News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kesal Tak Diakui Senasab, Gus Miftah Sindir Pedas Keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari: Semuanya Rebutan Merasa Cucu, tapi...

Dalam acara pengajian akbar terbarunya, Gus Miftah secara terbuka menyindir pihak-pihak yang mengaku sebagai keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari. Katanya...
Minggu, 15 Desember 2024 - 13:34 WIB
Pengakuan Gus Miftah Sebagai Keturunan ke-9 Kiai Ageng Muhammad Besari Dipertanyakan, Ini Tanggapan Keluarga
Sumber :
  • Dok. tangkapan layar youtube

tvOnenews.com - Nama Gus Miftah kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya dalam sebuah pengajian viral di media sosial.

Kekesalan penceramah kondang itu mencuat setelah dirinya ramai disebut-sebut tidak diakui sebagai keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari, salah satu tokoh agama ternama di tanah Jawa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam acara pengajian akbar terbarunya, Gus Miftah secara terbuka menyindir pihak-pihak yang mengaku sebagai keturunan Kiai Ageng, namun tidak menunjukkan sikap yang mencerminkan penghormatan kepada sang leluhur.

Sindiran pedas Gus Miftah setelah tak diakui keturunan ke-9 Kiai Ageng Muhammad Besari
Sindiran pedas Gus Miftah setelah tak diakui keturunan ke-9 Kiai Ageng Muhammad Besari
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

 

"Aku itu sebel orang pada ngaku-ngaku cucunya Mbah Muhammad Besari, tapi kalau ada acara, modal aja enggak mau," ujar Gus Miftah pada salah satu tayangan YouTube Keluarga Didik, dilansir tvOnenews.com pada Minggu (15/12/2024).

Lebih lanjut, Gus Miftah menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan jika tidak diakui sebagai keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari.

Bagi Gus Miftah, bantuan dan kepedulian terhadap acara atau kegiatan keagamaan tetap akan diberikan, tanpa perlu pengakuan semacam itu.

"Saya enggak perlu diakui cucu enggak apa-apa, tapi kalau ada acara aku bantui," ungkap Gus Miftah tegas. 

Namun, kekesalan tersebut memuncak ketika Gus Miftah menyinggung soal makam Kiai Ageng Muhammad Besari.

Menurutnya, banyak pihak yang sibuk mengklaim diri sebagai keturunan, tetapi melupakan tanggung jawab untuk merawat makam sang ulama.

"Semuanya rebutan merasa cucunya mbah Muhammad Besari, tapi enggak mau merawat makamnya Mbah Muhammad Besari," ucap Gus Miftah menyindir tajam.

Gus Miftah bahkan menambahkan sindiran keras dengan menyebut ada pihak yang mengajukan proposal bantuan ke berbagai pihak, tetapi hasilnya tidak digunakan untuk keperluan makam.

"Bikin proposal ke sana-sini tapi hasilnya nggak buat makam. Yang modelnya kayak gitu, j*k banget," pungkasnya dengan nada kesal.

Pernyataan ini sontak menuai reaksi warganet di media sosial, khususnya di platform X.

Banyak yang menilai bahwa tutur bahasa Gus Miftah tidak sesuai dengan kapasitasnya sebagai seorang ulama dan pendakwah.

"Kalau kelakuannya masih seperti jk, tidak usah memaksakan diri mengaku sebagai keturunan kiai," tulis salah seorang warganet mengkritik.

Meski begitu, tidak sedikit pula yang mendukung pernyataan Gus Miftah, dengan alasan bahwa sindirannya adalah bentuk kekecewaan atas sikap yang tidak menghormati peninggalan leluhur.

Gus Miftah sendiri belum memberikan klarifikasi terkait reaksi publik atas pernyataannya tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, topik ini telah menjadi perbincangan hangat dan memperpanjang polemik terkait nama besar Kiai Ageng Muhammad Besari. (asl)

tvonenews

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PKS Sebut Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan

PKS Sebut Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan

Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, Handi Risza, menyebut naiknya harga BBM jenis Pertamax akan membuat daya beli kelas menengah menjadi tertekan.
Menlu Sugiono Sebut Diplomasi Tak Lagi Sekadar Politik, Kini Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Nasional

Menlu Sugiono Sebut Diplomasi Tak Lagi Sekadar Politik, Kini Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Nasional

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengungkap, di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, diplomasi Indonesia tidak lagi hanya berfokus pada hubungan politik dan antarnegara, tetapi diarahkan menjadi instrumen utama untuk memperkuat ekonomi nasional dan membuka peluang investasi seluas-luasnya.
Pantas Saja Timnas Indonesia U-19 Kalah dari Australia, Media Vietnam Ungkap Satu Kekurangan Skuad Nova Arianto

Pantas Saja Timnas Indonesia U-19 Kalah dari Australia, Media Vietnam Ungkap Satu Kekurangan Skuad Nova Arianto

Pantas saja Timnas Indonesia U-19 kalah dari Australia di semifinal Piala AFF U-19 2026. Media Vietnam menyoroti kelemahan Garuda Muda yang terus berulang sepanjang turnamen.
METOO Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta Lewat Aktivasi Interaktif di CSW

METOO Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta Lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Di tengah padatnya mobilitas ibu kota, METOO sukses menghadirkan momen interaktif yang menghidupkan semangat self-care bagi para commuters Jakarta melalui activation booth yang digelar di Halte CSW Cakra Selaras Wahana Transjakarta pada 11 Juni 2026.
Terungkap! Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG, Ternyata Penyetor Uang Atur Titik SPPG ke Sony Sonjaya

Terungkap! Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG, Ternyata Penyetor Uang Atur Titik SPPG ke Sony Sonjaya

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI mengungkap temuan baru dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret sejumlah mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN).
Klasemen Piala Dunia 2026: Meksiko Puncaki Grup A, Korea Selatan Runner-up Usai Epic Comeback Lawan Republik Ceko

Klasemen Piala Dunia 2026: Meksiko Puncaki Grup A, Korea Selatan Runner-up Usai Epic Comeback Lawan Republik Ceko

Klasemen Piala Dunia 2026, Jumat (12/6/2026) mulai perlihatkan peta persaingan di Grup A. Meksiko dan Korea Selatan sama-sama buka turnamen dengan kemenangan.

Trending

Reaksi Publik Timur Tengah Usai Timnas Indonesia Sapu Bersih FIFA Matchday, Disebut Bakal Tembus 5 Besar Asia

Reaksi Publik Timur Tengah Usai Timnas Indonesia Sapu Bersih FIFA Matchday, Disebut Bakal Tembus 5 Besar Asia

Performa impresif Timnas Indonesia sepanjang FIFA Matchday Juni 2026 terus mengundang perhatian dunia. Publik Timur Tengah sebut skuad Garuda bakal naik level.
FIFA Beri Apresiasi Khusus pada Timnas Indonesia dan Argentina dalam Update FIFA Ranking Terbaru

FIFA Beri Apresiasi Khusus pada Timnas Indonesia dan Argentina dalam Update FIFA Ranking Terbaru

FIFA resmi mengumumkan update FIFA Ranking terbaru setelah seluruh rangkaian FIFA Matchday edisi Juni 2026 telah selesai dilaksanakan.
Media Vietnam Sorot Momen Kontroversial Timnas Indonesia vs Australia, Pantas Momen Ini Bikin Suporter Garuda Murka

Media Vietnam Sorot Momen Kontroversial Timnas Indonesia vs Australia, Pantas Momen Ini Bikin Suporter Garuda Murka

Langkah Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 2026 harus terhenti secara dramatis usai takluk 0-1 dari Australia pada laga semifinal. Media Vietnam beri sorotan.
Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Korea Selatan vs Republik Ceko Pagi Nanti, Duel Kuda Hitam Kanada vs Bosnia Dini Hari

Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Korea Selatan vs Republik Ceko Pagi Nanti, Duel Kuda Hitam Kanada vs Bosnia Dini Hari

Jadwal Piala Dunia 2026 hari ini, Jumat (12/6/2026), akan menyajikan laga menarik Korea Selatan kontra Republik Ceko. Serta Kanada yang akan menantang Bosnia.
Saham BBCA Anjlok, Sufmi Dasco: Sahamnya Sedang Murah, Dibeli Saja

Saham BBCA Anjlok, Sufmi Dasco: Sahamnya Sedang Murah, Dibeli Saja

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menilai pembelian kembali saham atau buyback oleh beberapa perusahaan sebagai respons wajar di tengah pelemahan pasar saham.
Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

Dewan Pers menghimpun masukan terkait usulan pengaturan karya jurnalistik dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Hak Cipta, melalui forum dengar pendapat dengan berbagai konstituen pers, Kamis (11/6), di Hall Dewan Pers.
Namanya Disebut Mantan Pimpinan BGN Dalam Pusaran Mega Korupsi MBG, Kombes Sumarni Akui Sempat Berkomunikasi ke Sony Sonjaya Soal Permintaan SPPG

Namanya Disebut Mantan Pimpinan BGN Dalam Pusaran Mega Korupsi MBG, Kombes Sumarni Akui Sempat Berkomunikasi ke Sony Sonjaya Soal Permintaan SPPG

Dinamika pengungkapan kasus mega korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yakni Dadan Hindayan, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya terus menyita perhatian publik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT