News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengejutkan! Kakak Vina Cirebon Ungkap Data di HP Sang Adik Sudah Tak Ada Setelah Diambil dari Polsek: Saya Curiga Dihapus oleh...

Kasus Vina Cirebon memiliki fakta baru yang dibeberkan oleh Marliyana, kakak Vina. Ia menyebut, jika HP adiknya sudah 'bersih' setelah diambil dari Polsek Talun
Senin, 15 Juli 2024 - 21:55 WIB
Kakak Vina, Marliyana (kiri) dan foto almarhum Vina (kiri).
Sumber :
  • YouTube/Uya Kuya TV dan YouTube/tvOneNews

tvOnenews.com - Marliyana mengungkapkan fakta lain setelah kasus Vina Cirebon terjadi dan adiknya itu meninggal dunia. Kakak Vina itu menyebutkan, jika data-data di HP milik sang adik hanya tersisa kontak keluarga dan satu chat BBM saja.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Teka-teki mengenai tersangka dari kematian Vina Cirebon masih menjadi tanda tanya besar. Bahkan, kepolisian pun kini harus melepaskan Pegi Setiawan yang sebelumnya ditetapkan menjadi tersangka.

 

Setelah status tersangka Pegi Setiawan dicabut oleh hakim Eman Sulaeman dalam sidang praperadilan, Senin (8/7//2024) lalu, kepolisian pun kini mendapat desakan dari masyarakat untuk menemukan tiga orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

 

tvonenews

 

Fakta-fakta terkini pun mulai bermunculan, setelah Pegi Setiawan dibebaskan dari statusnya sebagai tersangka. Salah satunya datang dari kakak Vina, Marliyana.

 

Dalam video wawancaranya dengan Uya Kuya yang diunggah di kanal YouTube Uya Kuya TV pada 12 Juli 2024, Marliyana mengungkapkan fakta baru yang mengejutkan.

 

Marliyana membeberkan, jika ia sempat mengambil HP milik Vina, tepat 3 hari setelah kematian sang adik di Polsek Talun. Namun, ternyata HP adiknya itu sudah 'bersih'.

 

"Tiga hari meninggalnya adik saya, saya ambil HP itu di Polsek Talun, tapi posisi HP itu kayak udah 'bersih'. BBM hanya ada satu, terus kontak pun hanya ada kontak keluarga," cerita kakak Vina kepada Uya Kuya.

 

Jadi teka-teki di kasus Vina Cirebon, ditanya mengenai siapa yang menghilangkan data-data di HP Vina, Marliyana justru mencurigai teman dekat adiknya. Sebab, ia tahu jika teman-teman Vina bahkan sampai mengetahui password Facebook milik remaja tersebut.

 

"Adik saya itu tertutup dengan saya dan keluarga, tapi dia terbuka dengan teman-temannya. Saya menyimpulkan, bahwa pola (passwordhandphone adik saya itu teman dekatnya dia," ujar Marliyana.

 

"Karena adik saya itu terbuka dengan teman-temannya, termasuk password Facebook-nya itu temen-temennya tahu," lanjutnya.

 

 


Kakak Vina, Korban Pembunuhan di Cirebon 2016 lalu. Sumber: YouTube/tvOneNews.

 

Dugaan Marliyana pun makin diperkuat dengan adanya seseorang yang bisa mengakses Facebook milik Vina dan menuliskan status di sana. Padahal, saat itu Vina sudah meninggal dunia.

 

"Setelah dia (Vina) meninggal, Facebook adek saya itu dipakai sama seseorang. Saat itu dia (orang yang mengakses Facebook Vina) bikin status yang menurut saya senonoh. Statusnya kayak 'Wah, dingin nih butuh pelukan. Lagi dingin, nih, saya sa," jelas Marliyana yang membuat Uya Kuya cukup terkejut.

 

Sebab saat itu Marliyana masih menggunakan Facebook, mengetahui ada yang bisa mengakses media sosial milik sang adik, ia pun langsung menuliskan komen dan mngirim pesan lewat inbox atau kini dikenal dengan sebutan DM (direct message) untuk meminta password Facebook milik Vina.

 

"Saya komen, 'Kamu siapa? Kok, kamu pakai Facebook adik saya? Kamu siapa, tahu (password) Facebook adik saya?'. Itu saya juga sudah inbox ke dia meminta kata sandinya, tapi sama dia tidak dikasih. Dia sempat jawab, 'Oke, Kak. Saya minta maaf, saya gak lagi-lagi pakai Facebook adik kakak'," jelasnya.

 

Status Facebook terbaru di akun milik Vina pun muncul kembali, dan tidak diketahui siapa orang yang menulis status itu sebenarnya. Pasalnya, orang tersebut menuliskan dalam statusnya, mengaku sebagai kakaknya Vina. Padahal, Marliyana saja tidak pernah mengetahui password Facebook milik sang adik.

 

"Sekarang pun setelah 8 tahun ada lagi status (di Facebook Vina) yang mengatasnamakan itu saya. Padahal saya sudah vakum pakai Facebook. Statusnya dia bilang, 'Saya merasa terancam. Saya kakaknya Vina', padahal itu bukan saya," lanjutnya.

 

Mengetahui ada yang membawa namanya di akun Facebook milik Vina, Marliyana pun kembali menuliskan komentar bertanya siapa orang di balik akun tersebut. Namun, bukannya jawaban pasti yang didapat, Marliyana justru mendapat ancaman dari netizen lain.

 

"Saya komen di status itu, 'Kamu siapa ngaku-ngaku sebagai kakaknya?'. Lalu ada (netizen) yang bilang, 'Saya mau telusuri'. Saya bilang, 'Silahkan, karena itu bukan saya'," kata Kakak Vina.

 


Vina korban pembunuhan di Cirebon (kiri) dan Pegi Setiawan (kanan). Sumber: Kolase tvOne News.

 

Kini, HP tersebut pun sudah tidak ada lagi di tangan keluarga maupun kakak Vina. Sebab, menurut pengakuan Marliyana, HP tersebut sudah diambil kembali untuk dijadikan barang bukti.

 

"HP-nya sempat saya ambil, setelahnya selang 2 atau 3 hari diambil kembali sama pihak pengadilan atau kepolisian, saya kurang tahu, katanya buat barang bukti," ujar Marliyana.

 

Pihak yang mengambil kembali HP tersebut pun mengatakan, jika HP milik Vina bisa diambil kembali setelah persidangan selesai. Namun, begitu sidang selesai dilaksanakan, justru pengambilan HP pun terkesan dipersulit.

 

"Katanya, 'Nanti kalau sudah selesai sidang bisa diambil'. Ternyata, pas sudah selesai sidang, bapak saya mau ngambil, katanya haru ke Bandung," jelasnya.

 

Marliyana juga melanjutkan, jika ia sempat menanyakan kembali mengenai keberadaan HP sang adik. Namun, ia hanya mendapatkan jawaban jika HP milik Vina masih aman.

 

"Kemarin dari pihak Polda Jabar ngasih surat pemanggilan. Nah, saya tanyakan soal HP, 'HP adik saya mana, Pak? Masih ada apa gak?', (dijawab) 'Ada, aman, kok'," lanjutnya.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini, belum diketahui siapa orang yang berhasil mengakses Facebook milik Vina. Namun, Marliyana, kakak Vina, mencurigai bahwa teman dekat adiknya adalah orang yang mengetahui kata sandi media sosial Vina tadi. Siapa sebenarnya orang tersebut? Mungkin hanya waktu yang bisa menjawabnya nanti.

(ism)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Inter Milan terus bergerak membenahi skuad jelang musim 2026/2027. Fokus utama Nerazzurri pada bursa transfer musim panas kali ini adalah memperkuat pertahanan.
Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri perfilman Indonesia mulai memasuki fase baru seiring munculnya teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem hiburan digital.
Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Sebelum ini mantan istri Taufik Hidayat menceritakan sifat mantan suami ke KDM. Polda Jabar pun mengungkapkan.
Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Banyak pihak yang sama sekali tidak menyangka bahkan kecewa berat melihat Korea Selatan tampil melempem di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 ini. Mengapa?
PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyinggung soal partainya kerap dikaitkan dengan singkatan Partai Artis Nasional.
Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sejumlah wilayah di Jawa Tengah kini mulai merasakan dampak kekeringan akibat masuknya musim kemarau. 

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT