Tips Menjawab Pertayaan 'Horor' saat Lebaran, dari Kapan Nikah hingga Kapan Punya Anak
- freepik
Jakarta, tvOnenews.com - Merayakan Lebaran atau Idul Fitri merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim. Hal itu lantaran momen lebaran sering dijadikan waktu berkumpul dengan keluarga.
Namun di tengah-tengah momen berkumpul keluarga biasanya terlintas pertanyaan-pertanyaan 'horor', seperti kapan nikah, kapan punya anak hingga kapan lulus kuliah.
Melansir dari VIVA, seorang psikologi klinis Veronica Adesla mengatakan untuk menghadapi pertanyaan tersebut ia menyarankan agar menyiapkan mental yang kuat.
Tak hanya itu, Veronica juga meminta agar menanamkan mindset positif. Hal itu akan membuat Anda beranggapan jika ada yang bertanya artinya hal itu suatu bentuk kepedulian.
"Lalu, tanggapi dengan sikap yang juga positif dengan mengatakan untuk minta didoakan yang terbaik, atau dengan senyuman dan ucapan terima kasih sudah diperhatikan," kata Vero, Jumat (21/4/2023).
"Bisa juga dengan mengalihkan kepada pembicaraan atau obrolan yang lain, siapkan berbagai bahan obrolan yang seru untuk dibahas," sambungnya.
Lalu, perlukan menanyakan masalah pribadi kepada orang lain?
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Chandra Kirana mengatakan bahwa generasi yang lebih tua memang memiliki suatu pemahaman tentang lebih paham hidup. Hal itu membuatnya merasa perlu untuk menanyakan masa depan generasi muda. Namun sayangnya pemahaman tersebut seringkali dianggap mendikte.
Sedangkan generasi muda sering merasa memiliki energi atau minat menjalankan hidup dengan nilai pribadi, pilihan pribadi dan kapasitas.
"Bagi mereka, being single itu kesempatan untuk mengeksplorasi diri. Nah seringkali dua orientasi ini nggak ketemu," ucapnya, mengutip dari VIVA.
Bagi penanya, kesempatan bertemu seseorang di situasi seperti itu adalah momen yang baik untuk menjalankan keakraban.
Chandra memberikan saran agar penanya lebih baik bertanya tentang kabar, kesibukan daripada mengenai hal pribadi.
"Ajukan pertanyaan seputar hobi, kebiasaan, kesehatan dan lain-lain, dengan cara pembahasan yang ringan. Tentunya dalam posisi ini, kita perlu berempati juga dengan latar belakang usia dan kultur mereka yang bertanya,” pungkasnya. (ree)
Load more