News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah dr Hastry bicara soal pengalaman didatangi korban kecelakaan AirAsia QZ8501 dalam mimpinya? seperti apa kisahnya?

dr Hastry mengungkapkan pengalamannya yang didatangi korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 pada 28 Desember 2014 silam. Ahli Forensik tersebut ungkap kondisi
Rabu, 15 November 2023 - 11:25 WIB
Kisah dr Hastry bicara soal pengalaman didatangi korban kecelakaan AirAsia QZ8501 dalam mimpinya seperti apa kisahnya
Sumber :
  • Kolase Tim tvOnenews

tvOnenews.com - dr Hastry ungkap hal terkait tragedi sembilan tahun lalu, yakni jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 yang merenggut nyawa ratusan penumpang di dalamnya.

Tragedi yang terjadi pada 28 Desember 2014 silam bermula saat pesawat AirAsia QZ8501 dinyatakan lost kontak setelah 50 menit mengudara dari Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur menuju Singapura.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pesawat tersebut dinyatakan hilang pada pukul 05.35 WIB, dan naasnya, 162 orang penumpang yang berada dalam pesawat tersebut, tewas dalam kecelakaan ini.

Ahli forensik dr Sumy Hastry Purwanti atau kerap disapa dr Hastry mengungkapkan pengalamannya saat terlibat dalam evakuasi para korban pesawat AirAsia QZ8501 yang membutuhkan waktu panjang.

Kondisi Bangkai Pesawat AirAsia QZ8501 Pasca Kecelakaan yang Ditemukan oleh Tim Evakuasi. (ANTARA) 

Kombes Pol. dr Sumy Hastry Purwanti lantas bercerita soal pengalamannya dalam YouTube Denny Darko saat dirinya didatangi oleh seorang korban dari kecelakaan dalam pesawat AirAsia QZ8501.

Saat dr Hastry bertugas mengevakuasi korban bencana kecelakaan pesawat tersebut, beberapa korban ditemukan dalam kondisi potongan tubuh yang terpisah akibat kerasnya benturan pesawat jatuh.

Akan tetapi proses identifikasi para korban menjadi sangat sulit lantaran potongan tubuh yang ditemukan di sekitar jenazah, belum tentu milik korban tersebut karena kondisinya yang sudah tidak utuh.

“Ya kan namanya orang meninggal bersamaan, (potongan tubuh) terlepas ternyata pas ditemukan jadi satu kan belum tentu punya dia kan," ungkap dr Hastry. 

"Dan hari kelima, keenam itu jenazah pasti hampir sama semua karena proses pembusukan,” sambungnya.

dr Sumy Hastry bersama tim forensik kemudian membuat sebuah kamar jenazah darurat di Rumah Sakit Umum Pangkalan Bun untuk memudahkan proses evakuasi korban kecelakaan pesawat AirAsia.  

“Dan saya akhirnya membuat Mortuary di Rumah Sakit Umum Pangkalan Bun. Jadi saya siapkan tuh apa aja yang harus tersedia disana,” tuturnya.  

Sesuai perintah komandan, Dokter Ahli Forensik memeriksa seluruh korban yang ditemukan langsung diperiksa di Rumah Sakit Umum Pangkalan Bun.   

“Perintah Komandan saya, seluruh tubuh jenazah yang ditemukan di Laut Jawa, di periksa dulu di Rumah Sakit Umum Pangkalan Bun. Setelah itu dikirim ke Surabaya, untuk di Identifikasi yang lebih lengkap,” terangnya.

Seluruh dokter ahli yang bertugas kemudian dikumpulkan di Surabaya untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hal ini dilakukan dengan tantangan untuk mengurangi proses pembusukan para jenazah korban saat dipindahkan ke Surabaya.

“Karena ahli-ahlinya akan dikumpulkan di Surabaya, dokter forensiknya, dokter onkologinya, INAFIS, dan DNA," papar dr Hastry.

"Dan saya menyiapkan itu semua jadi bagaimana jenazah itu tidak tambah busuk, karena kan butuh waktu untuk memindahkannya ke Surabaya,” terangnya menambahkan.

dr Hastry mengatakan bahwa hampir setiap hari jenazah selalu datang, dan proses evakuasi jenazah para korban sendiri memakan waktu hingga dua minggu lamanya.

Hal ini membuat tim forensik kewalahan dan membutuhkan tenaga tambahan untuk membantu pekerjaannya tersebut.  

“Dua minggu tuh, hampir tiap hari pasti ada jenazah bersama teman-teman di rumah sakit Pangkalan Bun," ungkap dr Hastry.

"Saya bersama dokter forensik cowok dibantu dengan orang sana yang belum pernah tahu. Jadi ini kita ngajarin untuk jadi teknisi (forensik),” pungkasnya lagi.

dr Sumy Hastry Purwanti ditugaskan untuk membantu evakuasi dan identifikasi korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 tersebut.

dr Hastry juga menyampaikan tentang mimpinya yang jadi kenyataan saat mengevakuasi jenazah para korban.

Menurut keterangan dr Hastry, salah seorang korban kecelakaan pesawat tersebut masuk kedalam mimpinya, kemudian menahan ahli forensik tersebut untuk kembali ke Surabaya.

dr Hastry Purwanti Mimpi Didatangi Korban Kecelakaan Pesawat AirAsia yang Jatuh. Kolase tim tvOnenews

Sebelumnya, Komandan dr Hastry sempat memberitahunya bahwa terdapat tim Disaster Victim Identification (DVI) yang berasal dari Abu Dhabi, Arab Saudi, Singapore, dan Malaysia untuk melihat proses evakuasi yang dilakukan oleh tim DVI Indonesia.

“Ditelepon Komandan saya, ada tim DVI dari Abu Dhabi, Arab Saudi, Singapore, dan Malaysia mau dateng," ujar dr Hastry.

"Mereka pengen tahu aja ingin dapat pengalaman dengan DVI Indonesia, karena kita sudah terkenal. Mereka ingin bergabung aja, kalau terjadi di negaranya mereka harus apa,” pungkasnya.  

Tim DVI yang berasal dari beberapa negara tersebut tentu diperbolehkan untuk melihat pengalaman DVI Indonesia dalam mengevakuasi para korban dan mencocokkan dengan panduan yang telah dimilikinya. 

“Boleh (saksikan proses), karena pengen tahu, bener nggak kerja DVI Indonesia ini sesuai Guideline yang mereka buat, karena hasil identifikasi itu sudah tidak bisa disanggah lagi,” terangnya.

Akan tetapi, sejak kedatangan tim DVI tersebut, dr Hastry justru diminta untuk kembali ke Surabaya.

“Karena kedatangan tim itulah dr Hastry diminta untuk pulang ke Surabaya. Karena sebagian besar teman-teman saya, saya kenal. Saya disuruh pulang ke Surabaya, dijadwalkan besoknya naik hercules. Karena nggak ada pesawat langsung dari Pangkalan Bun ke Surabaya,” papar dr Hastry. 

Ia lantas berencana untuk terbang dengan pesawat Hercules, sebab tak ada pesawat komersial dengan rute Pangkalan Bun-Surabaya.

Namun ternyata, satu hal terjadi saat malam sehari sebelum keberangkatannya ke Surabaya. 

Dokter Hastry justru bermimpi bertemu dengan salah seorang korban dari kecelakaan pesawat AirAsia tersebut.

“Pas malamnya saya dimimpiin, saya enggak tahu tuh kalau ada seorang antemortem yang katanya beliau orang pintar, mau mengobati secara spiritual di Singapura,” ungkapnya. 

Denny Darko lantas penasaran mendengar cerita mimpi dr Hastry dan bertanya soal korban yang dimaksud.  

“Jadi dia (korban) emang sering bolak balik Surabaya-Singapura?” tanya Denny Darko penasaran. 

“Iya, dia datang dalam mimpi saya, kalau besok ditemukan,” jawab dr Hastry. 

Dalam mimpinya tersebut, sang korban yang diduga orang pintar itu mengatakan bahwa besok dr Hastry akan menemukan jenazahnya pada akhir waktu pencarian oleh tim SAR di hari itu.

Sehingga korban pesawat jatuh tersebut melarangnya kembali ke Surabaya untuk bertemu dengan jenazahnya.

“Dia itu datang ke mimpi ibu dan mengantarkan kalau jenazahnya akan ditemukan?” ucap Denny Darko. 

“Iya, saya akan ditemukan besok, ibu jangan pulang dulu,” ujar dr Hastry menirukan perkataan korban di dalam mimpinya. 

Denny Darko juga bertanya soal identitas korban tersebut, apakah bagian wajahnya masih dapat dikenali dr Hastry atau tidak. 

“Wajahnya betul seperti yang ibu lihat?” Denny bertanya kembali. 

“Ya, setelah saya lihat antemortemnya, seutuhnya, lihat di medsos ternyata benar dia,” jawab Kombes Pol dr Hastry.

Denny Darko juga penasaran soal perasaan dr Hastry setelah memimpikan seorang antemortem tersebut. 

“Kalau lihat seperti itu apa enggak merinding?” tanya Denny Darko lagi.

Sebaliknya, dr Hastry justru sangat tertarik dan bersemangat untuk membuktikan hal tersebut hingga membatalkan perjalanannya menuju Surabaya. 

“Enggak (merinding), saya exciting saja, dan saya akhirnya meng-cancel keberangkatan saya ke Surabaya," ucapnya bersemangat.

"Nunggu sampai sore kan biasanya Basarnas nutup waktu pencarian sore. Saya tunggu, ternyata betul yang terakhir kali dia,” ujar dr Hastry.  

Kemudian dr Hastry juga mengatakan bahwa kondisi korban masih dalam keadaan bagus, sebab wajahnya masih dapat dikenali, bahkan hanya dalam mimpinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kondisi bagus, maksudnya dari wajahnya masih agak kelihatan itu dia. Tapi saya masih bisa mengenali itu dia yang datang dalam mimpi saya,” tutup dr Hastry. 

(udn)
Baca artikel tvOnenews.com terkini dan lebih lengkap, klik google news.

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Peruri Buka Pendaftaran Chip Hackathon 2026 untuk Mahasiswa

Peruri Buka Pendaftaran Chip Hackathon 2026 untuk Mahasiswa

Peruri membuka pendaftaran Peruri Chip Hackathon 2026 bagi mahasiswa di seluruh Indonesia.
Gudang Bulog Tak Muat Tampung Stok Beras Nasional yang Capai 4,8 Juta Ton, Cukup untuk Pangan hingga Akhir Tahun

Gudang Bulog Tak Muat Tampung Stok Beras Nasional yang Capai 4,8 Juta Ton, Cukup untuk Pangan hingga Akhir Tahun

Gudang-gudang milik Perum Bulog sudah tidak mampu lagi menampung stok beras nasional yang kini mencapai 4,8 juta ton. Bulog harus menyewa gudang swasta untuk menampung cadangan beras tersebut.
Profil Rahmat Erwin Abdullah, Peraih Medali Emas Asian Games 2026 dan Pemecah Rekor Dunia

Profil Rahmat Erwin Abdullah, Peraih Medali Emas Asian Games 2026 dan Pemecah Rekor Dunia

Profil Rahmat Erwin Abdullah, peraih medali emas angkat besi putra kelas 75 kilogram di Asian Games 2026 dan pemecah rekor dunia.
18 Kasus Influenza Tipe A Ditemukan di DIY, Warga Diminta Waspadai Flu Musiman Ini

18 Kasus Influenza Tipe A Ditemukan di DIY, Warga Diminta Waspadai Flu Musiman Ini

Sebanyak 18 kasus influenza tipe A ditemukan di wilayah DI Yogyakarta. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebut influenza yang ditemukan itu merupakan bagian dari flu musiman.
Revitalisasi Pasar Ngasem Yogyakarta, AirNav Indonesia Dorong Penguatan Penguatan Ekonomi dan Lanskap Budaya

Revitalisasi Pasar Ngasem Yogyakarta, AirNav Indonesia Dorong Penguatan Penguatan Ekonomi dan Lanskap Budaya

AirNav Indonesia mendorong penguatan ekonomi lokal melalui program revitalisasi Pasar Ngasem, Yogyakarta.
Kata Rahmat Erwin Abdullah Usai Persembahkan Medali Emas Kedua untuk Indonesia di Asian Games 2026

Kata Rahmat Erwin Abdullah Usai Persembahkan Medali Emas Kedua untuk Indonesia di Asian Games 2026

Lifter Indonesia yakni Rahmat Erwin Abdullah, berhasil meraih medali emas pada cabor angkat besi kelas 75kg Asian Games 2026 pada hari ini, Sabtu 26 September.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT