News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Padahal Dulunya Cuma Marbot Masjid, Takdir Membawanya jadi Kopral Taruna Akmil: yang Saya Pakai Disini Uang Rakyat...

Ini kisah Fadlul Rohman, marbot masjid yang berhasil mewujudkan cita-cita masuk Akmil dan jadi TNI. Meski gagal berkali-kali, namun semangatnya tetap membara.
Jumat, 5 April 2024 - 13:30 WIB
Fadlul Rohman
Sumber :
  • YouTube

tvOnenews.com - Kisah Fadlul Rohman mewujudkan impian menjadi hal yang menarik untuk diceritakan. Kegigihannya untuk berhasil masuk Akademi Militer (Akmil) patut diapresiasi dan ditiru oleh orang lain.

Salah satu kisah menarik datang dari anggota TNI yang merupakan seorang anak petani dari Banyuwangi, Jawa Timur. Perjalanan Fadlul untuk sampai ada di titik ini tidaklah mudah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegagalan demi kegagalan pernah diterimanya. Bukan hanya sekali, namun ia harus melewati 9 kali percobaan tes di Bintara AD dan Akademi Angkatan Udara (AAU).

Selama ini keseharian Fadlul Rohman menjadi ta'lim masjid atau marbot masjid. Ia dinyatakan lolos menjadi Prajurit Taruna (Pratar) di akademi yang berlokasi di Lembah Tidar, Magelang setelah melewati 10 kali peruntungan.

"Alhamdulillah perasaan saya sangat bahagia. Terutama saya sudah 10 kali mendaftar, saya 4 tahun mendaftar akhirnya sampai di sini (taruna Akmil)," kata Fadlul Rohman dikutip dari kanal YouTube TNI AD.

TNI merupakan cita-cita yang ia idamkan sejak dulu. Fadlul sudah memantapkan diri untuk menjadi bagian dari prajurit Kopassus atau Komando Pasukan Khusus.

Tidak heran bila sejak lulus di bangku Madrasah pada tahun 2016, hal pertama yang dilakukan oleh Fadlul adalah mendaftar Akmil di Komando Daerah Militer V/Brawijaya (Kodam V/BRW) di Surabaya, Jawa Timur.

Percobaan pertama yang dilakukan Fadlul dimulai pada tahun 2016, saat baru menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Banyuwangi. Ia mendaftar Akmil di Kodam V/Brawijaya, namun harus gagal saat memasuki tahapan Sub Panda V/BRW.

Fadlul masih mencoba peruntungan melalui pendaftaran Calon Bintara (Caba) TNI AD dan lagi-lagi gagal di tahap yang sama. Usai dua kali gagal menjadi TNI, Fadlul memutuskan untuk bekerja menjadi seorang asisten apoteker di salah satu apotek Banyuwangi.

Meski sudah memiliki pekerjaan, Fadlul masih belum menyerah untuk mewujudkan mimpi sebagai anggota TNI. "Sambil menunggu (bekerja), saya lanjut mendaftar di Akmil tahun 2017 di Kodam V/Brawijaya. Di situ saya gagal di tingkat (sidang) parade," cerita Fadlul.

Meski gagal, hal ini tak mematahkan semangat Fadlul Rohman. Ia kembali mendaftar penerimaan Bintara TNI AD dan Taruna TNI Angkatan Udara (AU) sekaligus hingga tahun 2018.

Hasilnya, Fadlul gagal untuk Caba TNI AD namun, berhasil lolos ke tahap selanjutnya di seleksi taruna AAU hingga tingkat Panda. Meski demikian, ia harus kembali menerima kegagalan di sesi tes kesehatan.

Di tengah 9 kali gagal percobaan tersebut, Fadlul sebenarnya punya keinginan untuk berkuliah. Namun, ia urungkan karena faktor ekonomi di keluarganya.

Fadlul bercerita, ayahnya hanya seorang petani jeruk musiman. Tanah yang dimilikinya sebesar 250 meter persegi untuk dibagi bersama 9 saudara lainnya.

Motivasi Fadlul Rohman untuk Lolos Akmil dan Menjadi Anggota TNI

Ia mengaku motivasi terbesarnya adalah orang tua. Fadlul mengaku ingin segera membanggakan dan membahagiakan kedua orang tuanya.

"Motivasi saya untuk selalu berlatih dan belajar adalah orang tua, karena saya ingin membanggakan orang tua saya. Setiap saya melaksanakan tes, saya pejamkan mata, bayangin orang tua saya senyum lihat saya, jadi saya termotivasi," tutur Fadlul.

ā€œKetika saya melaksanakan lari, nafas sudah habis, tenaga sudah habis, saya merem sambil lari, orang tua nunggu di rumah nih, itu tes terakhir saya. Motivasi lebih baik mati disini daripada saya nggak masuk. Akhirnya saya mendapat nilai bagus,ā€ sambungnya.

Selama mengikuti seleksi Akmil di Jakarta, Fadlul bercerita bahwa dirinya tidak tinggal dengan kakaknya. Ia lebih memilih tinggal di masjid kawasan Bekasi. Di masjid, Fadlul menghabiskan waktu untuk latihan fisik dengan latihan lari sekaligus melatih kemampuan akademik dengan temannya.

ā€œSaya ini dulu mulai dari bangun pagi, bangun pagi mulai setengah tiga. Salat tahajud sampai subuh, terus adzan di masjid kan. Saya sama temen-temen ambil sepatu terus lari. Pulang ke rumah antar keponakan sekolah, lalu balik ke masjid untuk belajar akademik,ā€ ucapnya.

ā€œSecara tidak langsung mental kita itu terbentuk dari situlah, secara tidak sengaja mental ini terbentuk teratur karena waktu kita termanajemen,ā€ terangnya.

Tidak hanya mempersiapkan diri dalam seleksi Akmil, ternyata Fadlul juga ikut terlibat menjadi ta'lim masjid atau marbot masjid. Sesekali, Fadlul mengajar hadroh dan mengaji untuk anak-anak komplek hingga menghidupkan suasana Islam di sana.

Tahun mulai berganti, semangat Fadlul seakan tidak pernah habis dimakan waktu. Ia mendaftar Akmil TNI AD hingga akhirnya keberuntungan berpihak padanya.

"Saya mendaftar (Akmil) lagi, alhamdulillah, saya di tingkat Sub Panda ranking satu. Naik ke tingkat Panda alhamdulillah, ranking satu. Di tingkat Panda Jaya akhirnya berangkat hingga ke sini (Akmil)," ungkapnya.

Kini semangat Fadlul Rohman semakin membara. Ia semakin semangat menyelesaikan pendidikan dan mewujudkan cita-citanya mengabdi untuk bangsa dan negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

ā€œYang saya pakai disini uang rakyat, kalau tidak serius secara tidak langsung saya membuang uang rakyat, secara tidak langsung dalam agama itu dosa,ā€ ujar Fadlul.

ā€œCita-cita saya ingin jadi Infanteri, mungkin masuk Kopasus bila direstui Allah. Saya ingin melakukan yang terbaik untuk angkatan darat terutama untuk bangsa ini, saya ingin belajar di luar negeri, selanjutnya mengabdi kepada bangsa dan negara,ā€ pungkasnya. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BPDP Didorong Perkuat SDM Sawit, Apkasindo: Kunci Utama Daya Saing Industri Nasional

BPDP Didorong Perkuat SDM Sawit, Apkasindo: Kunci Utama Daya Saing Industri Nasional

BPDP dinilai jadi motor pengembangan SDM sawit nasional. Ribuan petani dan mahasiswa telah ikut pelatihan dan beasiswa hingga 2025.
Tim yang Dikalahkan Persib 2 Kali Selangkah Lagi Ke Final ACL Two, Gratiskan Tiket Pertandingan Vs Gamba Osaka

Tim yang Dikalahkan Persib 2 Kali Selangkah Lagi Ke Final ACL Two, Gratiskan Tiket Pertandingan Vs Gamba Osaka

Adalah Bangkok United, tim asal Thailand yang sempat dikalahkan Persib sebelum akhirnya selangkah lagi ke final ACL Two.
Stasiun MRT Jakarta Alami Blackout Sore Tadi, Ternyata Ini Penyebabnya

Stasiun MRT Jakarta Alami Blackout Sore Tadi, Ternyata Ini Penyebabnya

PT MRT Jakarta (Perseroda) mengungkapkan penyebab beberapa stasiun mengalami blackout hingga gangguan operasional pada sore hari ini.
Naskah Khutbah Jumat 10 April 2026: Persiapan Spiritual Menjelang Akhir Syawal

Naskah Khutbah Jumat 10 April 2026: Persiapan Spiritual Menjelang Akhir Syawal

Berikut rekomendasi tema naskah khutbah Jumat singkat terbaru untuk sesi ceramah ibadah shalat Jumat, dengan judul "Persiapan Spiritual Menjelang Akhir Syawal".
Selat Hormuz Kembali Memanas, DPR Minta Semua Pihak Tahan Diri dan Utamakan Diplomasi

Selat Hormuz Kembali Memanas, DPR Minta Semua Pihak Tahan Diri dan Utamakan Diplomasi

Penutupan kembali jalur strategis Selat Hormuz memicu kekhawatiran baru di tengah ketegangan geopolitik global.
6 Item Wajib Jungler Assassin Biar Damage Tembus Armor Tebal Hero Tank

6 Item Wajib Jungler Assassin Biar Damage Tembus Armor Tebal Hero Tank

Berikut ini enam item yang sering menjadi andalan jungler assassin untuk menghadapi hero dengan pertahanan tinggi.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilaiĀ oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT