Mungkin Anda Belum Tahu, Berikut Daftar KSAD Berdarah Batak, Jenderal Ini Raih Gelar Pahlawan Nasional
- Istimewa
tvOnenews.com - Terdapat beberapa perwira TNI yang pernah mengemban jabatan sebagai KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat) dan juga berdarah batak.
Kini Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) diemban oleh Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang merupakan menantu dari Luhut Binsar Pandjaitan.
TNI AD menggelar upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dari Jenderal TNI Agus Subiyanto kepada Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Markas Besar (Mabes) Angkatan Darat, Jakarta Pusat, Jum'at (1/12/2023).Ā 
Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Fath Putra Mulya-Antara)
Prosesi Sertijab KSAD ditandai dengan penyerahan Panji-panji TNI AD Kartika Eka Paksi oleh Panglima TNI kepada Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Sertijab. Ā
Seusai menjalani prosesi tersebut, maka tongkat estafet jabatan KSAD kini resmi berpindah ke Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
KSAD merupakan pemimpin tertinggi di TNI AD dan jabatan tersebut diemban oleh Perwira Tinggi (Pati) TNI AD berpangkat Jenderal TNI (bintang empat).
Namun, di masa lalu, jabatan KSAD sempat diemban oleh tentara berpangkat Kolonel.
Berdasarkan catatan sejarah, jabatan KSAD sampai hingga saat ini sudah diemban oleh 53 perwira TNI.
Di mana dari jumlah tersebut, beberapa di antaranya berasal dari suku Batak.
Suku Batak juga merupakan kelompok etnik terbesar ketiga di Indonesia, berikut daftar KSAD yang berdarah batak bahkan ada yang mendapat gelar Pahlawan Nasional.
1. Kolonel Inf (Purn) Zulkifli Lubis
Zulkifli Lubis merupakan seorang Tentara Nasional Indonesia kelahiran Banda Aceh, Hindia Belanda, 26 Desember 1923.
Ia menjabat sebagai KSAD terhitung cukup singkat dari 8 Mei sampai 26 Juni 1995.
Lubis juga menunjukkan bahwa dia KSAD yang berdarah batak.
Nama Lubis banyak digunakan oleh Marga Batak Angkola, Mandaling, dan Toba.
Zulkifli Lubis sendiri awalnya tak sengaja masuk tentara, ia diajak oleh temannya latihan yang digelar tentara Jepang untuk pemuda Indonesia sampai akhirnya ia menjabat sebagai anggota TNI.
2. Jenderal TNI (Purn) Maraden Saur Halomoan Panggabean
KSAD berdarah batak berikutnya adalah Jenderal Maraden Saur Halomoan Panggabean, lahir pada 29 Juni 1922 di Pansur Napitu, Tarutung, Karesidenan Tapanuli, Hindia Belanda.
Jenderal Maraden Saur Halomoan Panggabean menjabat sebagai KSAD pada 1968-1969.
Jenderal TNI Maraden Panggabean menjabat KSAD setelah Jenderal TNI Soeharto pada tahun 1965-1968.
Panggabean adalah marga dari kelompok Batak Toba, marga-marga ternama lainnya dari kelompok Batak Toba di antaranya Panjaitan, Batubara, dan Simanjuntak.
Jenderal TNI Maraden mengawal karier dengan bergabung di organisasi Kelaskaran Pemuda Sosialis Indonesia sebagai Komandan Pasukan sampai akhirnya menjadi Jenderal bintang empat.
3. Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
Maruli Simanjuntak juga menjadi salah satu KSAD berdarah Batak. Jenderal kelahiran Bandung, Jawa Barat, 27 Februari 1970 itu menduduki jabatan sebagai KSAD sejak 29 November 2023 hingga saat ini. Ia berasal dari kelompok Batak Toba.Ā
Maruli Simanjuntak adalah menantu dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Sebelum menjadi KSAD, Maruli sempat menduduki jabatan sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis (Pangkostrad).
Maruli merupakan menantu dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan setelah menikahi putri Luhut, Paulina Pandjaitan.Ā
Dari pernikahan itu, Maruli dan Paulina memiliki dua anak, salah satunya adalah Faye Simanjuntak yang kini aktif mengampanyekan hak anak
Maruli dikenal sebagai sebagai sosok yang cerdas, akademik, rendah hati, dan dinilai memiliki intelijen yang baik. Sebagai seorang Pangkostrad dia sudah mengoleksi beberapa brevet dan penghargaan mentereng di bidang militer tanah air.
4. Jenderal Besar TNI (Purn) Dr (HC) Abdul Haris Nasution![]()
Jenderal Nasution bersama keluarga.Ā
Nama terakhir ada Jenderal TNI Abdul Haris Nasution, tentara kelahiran Kotanopan, Mandailing, Hindia Belanda, 3 Desember 1918.
AH Nasution menduduki jabatan KSAD sebanyak dua kali, periode pertama dimulai pada 27 Desember 1949-18 Oktober 1952, dan periode kedua 1 November 1955-21 Juni 1962.
Nasution di akhir namanya memperlihatkan bahwa jenderal bintang 5 ini berasal dari Suku Batak. Nama Nasution sendiri dipakai kelompok Marga Batak Angkola dan Mandailing. Ia awalnya seorang guru yang tertarik ke dunia politik dan militer.Ā
Pada 1940 ia mengikuti pelatihan korps perwira cadangan yang dibuka pemerintah Belanda. Ia bersama beberapa pemuda akhirnya dikirim ke Akademi Militer Bandung. Berkat kemampuannya, tak lama kemudian Abdul Haris meraih pangkat Kopral, Sertan, dan menjadi perwira. (viva/ind)
Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News,Ā Klik di sini
Ā
Load more