News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kesaksian Teman Korban yang Dilecehkan Agus Buntung, Sempat Telepon Sambil Nangis: Takut Dibunuh karena Agus Punya Ilmu

Teman dari salah satu korban Agus Buntung akhirnya memberikan kesaksiannya, ternyata sempat telepon sambil menangis karena takut dibunuh. Simak selengkapnya.
Rabu, 11 Desember 2024 - 13:36 WIB
I Wayan Agus Suartama (IWAS) atau Agus, tersangka kasus dugaan pelecehan seksual.
Sumber :
  • X/@bacottetangga__ dan YouTube/tvOnenews

tvOnenews.com - Kasus Agus Buntung semakin rumit setelah sejumlah fakta-fakta beru terungkap. Salah satunya adalah kesaksian dari teman salah satu korban.

I Wayan Agus Suartama atau Agus Buntung yang diketahui sebagai penyandang disabilitas sebelumnya dilaporkan sejumlah sejumlah wanita atas dugaan pelecehan seksual.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini, tentu langsung menarik perhatian publik terkait kronologinya.

Pasalnya, Agus menyandang disalibitas tidak memiliki dua tangan.

Pengakuan Mencengangkan Agus Buntung: Setelah Masuk Itu, Dia Buka...
Pengakuan Mencengangkan Agus Buntung: Setelah Masuk Itu, Dia Buka...
Sumber :
  • istimewa

 

Namun, baru-baru ini terkuak jika Agus Buntung sebenarnya merupakan sosok yang manipulatif.

Saat ini, korbannya bahkan sudah mencapai 15 perempuan.

Terbaru, pengakuan dari teman salah satu korban Agus Buntung ikut buka suara.

"Jadi, dalam hal ini, saya sebenarnya rekan korban yang membantu korban ini setelah balik dari homestay," kata Anasta Rais Anugrah teman korban Agus Buntung dikutip dari akun YouTube tvOnenewscom.

Anasta menjelaskan kronologi singkat bagaimana temannya menjadi korban dari Agus Buntung.

Ia mengaku dirinya mendapat telepon dari temannya dalam keadaan menangis.

Rayuan Agus Buntung seketika bikin korban klepek-klepek
Rayuan Agus Buntung seketika bikin korban klepek-klepek
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

 

Bahkan korban Agus Buntung tersebut tak bisa menjelaskan apa-apa dan hanya meminta Anasta untuk datang ke sebuah lokasi, yakni Islamic Center.

"Jadi korban ini tiba-tiba menelepon saya dalam keadaan, bisa dibilang keadaan darurat, dalam keadaan nangis," kata Anasta Rais Anugrah.

"Saya juga bingung korban ini maksudnya apa ini. Dia nelpon kayak gini tiba-tiba nangis dia nggak bisa ngejelasin apa-apa. Dia hanya bisa menjelaskan, untuk saya pergi ke suatu titik. Di mana itu di sebuah Islamic Center. Akhirnya saya langsung kesana membawa teman saya lagi satu," lanjutnya.

Ketika teman korban ini sampai ke lokasi, ia mendapati Agus Buntung sedang dibonceng oleh korban.

"Nah, sesampainya disana ketemulah saya sama si korban dan si Agus ini. Jadi, ketika kita udah ketemu disitu, di lokasi tempat kita ketemu, si Agus ini dalam keadaan diboncengin sama si korban," jelasnya.

Menariknya, saat Anasta menanyakan kenapa bisa sampai dirinya bisa bersama dengan teman wanitanya, Agus berdalih hanya meminta tolong.

Agus menjelaskan jika dirinya bisa sampai dibonceng oleh korban karena dia meminta bantuan untuk memperbaiki almamaternya.

"'Saya cuma minta tolong mas untuk memperbaiki almamater saya', memang saat itu dia sedang memakai almamater kampusnya," kata teman korban.

Saat teman korban mencoba bertanya kenapa Agus tidak minta tolong ke prang lain dan malah meminta bantuan ke seorang wanita, pria disabilitas tersebut terus mengelak.

Karena di lokasi semakin banyak orang dan mereka merasa iba dengan Agus, akhirnya korban dan temannya pergi begitu saja.

Namun, setelah mengetahui kronologi sebenarnya teman korban langsung menuju ke Polda NTB untuk membuat laporan.

"Sebenarnya korban ini takut juga dia melapor karena di sisi lain nggak punya bukti. Akhirnya ketika dia ngaku ke saya bahwa dia di sudah bawa ke homestay, diperkosa, akhirnya saya langsung membawa korban ke Polda NTB," jelas Anasta.

Selama perjalanan menuju Polda NTB, korban ketakutan dan terus menangis.

Bahkan, korban sempat mau loncat dari motor karena sangat ketakutan.

Tak disangka ternyata korban telah mendapatkan ancaman secara verbal dari Agus Buntung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korban mengatakan bahwa dirinya takut dibunuh karena Agus mengaku memiliki 'ilmu'.

"Ada kalimat dari korban yang bilang, 'saya takut dibunuh karena dia (Agus) itu punya ilmu', gitu," pungkas sahabat korban. (tsy)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pesawat Nirawak AS Hilang di Selat Hormuz, Drone Canggih Rp3,5 Triliun Menghilang Usai Sinyal Darurat

Pesawat Nirawak AS Hilang di Selat Hormuz, Drone Canggih Rp3,5 Triliun Menghilang Usai Sinyal Darurat

Pesawat nirawak MQ-4C Triton milik AS hilang di Selat Hormuz usai kirim sinyal darurat. Drone pengintai bernilai Rp3,5 triliun jadi sorotan.
Gawat! Mauricio Souza Pastikan Satu Pemain Persija Berlabel Timnas Indonesia Absen saat Hadapi Persebaya

Gawat! Mauricio Souza Pastikan Satu Pemain Persija Berlabel Timnas Indonesia Absen saat Hadapi Persebaya

Persija Jakarta dihantam kabar buruk jelang duel pekan ke-27 Super League kontra Persebaya Surabaya. Satu pemain berlabel Timnas Indonesia dipastikan absen.
Prabowo Soroti Dana Korupsi Dipakai untuk Membiayai Gerakan Melawan Pemerintah

Prabowo Soroti Dana Korupsi Dipakai untuk Membiayai Gerakan Melawan Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras terhadap pelaku korupsi di sektor perkebunan sawit dan pertambangan ilegal yang ada di kawasan hutan.
Wacana ‘War Tiket’ Haji Menuai Kritik, Atalia: Kemunduran bagi Reformasi Tata Kelola Haji

Wacana ‘War Tiket’ Haji Menuai Kritik, Atalia: Kemunduran bagi Reformasi Tata Kelola Haji

Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, menilai wacana war tiket haji usulan Kementerian Haji dan Umrah itu berpotensi merusak sistem yang sudah berjalan.
Prabowo Ungkap Aset Negara Rp370 Triliun Diselamatkan, Setara 10 Persen APBN

Prabowo Ungkap Aset Negara Rp370 Triliun Diselamatkan, Setara 10 Persen APBN

Prabowo sebut penyelamatan aset Rp370 triliun setara 10 persen APBN. Satgas PKH dinilai berperan besar amankan kawasan hutan negara.
Dari ‘War Tiket’ ke Antrean 26 Tahun, Begini Sejarah Haji Indonesia dan Awal Mula Waiting List Panjang

Dari ‘War Tiket’ ke Antrean 26 Tahun, Begini Sejarah Haji Indonesia dan Awal Mula Waiting List Panjang

Sejarah haji Indonesia dari era tanpa antrean hingga waiting list 26 tahun. Wacana war tiket kembali mencuat di tengah panjangnya antrean haji.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April yang akan menyajikan dua laga dari sektor putri dan putra pada hari kedua seri Solo.
Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dinilai lebih unggul dari Thailand dan Vietnam, namun masih menghadapi kendala skuad jelang Piala Asia 2027 dan sulit bersaing di level Asia.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT