News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kesaksian Ustaz Yahya Waloni tentang Polisi, Saat Ditahan Ternyata Diperlakukan Seperti ini oleh Polisi, Katanya... 

Ustaz Yahya Waloni mengungkapkan tentang polisi saat dirinya ditangkap dan ditahan, ternyata diperlakukan dengan baik. Ia pun sadar bahwa selama ini umat Islam telah dicuci otak untuk berbenturan dengan polisi
Selasa, 15 Agustus 2023 - 12:41 WIB
Kesaksian Ustaz Yahya Waloni tentang Polisi, Saat Ditahan Ternyata Diperlakukan Seperti ini oleh Polisi, Katanya...
Sumber :

tvonenews.com - Dalam salah satu tayangan podcastnya, Ustaz Derry Sulaiman berbincang dengan Ustaz Yahya Waloni.

Ustaz Yahya Waloni berkisah soal pengalamannya ditangkap dan ditahan oleh polisi karena dianggap ceramahnya terlalu keras.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Simak kisah Ustaz Yahya Waloni tentang polisi, saat dirinya ditahan di Mabes Polri berikut ini.

Kesaksian Ustaz Yahya Waloni tentang Polisi, Saat Ditahan Ternyata Diperlakukan Seperti ini oleh Polisi, Katanya...Source: YouTube Derry Sulaiman

Dilansir Selasa (15/08/23) dari tayangan YouTube channel Derry Sulaiman And Sahabat dengan judul "Kisah Inspiratif Dari Ust. M Yahya Waloni Bersama Derry Sulaiman," yang diunggah pada 20 Juli 2023.

"Ustaaz saya mau tanya, waktu dipenjara itu, keadaannya gimana? Sama Ustaz Maher bareng gak?," tanya Ustaz Derry Sulaiman. 

"Iya dipenjara sama. Tapi bloknya berbeda. Ada dua blok, ada blok narkoba, ada blok terpidana umum. Kalau saya di pidana umum, di bawah tanah penjaranya. Kebetulan dia diapit dengan VIP," jawab Ustaz Yahya Waloni.

Ustaz Yahya Waloni kemudian menjelaskan bahwa VIP itu tahanan-tahanan khusus, termasuk Jenderal Napoleon.

Ustaz Yahya Waloni terlebih dahulu bercerita tentang sakit yang dideritanya akibat terlalu banyak konsumsi kopi manis, yang sehari bisa mencapai 50 gelas. Hal tersebut membuatnya menderita pembengkakan jantung sehingga harus dirawat dirumah sakit. 

"Sebelum ditangkap, malamnya saya mimpi. Saya  didatangi banyak polisi. Pagi-paginya saya bilang sama istri anak saya, besok saya ditangkap ini," ujar Ustaz Yahya Waloni.

Mimpi dari Ustaz Yahya Waloni menjadi kenyataan pada keesokan harinya. 

"Yang datang jemput saya itu Kasubdit. Uh sopan sekali, sampai mereka bilang, gak sangka ternyat Ustaz keras ceramah tapi orangnya humoris. Itu hak bapak, dan ini tugas bapak (polisi). Minta maaf Ustaz, ini kan juga perintah pimpinan," ungkap Ustaz Yahya Waloni.

"Oh saya bilang gak papa. Karena kalau bapak (polisi) tidak laksanakan, ini etos. Pada akhirnya kerja bapak, sebagai seorang yang sudah disumpah kepolisian," pungkasnya lagi.

Ustaz Yahya Waloni menyampaikan bahwa para polisi tersebut was-was karena ceramah dirinya keras dan jika dirinya ditangkap akan mengundang keributan. 

"Saya bilang enggak. Saya kalau bicara hukum, saya terbina, terpimpin karena bapak saya itu seorang militer. Keluarga saya banyak yang tentara, banyak yang polisi," ungkap Ustaz Yahya Waloni.

"Gak papa bawa saja. Tapi ini kan Ustaz lagi sakit?. Saya kan dipertarungan dakwah ini sudah ikhlas, jangankan bapak mau tangkap. Mau mati hari ini pun, bapak tembak saya siap," terangnya menceritakan. 

Ustaz Yahya Waloni pun menceritakan bahwa pihak kepolisian sampai meminta untuk menunda penangkapan dirinya sampai ada surat panggilan. 

Namun Ustaz Yahya Waloni menolak, dan jika jamah tidak percaya, bisa tanyakan kepada Mabes Polri.

"Kombes berapa orang, AKBP, sampai jadi kawan sekarang, aktif kita. Lagi dakwah dimana? Jadi sohib. Sampai dibawa ke Mabes, diperjalanan, humor-humor kita. Tanya polisi-polisi itu," ungkap Ustaz Yahya Waloni.

Diperjanalan sampai di Mabes Polri, mulai dari Kasubdit, Brigjen, menyampaikan bahwa Ustaz Yahya Waloni kooperatif. 

"Ditanya polisi, Ustaz siapa pengacaranya? Malaikat Izrail yang pernah bertarung dengan berbagai lawan, iblis apa segala macam. Ketawa semua polisi itu," ujar Ustaz Yahya Waloni.

Ustaz Yahya Waloni mengungkapkan bahwa dirinya pasrah, dan tidak meminta pertolongan kepada siapapun. 

"Saya pendakwah yang tidak pernah meminta kepada siapapun. Dan saya sampai hari ini Walllahi, tak punya donatur. Bahkan saya bilang polisi-polisi di Mabes. Kalian tahan saya, bayar biaya anak sekolah sayal," ungkap Ustaz Yahya Waloni.

Menurut Ustaz Yahya Waloni bercerita bahwa kawan-kawan polisi takzim kepada para ulama

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya bukan ulama, mohon maaf, Wallahi. Saya diangkat dari lumpur kafir, dari musyrik yang paling dalam, mereka hormat sekali. Karena ana cari muka dihadapan Allah dengan jadi imam. Allahu Akbar, ana jadi imam, ana ceramah kuliah subuh, bahkan bantu dakwah-dakwah didalam penjara," ungkap Ustaz Yahya Waloni.

Ustaz Yahya Waloni mengisahkan bahwa ia pun sadar, jika selama ini umat Islam sudah dicuci otaknya, dengan cara berbenturan dengan polisi, sementara mereka takzim dan hormat betul kepada para ulama. 
(udn)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas
Pramono Ungkap Kasus Laporan Dibalas Foto AI di JAKI Bukan Pertama Kali Terjadi, Pelaku Orang yang Sama

Pramono Ungkap Kasus Laporan Dibalas Foto AI di JAKI Bukan Pertama Kali Terjadi, Pelaku Orang yang Sama

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan kasus tanggapan laporan palsu pada aplikasi JAKI bukan pertama kali terjadi.

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT