Video Hina Yati Pesek Viral, Begini Klarifikasi Gus Miftah, Singgung Soal Orang Baik dan Masa Lalu: Saya Selalu…
- Kolase YouTube
tvOnenews.com - Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman yang akrab disapa Gus Miftah, kembali menjadi sorotan publik setelah video lama yang dianggap menghina artis senior Yati Pesek mendadak viral.
Gus Miftah yang juga dikenal sebagai pemimpin Pondok Pesantren Ora Aji di Yogyakarta, kini menghadapi kritik tajam terkait ucapannya dalam video tersebut.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat Miftah mengundang Yati Pesek naik ke panggung saat sebuah acara.
Namun, begitu Yati Pesek berada di atas panggung, Miftah melontarkan candaan yang dinilai bernada seksisme.
Hal ini memicu respons negatif dari banyak pihak yang menganggap candaan tersebut merendahkan dan tidak pantas.
Yati Pesek, seorang artis yang telah berkarya di dunia seni sejak kecil, mengaku kecewa atas candaan Miftah Maulana tersebut.
Melalui video yang diunggah oleh Erick Estrada, Yati Pesek mengungkapkan perasaannya.
“Ya aku cuma diam saja walaupun sebenarnya hatiku ya sakit sekali. Ya aku ini dari kecil jadi seniman sampai jadi tua itu menjaga budayaku beneran, tidak cuma asal-asalan,” ujar Yati dengan nada kecewa.
“Aku ada di mana saja tetap pakai budi pekerti, tata krama yang benar. Kok aku sama Miftah dibilang kayak begitu,” sambungnya.
Pernyataan Yati tersebut menggambarkan rasa sakit hati yang mendalam akibat candaan tersebut, meskipun ia memilih untuk tetap diam pada saat kejadian.
Merespons viralnya video tersebut, Gus Miftah memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa video itu merupakan rekaman lama yang kembali diangkat ke publik.
“Video sekian tahun yang lalu kembali diungkit. Insya Allah hubungan saya dengan beliau terbaik. Kalau toh kemudian itu diambil, diviralkan kembali, ya saya bisa berbuat apa?” ujar Gus Miftah saat dimintai tanggapan.
Ia menambahkan bahwa setiap orang, baik atau buruk, memiliki perjalanan hidup yang berbeda.
“Artinya memang saya selalu mengatakan orang baik pasti punya masa lalu, dan orang jelek saya yakin pasti ada masa depan,” jelasnya.
Gus Miftah juga menyatakan bahwa dirinya tidak pernah bermaksud untuk merendahkan Yati Pesek.
Bahkan, ia mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak Yati Pesek melalui perantara dan berencana untuk bersilaturahmi langsung.
“Saya sudah berkomunikasi melalui abah saya, dan saya setelah ini insya Allah akan bersilaturahmi dengan beliau,” tambahnya.
Pernyataan Gus Miftah tentang masa lalu dan masa depan mencerminkan pesan mendalam yang sering ia sampaikan dalam ceramahnya.
Menurutnya, setiap orang, tak peduli bagaimana masa lalunya, selalu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri di masa depan.
Namun, kontroversi ini juga menjadi pengingat bahwa candaan yang tidak tepat, terutama yang menyentuh isu personal atau bersifat merendahkan, dapat menimbulkan dampak besar di era media sosial seperti sekarang.
Meskipun video tersebut menuai kontroversi, Gus Miftah menegaskan bahwa hubungan baiknya dengan Yati Pesek tetap terjaga.
Ia berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan ini dengan cara kekeluargaan dan menunjukkan itikad baiknya.
“Insya Allah hubungan saya dengan beliau tetap baik. Saya hanya bisa meminta maaf jika ada yang merasa tersinggung,” ujar Gus Miftah.
Kasus ini tidak hanya menjadi ujian bagi Gus Miftah, tetapi juga pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam berbicara, terutama di ruang publik.
Sebuah candaan mungkin dianggap biasa oleh satu pihak, namun bisa sangat menyakitkan bagi pihak lain.
Miftah Maulana sendiri berharap kesalahannya di masa lalu bisa dimaafkan dan ia berharap bisa menjaga hubungan baik.
Ia mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri.
“Orang baik pasti punya masa lalu, dan orang jelek saya yakin punya masa depan,” tutupnya. (adk)
Load more