Di Jakarta Boleh Garang, Nyali Hercules Mendadak Ciut Kalau Disuruh Pulang Kampung? Kata Pensiunan Kopassus, Mantan Preman Itu...
- Kolase tvOnenews
tvOnenews.com - Yayat Sudrajat, yang merupakan purnawirawan TNI akhirnya berani buka-bukaan soal sosok Hercules yang sebenarnya.
Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) itu mengungkapkan bahwa nyali Hercules sebetulnya tidak sebesar itu kalau lagi di kampung halamannya.
Beberapa waktu terakhir, nama Hercules mendadak ramai diperbincangkan menyusul polemiknya dengan Purnawirawan TNI Sutiyoso dan Gatot Nurmantyo.
Hal ini berawal ketika eks Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mendukung wacana revisi Undang-Undang Ormas yang digulirkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Sutiyoso menegaskan bahwa dirinya punya pengalaman yang tidak mengenakan apabila bersinggungan dengan ormas karena lebih mirip preman yang malah meresahkan warga.
Pernyataan Sutiyoso tadi membuat Hercules tidak terima. Ia lantas menyinggung Gubernur DKI Jakarta dua periode itu sebagai orang tua yang sudah bau tanah.
Setelahnya, muncul efek domino terhadap purnawirawan TNI lain. Kali ini, Gatot Nurmantyo tegas membela sikap yang ditunjukkan Sutiyoso.
- Kolase tvOnenews
Eks Panglima TNI itu rupanya tak terima dengan penghinaan terhadap Sutiyoso dan balik menanyakan sumbangsih Hercules untuk Indonesia.
Lagi-lagi Hercules berkelit. Meski sudah minta maaf kepada Sutiyoso, ia kemudian menantang Gatot Nurmantyo sambil mengungkit jasanya di Operasi Seroja.
Sementara itu, di tengah huru-hara polemik ini tiba-tiba muncul yakni Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat yang buka-bukaan membongkar siapa sosok Hercules.
Kala itu, Yayat Sudrajat berpangkat Dansatgas Intelijen Tribuana 8 yang ditugaskan oleh Kopassus untuk berangkat ke Timor Timur.
Ketika sedang berada di Dili untuk memastikan jajak pendapat atau referendum berjalan baik, Yayat Sudrajat kemudian didatangi Hercules.
Rupa-rupanya, Hercules takut untuk pulang ke kampung halamannya karena merasa di sana belum aman, sehingga dia minta bantuan TNI untuk mengantarnya pulang.
“Intinya bahwa dia mau ke kampung halamannya dia tidak berani karena memang di sana pada saat itu di mana-mana chaos,” kata Yayat Sudrajat dikutip dari YouTube Hersubeno Point.
Load more