Ketimbang Gus Miftah yang Seorang Penceramah, Ucapan Artis Senior ini Disebut-sebut Lebih Berbobot, Apa Maksudnya? Katanya…
- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @gusmiftah
tvOnenews.com - Gus Miftah, penceramah yang kerap menuai perhatian publik, kembali menjadi sorotan setelah viral video yang memperlihatkan dirinya mengolok-olok seorang penjual es teh bernama Sunhaji.
Insiden yang terjadi pada acara Magelang Berselawat itu memicu reaksi keras dari netizen, terutama karena profesi Gus Miftah sebagai tokoh agama dianggap tidak sejalan dengan tindakan merendahkan pedagang kecil.
Namun, di tengah kontroversi ini, muncul pembahasan di podcast Ngaji Roso yang menyebut bahwa ucapan seorang artis senior, Tri Utami, dianggap lebih berbobot dibandingkan ceramah Gus Miftah.
- Tangkapan Layar YouTube: Ngaji Roso
Perdebatan ini bermula dari sejumlah pernyataan Gus Miftah yang sebelumnya juga menuai kontroversi, seperti membagikan uang saat kampanye, menyebut salah satu partai politik sebagai “partai wahabi,” hingga menghina tokoh agama lainnya.
Kali ini, tindakannya yang menghina Sunhaji, seorang pria yang sedang berjualan es teh untuk menghidupi keluarganya disebut-sebut sebagai bukti kurangnya etika seorang tokoh agama.
Publik ramai-ramai menyuarakan kekecewaan mereka di media sosial.
Seorang netizen menulis, "Bagaimana mungkin seorang utusan khusus presiden bicara seenaknya seperti itu? Bukankah tugasnya menjaga kerukunan, bukan menimbulkan luka hati pedagang kecil?"
Di sisi lain, Tri Utami, artis senior yang belakangan ini aktif membahas perjalanan spiritualnya, justru mendapatkan pujian karena pandangan hidupnya yang sederhana namun mendalam.
Dalam podcast Ngaji Roso yang tayang tujuh hari lalu, Tri Utami menjelaskan filosofi hidupnya, khususnya dalam mencari makna kehidupan.
- Tangkapan Layar YouTube: Ngaji Roso
Ia menyebutkan bahwa hidup ini adalah perjalanan untuk menemukan tiga jawaban, "Aku berasal dari mana, aku di sini untuk apa, dan aku akan ke mana setelah ini?"
Ucapan ini mendapat respons positif dari pendengar yang merasa bahwa pendekatan Tri Utami dalam memahami kehidupan jauh dari kesan menggurui, melainkan menginspirasi.
Dalam podcast tersebut, Tri juga menekankan pentingnya menjadi “cangkir kosong” ketika bertemu dengan orang lain.
“Saya selalu berusaha menjadi murid dari setiap orang yang saya temui,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa hidupnya adalah latihan tanpa merasa terbebani konsep pengorbanan.
Load more