Baru Sekali Bertemu DJ Panda, Sintya Cilla Ngaku Punya Anak di Luar Nikah, Kini Minta Pengakuan dan Desak Tes DNA
- YouTube & Instagram/curhatbang/djpanda_official
Hingga akhirnya, pada akhir November 2024, Sintya mengaku terkejut karena dirinya telat menstruasi dan diketahui hamil.
Ia sempat bertemu kembali dengan DJ Panda di Semarang, tetapi sikap sang DJ disebut sangat berubah.
“Aku sama Kopan sempat bertemu tetapi dia menganggap aku seperti orang asing. Di Semarang kami tidak ngapa-ngapain, hubungan intim itu hanya di Solo," beber Sintya.
Sintya merasa kecewa karena menurutnya, DJ Panda sama sekali tidak menunjukkan tanggung jawab atas kehamilannya.
Ia bahkan sempat dituduh hanya mencari sensasi.
Namun, Sintya menegaskan bahwa keputusannya membuka cerita ini ke publik bukan untuk panjat sosial, melainkan untuk memperjuangkan hak anaknya.
“Aku cuma ingin Panda bertanggung jawab. Kalau memang anak ini darah dagingnya, ayo kita buktikan dengan tes DNA,” tegas Sintya dalam podcast Denny Sumargo.
Kisah ini sontak menjadi perbincangan panas di media sosial. Banyak netizen memberikan komentar tajam terhadap pengakuan Sintya Cilla.
“Diajak ketemuan di hotel lo berharap apa girl? Mana si Panda nanyain mau buka kamar? Itu udah hint dia ngajakin apa. Ga belain Panda karena emang habit udah jelek. Nah si cewe ini bukannya malu ya buka-bukaan cerita gini,” tulis seorang netizen di X.
“Kalo nggak mau bunting terus ngelahirin tanpa suami jangan mau mbak diajak atau nyamperin ke hotel. Lagian lu bukan korban perkosaan/hipnotis, lu mau sama mau. Giliran tekdung pusing nyari laki buat jadi bapak nya” komentar akun lain.
Ada pula yang menilai keduanya sama-sama salah.
“Panda pemain, ceweknya mudah terpedaya. Sorry to say, dua-duanya agak-agak,” imbuh seorang warganet.
Kini, cerita Sintya Cilla terus menuai pro-kontra. Sebagian orang bersimpati dengan perjuangannya untuk memperjuangkan hak sang anak.
Sementara yang lain menilai ia seharusnya lebih berhati-hati sejak awal sebelum memutuskan bertemu idolanya di hotel. (adk)
Load more