News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kesaksian Orang Penting yang Hadir di Tempat Freddy Budiman Dieksekusi Mati, Ungkap Kejadian Sebenarnya, Ternyata Sempat Ada ..

Kesaksian Mantan Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap, Agnes Triani soal detik-detik eksekusi Freddy Budiman, di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan, Nusakambangan.
Senin, 18 Maret 2024 - 05:26 WIB
Kisah detik-detik eksekusi mati Freddy Budiman
Sumber :
  • Kolase tvOnenews/ VIVA.co.id/Muhammad Iqbal

tvOnenews.com - Kesaksian Mantan Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap, Jawa Tengah, Agnes Triani soal detik-detik di balik eksekusi Freddy Budiman, di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan, Nusakambangan

Mantan gembong narkoba kelas kakap, Freddy Budiman sempat menjadi bahan perbincangan publik setelah seorang mantan Jenderal Polisi bintang dua yang terlibat dalam peredaran narkoba.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan Kapolda Jawa Timur, Teddy Minahasa Putra mendapatkan vonis hukuman penjara seumur hidup.


Terpidana hukuman mati kasus narkoba, Freddy Budiman.

Kilas balik, Freddy Budiman telah dieksekusi mati di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah pada 29 Juli 2016 silam. 

Sebab, mantan gembong narkoba ini terbukti menyelundupkan kurang lebih 1,4 juta pil ekstasi dari China pada Mei 2012.

Freddy Budiman divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada 2012, setelah proses persidangan yang panjang dan bukti yang cukup kuat.

Kemudian, untuk eksekusi mati Freddy Budiman baru dilaksanakan pada juli tahun 2016 oleh regu tembak Nusakambangan di Lapas Nusakambangan. Freddy menunggu 3 tahun hingga akhirnya dieksekusi mati.

Kesaksian mantan Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap soal detik-detik eksekusi mati Freddy Budiman

Agnes Triani, mantan Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap menceritakan suasana detik-detik proses sebelum dan sesudah proses eksekusi mati Freddy Budiman.

Di mana saat itu, Agnes Triani turut hadir menyaksikan proses eksekusi mati.

"Saya hadir di sana pada waktu eksekusi, itu suasana sebelum eksekusi, hujan deras, angin kencang, air laut itu naik," ungkapnya dilansir dari TikTok Aiman Witjaksono.

Bahkan setelah proses tembak mati terlaksana, dia mengaku mencium bau wangi semerbak yang berhembus di sekitar karena terbawa angin.

"Udara itu, baunya harum sekali. Gak ada pohon bunga sama sekali (di sekitar)," ungkapnya.

"Karena setelah eksekusi baru tercium. Saya tidak tahu wangi apa tapi mirip wangi parfum," terangnya.

Ia mengaku tak pernah mencium bau wangi itu di merek-merek parfum lainnya di dunia ini.

"Sebelum dieksekusi, dia (Freddy Budiman) shalat dulu, baru berangkat ke tempat eksekusi matinya," pungkasnya.

Permintaan terakhir Freddy Budiman sebelum dieksekusi mati


Jurnalis senior tvOne, Ecep S Yasa melakukan wawancara eksklusif bersama Freddy Budiman.

Dalam wawancaranya bersama Aiman Witjaksono, Agnes Triani mengungkapkan soal permintaan terakhir mantan gembong narkoba saat hendak dieksekusi mati.

Freddy Budiman meminta saat terakhirnya agar  tidak ditutup matanya saat proses tembak mati.

"Setiap permintaan terakhir dari orang yang mau dieksekusi itu selalu dikabulkan, kalau memang masih bisa kita penuhi," ucapnya.

"Permintaannya tidak ditutup matanya," tambahnya.

Sepak terjang kasus narkoba Freddy Budiman

Freddy Budiman dieksekusi mati pada usianya menjelang 40 tahun. Pria kelahiran Surabaya itu dieksekusi mati hanya 11 hari setelah ulang tahunnya yang ke-39. 

Diketahui, Freddy Budiman lahir pada 18 Juli tahun 1977 dan dirinya dieksekusi mati pada 29 Juli 2016 sekitar pukul 20.00 WIB di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Lalu dia dimakamkan di Surabaya, Jawa Timur. 

Freddy dikenal sebagai gembong narkoba paling disegani di Indonesia dengan jaringan kelas internasional. Pria kelahiran Suraya tersebut berulang kali terjerat kasus peredaran narkoba di Indonesia. 

Tak jera terjerat berulang kali kasus narkoba, Freddy pertama kali dijerat kasus narkoba pada Maret 2009, pada waktu itu polisi menggeledah kediaman Feddy di Apartemen Surya, Cengkareng, Jakarta Barat. Polisi menemukan 500 gram sabu, di kala itu dirinya divonis 3 tahun dan 4 bulan. 

Setelah dinyatakan bebas dan menghirup udara segar, Freddy kembali berurusan dengan hukum pada tahun 2011. Saat itu ia ditangkap di Jalan Benyamin Sueb, Jakarta Pusat. Polisi pun menemukan barang bukti berupa 300 gram heroin, 27 gram sabu. 

Tak hanya itu, polisi juga menemukan 459 gram bahan pembuat ekstasi. Atas perbuatannya tersebut, Freddy dijatuhi vonis 9 tahun penjara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Freddy Budiman terbukti mengorganisasi penyelundupan 1,4 juta pil ekstasi dari China pada mei Tahun 2012 silam. Akibat perbuatannya tersebut, Freddy kemudian dijatuhkan vonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada 15 Juli 2013. (ind)

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Satgas PRR Kawal Realisasi Tambahan TKD Rp144,67 Miliar di Kabupaten Solok

Satgas PRR Kawal Realisasi Tambahan TKD Rp144,67 Miliar di Kabupaten Solok

Satgas PRR memastikan pelaksanaan program rehabilitasi berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga hunian tetap (Huntap).
Merinding! Kronologi WNA Singapura Diduga Bunuh Kekasih di Denpasar: Adik Temukan Jasad di Kamar Kos, Disembunyikan di Balik Boneka

Merinding! Kronologi WNA Singapura Diduga Bunuh Kekasih di Denpasar: Adik Temukan Jasad di Kamar Kos, Disembunyikan di Balik Boneka

Polisi menangkap WNA Singapura yang diduga membunuh kekasihnya di Denpasar. Korban ditemukan membusuk di kamar kos setelah beberapa hari tak bisa dihubungi keluarga.
Cerita Streamer Game CDID di TikTok: Dari Iseng Sampai Jadi Idola

Cerita Streamer Game CDID di TikTok: Dari Iseng Sampai Jadi Idola

Dunia konten digital terus menjamur di Indonesia dengan berbagai platform digital yang mampu mewadahi para pecintanya termasuk live streaming game virtual atau online.
Misteri Mayat Perempuan di Denpasar: Perempuan Ditemukan Tewas Tertutup Boneka dan Karpet, Polisi Ringkus WNA Singapura

Misteri Mayat Perempuan di Denpasar: Perempuan Ditemukan Tewas Tertutup Boneka dan Karpet, Polisi Ringkus WNA Singapura

Polisi menangkap WNA Singapura yang diduga membunuh kekasihnya di Denpasar. Korban ditemukan membusuk di kamar kos, motif diduga dipicu persoalan asmara.
Pria di Bekasi Jadi Korban Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil Saat Ditinggal Cukur Rambut, Tas Berisi Barang Berharga Raib

Pria di Bekasi Jadi Korban Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil Saat Ditinggal Cukur Rambut, Tas Berisi Barang Berharga Raib

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pria diduga menjadi korban pencurian dengan modus pecah kaca. Peristiwa ini terjadi di depan barber shop, Jalan Setiadarma 2 No.68, Desa Setiadarma, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Antrean Membludak di SPBU Sumatera Imbas BBM Langka, Pertamina Minta Warga Tak Perlu Khawatir

Antrean Membludak di SPBU Sumatera Imbas BBM Langka, Pertamina Minta Warga Tak Perlu Khawatir

Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi BBM dari terminal ke SPBU akan dipercepat, sehingga masyarakat tidak perlu antre dan menunggu lagi untuk mendapatkan BBM.

Trending

3 Shio yang Dihampiri Keberuntungan Besar pada 17 Juli 2026, Kuda Paling Hoki

3 Shio yang Dihampiri Keberuntungan Besar pada 17 Juli 2026, Kuda Paling Hoki

3 shio yang dihampiri keberuntungan besar pada 17 Juli 2026 sudah terungkap! Kuda paling hoki, cek ramalan keuangan dan angka hoki 12 shio Jumat sekarang!
Tiga Kendaraan Terlibat Laka Beruntun di Probolinggo

Tiga Kendaraan Terlibat Laka Beruntun di Probolinggo

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, sementara penyebab kecelakaan diduga akibat sopir bus kehilangan konsentrasi saat berkendara.
4 Shio yang Hatinya Berbunga di Jumat 17 Juli 2026, Macan Paling Bikin Baper

4 Shio yang Hatinya Berbunga di Jumat 17 Juli 2026, Macan Paling Bikin Baper

Ramalan cinta 12 shio Jumat 17 Juli 2026 sudah hadir! Ada 4 shio yang hatinya berbunga besok, nomor tiga paling bikin baper. Cek shiomu dan siapkan hatimu!
Terbaru Ada Tim Geypens, Ini Daftar 13 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Hijrah ke Super League 2026-2027

Terbaru Ada Tim Geypens, Ini Daftar 13 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Hijrah ke Super League 2026-2027

‎Mayoritas pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang kini bermain di Super League sebelumnya berkarier di kompetisi Eropa, terutama Liga Belanda. Beberapa di antaranya juga datang dari liga di Belgia, Thailand, Australia, Malaysia, hingga Kosovo.
19 Tahun yang Lalu Digendong, Kini Lionel Messi Lawan Lamine Yamal di Final Piala Dunia Argentina Vs Spanyol

19 Tahun yang Lalu Digendong, Kini Lionel Messi Lawan Lamine Yamal di Final Piala Dunia Argentina Vs Spanyol

Lionel Messi dan Lamine Yamal dipastikan saling berhadapan saat Argentina menghadapi Spanyol di partai puncak, Senin (21/7/2026), tetapi ternyata keduanya pernah bertemu jauh sebelum menjadi lawan di final Piala Dunia.
Ucapan Guru Soal Seragam Berujung Teror Bom di Jaksel: 'Saya Tahu Kondisi Kamu Kan Begitu'

Ucapan Guru Soal Seragam Berujung Teror Bom di Jaksel: 'Saya Tahu Kondisi Kamu Kan Begitu'

Di balik aksi mencekam ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, terungkap fakta mengejutkan mengenai aktivitas pelaku berinisial MY (34). 
Blunder Taktik Thomas Tuchel Kubur Mimpi Inggris ke Final Piala Dunia 2026

Blunder Taktik Thomas Tuchel Kubur Mimpi Inggris ke Final Piala Dunia 2026

Strategi Thomas Tuchel tidak membuahkan hasil saat menghadapi Argentina. Tim asuhan Lionel Scaloni justru makin leluasa menguasai permainan dan menekan Inggris.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT