GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anak Buah Hercules Berulah Lagi, Habib Rizieq Shihab Sudah Peringatkan: Organisasi Preman Nggak Berani Bubarin!

GRIB Jaya kembali jadi sorotan usai bersitegang dengan BMKG soal lahan. Habib Rizieq sindir keras organisasi preman kok nggak berani dibubarkan pemerintah?
Minggu, 25 Mei 2025 - 21:59 WIB
Kolase foto Habib Rizieq Shihab dan Ketua GRIB Jaya, Hercules.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Tangkapan layar YouTube CERITA UNTUNGS / Julio Tri Saputra tvOne

tvOnenews.com - Polemik organisasi masyarakat (ormas) kembali mencuat ke permukaan setelah ormas yang dipimpin oleh Hercules Rozario Marshall, yakni GRIB Jaya, kembali menjadi sorotan publik.

Aksi terbaru dari ormas tersebut membuat geger publik, terutama karena bersinggungan langsung dengan lembaga negara, yakni Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perseteruan GRIB Jaya dengan BMKG berawal dari dugaan penguasaan lahan milik negara di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Lahan yang sebenarnya merupakan milik BMKG itu diklaim dikuasai dan digunakan oleh GRIB Jaya, yang bahkan mendirikan markas di atas tanah tersebut.

tvonenews

Tak tinggal diam, BMKG melaporkan tindakan tersebut kepada pihak berwenang.

Aparat gabungan yang terdiri dari kepolisian dan Satpol PP akhirnya turun tangan.

Dalam operasi penertiban terbaru, markas GRIB Jaya dibongkar paksa dari atas lahan tersebut, menandai eskalasi konflik yang semakin memanas antara institusi negara dengan ormas.

Di tengah panasnya perdebatan mengenai keberadaan ormas-ormas semacam ini, Habib Rizieq Shihab, tokoh yang dikenal vokal dan pernah memimpin Front Pembela Islam (FPI), kembali angkat bicara.

Ia memberikan komentar tajam yang menyentil sikap pemerintah yang dianggapnya tebang pilih dalam menindak organisasi-organisasi masyarakat di Indonesia.

Dalam salah satu pernyataan yang disampaikan melalui kanal YouTube Cerita Untungs, Habib Rizieq secara gamblang menyinggung pemerintah yang dianggap berani membubarkan FPI tetapi justru terkesan tidak berani menyentuh ormas lain yang berbau premanisme.

Rizieq mengungkapkan bahwa saat dirinya diwawancarai oleh wartawan asing terkait pembubaran FPI, ia menjawab dengan lantang.

"Apa yang Anda lakukan bila di negeri Anda pejabat berkolaborasi dengan penjahat, sehingga maksiat menyebar di mana-mana?” cerita Habib Rizieq ke Arie Untung.

Ia menambahkan bahwa dalam situasi tersebut, rakyat hanya memiliki dua pilihan: diam dan menjadi korban, atau bangkit dan melawan.

Lebih lanjut, Habib Rizieq mengkritik keras bahwa saat ini ada sejumlah ormas yang secara terang-terangan melakukan intimidasi, pemerasan, bahkan penguasaan aset, tetapi justru dibiarkan tumbuh oleh negara.

Ia mempertanyakan keberanian pemerintah untuk membubarkan ormas-ormas yang dianggap meresahkan masyarakat tersebut.

“FPI itu bukan organisasi preman. Itu organisasi sosial dan kemanusiaan. Tapi pemerintah berani bubarin. Kenapa organisasi preman malah nggak berani dibubarkan?” ujar Rizieq dengan nada geram.

Ia pun mengaku heran mengapa beberapa ormas yang kerap melakukan tindakan premanisme justru tampak mendapat perlindungan dari pejabat-pejabat tertentu.

“Kalau pembinanya pejabat, bagaimana ceritanya mau dibubarkan? Mereka saling melindungi dan memanfaatkan,” sindirnya.

Habib Rizieq juga menyoroti bahwa pemerintah harus bisa membedakan antara kesalahan oknum dengan sistem dalam sebuah organisasi.

Menurutnya, jika hanya satu atau dua orang yang berbuat, maka cukup individu tersebut yang ditindak.

Namun jika tindakan itu terjadi secara sistematis dan terstruktur di berbagai wilayah, maka pembubaran organisasi menjadi langkah yang tidak bisa dihindari.

“Kalau memang oknum, tangkap, penjarakan. Tapi kalau di berbagai daerah sudah menjadi tukang peras, tukang intimidasi, ya bubarkan. Nggak peduli siapa pembinanya,” tegas Habib Rizieq.

Ia bahkan menyerukan agar pejabat-pejabat tinggi negara, mencabut namanya dari daftar pembina ormas-ormas yang diduga terlibat dalam aksi premanisme.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, pencantuman nama pejabat sebagai pembina organisasi semacam itu justru mempermalukan institusi negara di mata publik.

“Rakyat sudah muak. Jangan sampai nama pejabat tercantum di organisasi yang meresahkan,” pungkasnya. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ribuan Personel Gabungan Beri Pengamanan di 165 Vihara Saat Perayaan Imlek 2026

Ribuan Personel Gabungan Beri Pengamanan di 165 Vihara Saat Perayaan Imlek 2026

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan sebanyak 1.919 personel gabungan dilibatkan dalam pengamanan ini.
133 Titik Rukyatul Hilal Disiapkan di Seluruh Indonesia, Penentuan 1 Ramadhan 1447 H Mengacu Hasil Pemantauan Nasional

133 Titik Rukyatul Hilal Disiapkan di Seluruh Indonesia, Penentuan 1 Ramadhan 1447 H Mengacu Hasil Pemantauan Nasional

Pemerintah siapkan 133 titik rukyatul hilal di Indonesia untuk menentukan 1 Ramadhan 1447 H melalui observasi ilmiah dan sidang isbat nasional.
Kiper Ratchaburi FC Mendadak Singgung Persib Bandung Usai Jadi MVP di Liga Thailand

Kiper Ratchaburi FC Mendadak Singgung Persib Bandung Usai Jadi MVP di Liga Thailand

Dapat gelar sebagai MVP di pertandingan Liga Thailand, kiper Ratchaburi FC Kampol Pathomakkakul mendadak singgung Persib Bandung jelang leg kedua ACL Elite Two.
Nyaris Dua Dekade Perempuan Malaysia Hidup Susah Usai Nikah dengan Pria WNI di Lombok: Cerai, Jadi Tukang Sapu, Anak Tidak Lanjutkan Sekolah hingga Mantan Suami Menikah Lagi

Nyaris Dua Dekade Perempuan Malaysia Hidup Susah Usai Nikah dengan Pria WNI di Lombok: Cerai, Jadi Tukang Sapu, Anak Tidak Lanjutkan Sekolah hingga Mantan Suami Menikah Lagi

Kisah perempuan Malaysia hidup susah selama nyaris dua dekade, tepatnya 18 tahun, usai menikah dengan pria warga Indonesia (WNI) di Lombok menjadi viral.
Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2026 Pekan Ini: Percobaan Terakhir Marc Marquez Cs Jelang Seri Pembuka di Thailand

Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2026 Pekan Ini: Percobaan Terakhir Marc Marquez Cs Jelang Seri Pembuka di Thailand

Jadwal tes pramusim MotoGP 2026, di mana pekan ini akan menjadi percobaan terakhir Marc Marquez dan kawan-kawan sebelum tampil di seri pembuka kelas premier.
Keamanan Siber dan AI Dinilai Jdi Fondasi Strategis Pertahanan Stabilitas Geopolitik

Keamanan Siber dan AI Dinilai Jdi Fondasi Strategis Pertahanan Stabilitas Geopolitik

Reisinger menyoroti bahwa benua tersebut kini menempatkan keamanan siber sebagai fondasi strategis dalam mempertahankan stabilitas geopolitik.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut  Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Akses jalur alternatif menurun dari Jalan Lingkar Interchange Tanjungpura ke jalan raya Tanggul Rawagabus akhirnya ditutup permanen
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

Ramalan Tahun Kuda Api 2026 menyebut lima shio berpotensi cuan besar. Simak daftar shio paling hoki secara finansial menurut VN Express.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Ironis, pimpinan pondok pesantren (ponpes), Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diduga cabuli santriwatinya berusia 19 tahun 25 kali. Hal ini diungkap kuasa hukum
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT