News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Belum Lama Puji Kinerja Dedi Mulyadi, Habib Rizieq Shihab Kini Kritik Keputusan Perubahan Nama RSUD Al Ihsan Jadi Welas Asih

Habib Rizieq Shihab menyoroti keputusan Dedi Mulyadi merubah nama RSUD Al Ihsan jadi Welas Asih setelah HRS sempat memuji kinerja KDM sebagai Gubernur Jawa Barat.
Senin, 7 Juli 2025 - 16:24 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi & Habib Rizieq Shihab
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube

Jakarta, tvOnenews.com - Habib Rizieq Shihab mengkritik keputusan perubahan nama RSUD Al Ihsan setelah memuji kinerja Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Kritikan Habib Rizieq Shihab karena Dedi Mulyadi mengubah nama RSUD Al Ihsan di Kabupaten Bandung menjadi RSUD Welas Asih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sorotan Habib Rizieq Shihab terhadap keputusan Dedi Mulyadi ketika mengisi kajian di wilayah Megamendung, Bogor.

"Saudara, kita lihat Gubernur Jawa Barat, ada Rumah Sakit Umum Daerah di Jawa Barat namanya RSUD Al Ihsan," ucap Habib Rizieq Shihab dikutip dari tayangan channel YouTube HENDRI OFFICIAL, Senin (7/7/2025).

Berdasarkan video viral di media sosial, Habib Rizieq bercerita asal-usul RSUD Al Ihsan ketika awal dibangun.

Habib Rizieq Shihab
Habib Rizieq Shihab
Sumber :
  • YouTube

 

HRS sapaan akrabnya menuturkan, pembangunan RSUD Al Ihsan tak lekang dari kerja sama Pemda setempat dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Ia melanjutkan, dana pembangunan rumah sakit tersebut berasal dari uang umat dan hasil infak hingga berbagai amalan lainnya.

"Uangnya dari infak, sedekah, zakat dibangunlah Rumah Sakit Umum Daerah. Jadi, nggak sepenuhnya duit itu dari APBD, nggak sepenuhnya dari anggaran negara," jelasnya.

Penamaan Al Ihsan, kata dia, atas hasil kompromi atau diskusi antara pihak BAZNAS dan Pemda setempat.

Mantan Imam Besar FPI itu berpendapat nama Al Ihsan sangat cocok dipakai untuk RSUD yang berlokasi di Kabupaten Bandung tersebut.

"Saya mau tanya bagus enggak itu namanya? Bagus, tapi ada yang gerah. Nah, tahu-tahu gubernur sekarang minta ganti dengan Welas Asih," terangnya.

HRS menyebutkan, sebenarnya tidak ada larangan pergantian nama dari Al Ihsan berubah menjadi Welas Asih.

"Tapi ada urusan apa Al Ihsan diganti dengan Welas Asih? Kalau gubernur mau bikin rumah sakit baru, kasih nama Welas Asih, silakan," terangnya.

"Kenapa yang sudah ada uang dari bantuan umat kok diganti dari Al Ihsan ke Welas Asih?," sambungnya sambil bertanya.

Menurut Habib Rizieq, keputusan KDM bisa terjadi pemborosan dan bertentangan kebijakan efisiensi dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Perubahan itu juga wajib merubah data seluruh administrasi, sehingga biaya yang dikeluarkan sangat banyak.

Selain itu, Habib Rizieq juga menyinggung kata "Al Ihsan" identik nama dari basis bahasa Arab.

Padahal, ada beberapa kata dari bahasa Arab telah menjadi bahasa yang masuk KBBI bahasa Indonesia.

Habib Rizieq menjelaskan, bahasa Indonesia sangat fleksibel dan jumlahnya semakin banyak kata dari hasil rangkuman berbagai bahasa.

"Jadi ada bahasa-bahasa daerah, apakah itu bahasa Sunda, Jawa, itu sudah menjadi bahasa Indonesia. Bahkan, ada juga bahasa Arab masuk jadi bahasa daerah lalu jadi bahasa Indonesia," bebernya.

Akibat perubahan nama Al Ihsan, ia kembali menyinggung ucapan salam "Assalamualaikum" berubah "sampurasun".

Pergantian ucapan tersebut tuai polemik ketika Dedi Mulyadi menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

"Bukan sampurasun itu jelek, sampurasun itu bagus, tapi enggak boleh menggantikan Assalamualaikum. Silakan setelah salam pakai sampurasun tidak apa-apa," tegasnya.

Walau begitu, Dedi Mulyadi memberikan alasan terkait mengganti Al Ihsan jadi Welas Asih agar lebih dekat dengan karakter warga Jawa Barat.

Habib Rizieq menegaskan, perubahan nama rumah sakit itu rentan terjadinya rasis dalam urusan keyakinan agama.

"Ini kita jauhkan, sikap rasis semacam ini haram, karena beberapa waktu lalu sang gubernur terang-terangan bicara Islam," tukasnya.

Terlepas dari kritikan tersebut, Habib Rizieq sebelumnya menyiratkan pujian terhadap kinerja Kang Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat.

Isyarat tersebut mengingat HRS membantah isu pemerintah menghapus eksistensi Pondok Pesantren Markaz Syariat di Megamendung, Bogor.

Isu itu santer di tengah masyarakat karena Pondok Pesantren Markaz Syariat digosipkan telah digusur oleh Dedi Mulyadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Itu kabar bohong. Pesantrennya ada, santrinya ada, gurunya ada, perpustakaan ada, masjidnya ada, pengajian juga ada. Jadi, kalau ada yang bilang pemerintah mengganggu itu hoaks. Pemerintah nggak ganggu pesantren," tukas Habib Rizieq.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bea Cukai Sita Barang Rp11,25 Triliun hingga Agustus 2026, Rokok Ilegal Mendominasi

Bea Cukai Sita Barang Rp11,25 Triliun hingga Agustus 2026, Rokok Ilegal Mendominasi

Bea Cukai mencatat 20.643 penindakan hingga Agustus 2026 dengan nilai barang Rp11,25 triliun. Rokok ilegal menjadi kasus terbanyak.
Thailand Menang Dramatis atas Korea Selatan, 2 Kemenangan Jadi Modal ke Babak Berikutnya di AVC Men Asian Continental Championship 2026

Thailand Menang Dramatis atas Korea Selatan, 2 Kemenangan Jadi Modal ke Babak Berikutnya di AVC Men Asian Continental Championship 2026

Tampil di laga kedua Grup C, Thailand harus melewati pertarungan sengit selama lima set sebelum akhirnya mengunci kemenangan 3-2 dengan skor 25-18, 25-16, 20-25, 22-25, dan 15-12. 
Abu Vulkanik Mulai Berkurang, Pemprov DKI Jakarta Tetap Perpanjang PJJ Satu Hari Lagi

Abu Vulkanik Mulai Berkurang, Pemprov DKI Jakarta Tetap Perpanjang PJJ Satu Hari Lagi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo memutuskan untuk menambah durasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan di ibu kota hingga Selasa, 8 September 2026.
Harapan Terakhir Fajar Sahrudin di Autobiografinya sebelum Ditemukan Meninggal Dunia di GBK

Harapan Terakhir Fajar Sahrudin di Autobiografinya sebelum Ditemukan Meninggal Dunia di GBK

Fajar Sahrudin menyelipkan pesan menyentuh tentang harapan terakhirnya bagi siapa pun yang membaca lembar perjalanan kisah yang ia tuliskan di autobiografinya.
KRL Bogor-Manggarai Kembali Dibatalkan Sore Ini, KAI Commuter Ungkap Alasannya

KRL Bogor-Manggarai Kembali Dibatalkan Sore Ini, KAI Commuter Ungkap Alasannya

KAI Commuter membatalkan lima perjalanan KRL relasi Bogor-Manggarai dan sebaliknya pada Senin sore hingga malam akibat perawatan rangkaian.
Damkar Terjun Bersihkan Wilayah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Tuai Respons Positif

Damkar Terjun Bersihkan Wilayah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Tuai Respons Positif

Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menghujani wilayah Jabodetabek termasuk Sumatera dalam beberapa hari terakhir.

Trending

Pamer Hasil Make Up Sendiri, Megawati Hangestri Dipuji Skuad Hillstate: Kamu Cantik Sekali

Pamer Hasil Make Up Sendiri, Megawati Hangestri Dipuji Skuad Hillstate: Kamu Cantik Sekali

Megawati Hangestri dipuji skuad Hyundai Hillstate setelah memamerkan hasil make up-nya sendiri saat momen photo shoot di Suwon Gymnasium beberapa waktu lalu.
Hyundai Hillstate Ternyata Sempat Ragukan Megawati Hangestri, Orang Dalam: Banyak Kekhawatiran

Hyundai Hillstate Ternyata Sempat Ragukan Megawati Hangestri, Orang Dalam: Banyak Kekhawatiran

Hyundai Hillstate ternyata sempat ragu merekrut Megawati Hangestri. Orang dalam mengungkap banyak kekhawatiran soal kondisi sang pevoli Indonesia.
LHKPN Tim 9 Jadi Sorotan, KPK Diminta Aktif Telusuri Aset Pejabat

LHKPN Tim 9 Jadi Sorotan, KPK Diminta Aktif Telusuri Aset Pejabat

Peranan Tim 9 Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam penanganan dugaan kasus TPPU eks Jampidsus, Febrie Adriansyah turut disorot berbagai pihak.
Tak Tahan dengan Tekanan Hidup hingga Bullying Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Tinggalkan Autobiografi hingga Donasi

Tak Tahan dengan Tekanan Hidup hingga Bullying Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Tinggalkan Autobiografi hingga Donasi

Sebuah akun media sosial X dengan display name Stewie mengunggah sebuah postingan tentang dirinya yang mungkin telah meninggal dunia saat tweet tersebut muncul.
Bupati Masinton Sebut Sikap Politik DPRD Tapteng Primitif, Hambat Percepatan Penanganan Bencana

Bupati Masinton Sebut Sikap Politik DPRD Tapteng Primitif, Hambat Percepatan Penanganan Bencana

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu menanggapi santai terkait tidak harmonisnya hubungannya dengan DPRD Tapteng pascabencana.
Kumpulan Fakta Kematian Fajar Sahrudin yang Viral di X, Jenazahnya Ditemukan Sudah Membiru di GBK

Kumpulan Fakta Kematian Fajar Sahrudin yang Viral di X, Jenazahnya Ditemukan Sudah Membiru di GBK

Fajar Sahrudin diduga mengambil keputusan tragis tersebut di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, setelah mengunggah pesan perpisahan serta autobiografi.
Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mereda, PVMBG Imbau Warga Tetap Waspada: Bukan Sepenuhnya Berhenti

Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mereda, PVMBG Imbau Warga Tetap Waspada: Bukan Sepenuhnya Berhenti

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini terpantau mengalami penurunan. Kepala Pos PVMBG Hargo Pancuran melaporkan aktivitas vulkanik mulai mereda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT