Sifat Asli Shin Tae-yong Dibongkar Orang Terdekat, Selama Latih Timnas Indonesia Selalu Lakukan...
- PSSI
tvOnenews.com - Sosok Shin Tae-yong selama ini dikenal sebagai pelatih tegas dan disiplin yang berhasil membawa Timnas Indonesia mengalami berbagai peningkatan signifikan.
Namun di balik citra tegas dan keras kepala itu, ternyata ada sisi lain dari Shin Tae-yong yang baru-baru ini dibongkar oleh orang-orang terdekatnya.
Salah satu yang membeberkan sifat asli pelatih asal Korea Selatan itu adalah Jeong Seok Seo atau Jeje, yang selama ini menjadi tangan kanan sekaligus penerjemah pribadi Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.
Dalam wawancara di kanal YouTube Masih Kureng, Jeje memberikan gambaran lebih dalam soal bagaimana STY sebenarnya mengambil keputusan dalam memilih susunan pemain dan menyusun strategi.
Menurut Jeje, selama masa kepelatihannya di Timnas Indonesia, Shin Tae-yong sangat memperhatikan tiga aspek utama dalam menentukan starting line-up.
Ketiga faktor tersebut adalah lawan yang dihadapi, kondisi pemain, serta mentalitas pemain tersebut menjelang pertandingan.
“Kayaknya ada tiga faktor yang coach Shin lihat. Satu lawan, khususnya kalau lawan, bukan lihat tim tapi lihat man to man-nya. Soalnya dari tim analis kita pasti analisa dulu semua pertandingan, tiga sampai empat pertandingan sebelumnya kira-kira mana yang mencolok di situ,” ungkap Jeje.
Ia menambahkan bahwa kondisi fisik pemain dan mental mereka juga sangat mempengaruhi keputusan STY.
![]()
"Kedua kondisi pemain, ketiga itu mental. Mental paling penting, soalnya kelihatan pas latihan, apalagi pas official training kan udah ditentuin,” lanjutnya.
Terkait siapa yang menentukan line-up akhir, Jeje menegaskan bahwa meski Shin Tae-yong adalah pelatih kepala, ia bukan tipe pelatih yang menutup diri dari masukan.
Keputusan memang tetap di tangan Shin Tae-yong, namun setiap asisten pelatih dan tim analis punya suara yang didengarkan.
“Bareng-bareng semua, tapi finalnya coach Shin. Terlibat semua. Coach Shin dengerin semua masukan asisten pelatih, sampai dengerin gue juga," ungkap Jeje.
"Coach Shin tuh orangnya dengerin dari orang lain. Kalau pelatih lain kadang tertutup, kadang coach Shin kalau kita ngobrol dia tanya kira-kira siapa yang main. Dia orangnya gitu,” tambahnya.
Lebih lanjut, Jeje menyampaikan bahwa Shin Tae-yong bahkan tidak ragu untuk menerima masukan dari siapa pun, termasuk dari pelatih level akademi.
“Dia juga pernah ngomong, ada yang kita bisa belajar dari pelatih akademik. Nggak semuanya dari dia. Dia bisa terima semua pendapat. Masalah filosofi memang nggak bisa diubah, tapi dia benar-benar terbuka,” tegas Jeje.
Namun, di sisi lain, karakter keras kepala Shin Tae-yong tetap diakui oleh orang-orang yang pernah bekerja bersamanya.
Salah satunya adalah Charis Yulianto, eks pemain Timnas Indonesia dan mantan asisten pelatih saat Shin Tae-yong memimpin laga FIFA Matchday melawan Argentina dan Palestina.
Charis menyebutkan bahwa keras kepala bukan berarti buruk, justru itu adalah kualitas yang harus dimiliki oleh pelatih kepala.
"Sebagai pelatih kepala, memiliki sikap keras kepala adalah suatu keharusan. Seorang pelatih perlu memiliki prinsip yang kuat. Ibaratnya, pelatih itu seperti sopir yang harus memilih penumpang yang tepat, yaitu pemain yang bersedia mengikuti keinginannya dan bertanggung jawab di lapangan," kata Charis.
Ia juga menekankan bahwa Shin Tae-yong memilih pemain bukan atas keinginan pribadi, tetapi berdasarkan kebutuhan taktik.
“Apapun kelebihan dan kekurangan pemain, saya yakin Coach Shin Tae-yong telah melakukan evaluasi secara menyeluruh. Beliau adalah sosok yang keras dalam konteks positif,” ujar Charis.
Penuturan dari Jeje dan Charis Yulianto tersebut menambah lapisan pemahaman publik terhadap sosok pelatih asal Korea Selatan ini.
Di balik sikap tegas dan terlihat dominan, Shin Tae-yong ternyata memiliki pendekatan yang inklusif terhadap staf dan pemainnya. (adk)
Load more