Kini jadi Bintang, Mental Baja Rizky Ridho Ternyata Dibentuk Lewat Makian Shin Tae-yong, Penyebabnya saat...
- FIFA
Ia hampir selalu menjadi pilihan utama, bahkan ketika harus bersaing dengan pemain-pemain naturalisasi seperti Jordi Amat, Jay Idzes, dan Justin Hubner.
Nova Arianto menyoroti bahwa Rizky Ridho telah menunjukkan kedewasaan luar biasa dalam bermain, terutama ketika harus berbagi peran dengan pemain-pemain berpengalaman.
STY tampaknya sangat mempercayai kemampuan Ridho sehingga jarang mencadangkannya.
"Apalagi sekarang bermain dengan Jay Idzes, Justin, mungkin ada Jordi, Elkann, atau apa. Itu membuat Ridho semakin dewasa dalam bermain. Dia terlihat semakin tenang dan matang," ujar Nova.
Keberanian Ridho untuk terus belajar dan menghadapi kritik membuktikan bahwa mental baja seorang pemain tidak dibentuk dalam satu malam.
Dibutuhkan proses panjang, pengalaman, dan bahkan momen-momen pahit seperti mendapat teguran keras dari pelatih untuk mencapai level tersebut.
Rizky Ridho memberikan pelajaran penting, terutama bagi para pemain muda yang bercita-cita menjadi atlet profesional.
Tidak semua kritik adalah bentuk kebencian, terkadang, kritik keras justru menjadi bahan bakar untuk berkembang.
STY dengan gaya kepelatihan yang tegas, telah berhasil membentuk banyak pemain muda Indonesia menjadi lebih tangguh, termasuk Rizky Ridho.
Bagi Ridho, makian tersebut adalah bagian dari perjalanan menuju kedewasaan sebagai seorang pemain.
Kini, Ridho tidak hanya dikenal sebagai bek tangguh, tetapi juga sosok pemimpin di lapangan.
Mental baja yang ia miliki menjadi salah satu keunggulan yang membedakannya dari pemain lain.
Transformasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, ketahanan mental, dan kemauan untuk belajar dari kritik adalah kunci kesuksesan seorang atlet.
Dengan mentalitas seperti ini, Rizky Ridho diprediksi akan terus menjadi pemain andalan Timnas Indonesia di masa mendatang. (adk)
Load more