransi laktosa.
Tubuh yang tidak bisa mencerna laktosa dengan baik akan bereaksi dengan perut kembung, nyeri, dan diare setelah berbuka.
5. Efek samping obat-obatan
Beberapa obat, terutama antibiotik, juga bisa menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan.
Antibiotik bekerja dengan membunuh bakteri penyebab penyakit, tapi kadang juga mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus yang berfungsi menjaga pencernaan tetap sehat.
Jika kamu mengalami diare saat puasa, sebaiknya segera batalkan puasa untuk mencegah dehidrasi.
Minumlah air putih dan konsumsi makanan yang lembut seperti pisang dan nasi putih. Mengonsumsi oralit juga dianjurkan untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.
Selain itu, hindari makanan pedas, berlemak, minuman berkafein, serta makanan penghasil gas seperti brokoli dan kacang-kacangan.
Pastikan juga makanan yang kamu konsumsi saat berbuka sudah matang sempurna agar aman untuk lambung dan usus. (adk)
Load more