Padahal Sebelum Timnas Indonesia Kalah dari Arab Saudi 3-2, Tangan Kanan Shin Tae-yong Sudah Ingatkan Hal Ini
- Kolase tvOnenews / YouTube CAPT HAMKA / X Timnas Indonesia
tvOnenews.com - Timnas Indonesia menelan kekalahan tipis 2-3 dari Arab Saudi pada laga perdana Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB.
Timnas Indonesia sempat unggul lebih dulu melalui gol penalti Kevin Diks di menit ke-11, namun Arab Saudi membalikkan keadaan.
Timnas Indonesia gagal menyamakan skor meski mendapat peluang di babak kedua, termasuk setelah Mohammed Kanno dari Arab Saudi diganjar kartu merah di injury time.
![]()
Pemain Timnas Indonesia. (Sumber: AFC)
Pertandingan berlangsung dramatis dengan tiga gol penalti. Kevin Diks membuka skor untuk Indonesia pada menit ke-11 (0-1), diikuti gol penyama kedudukan Saleh Abu Alshamat pada menit ke-17 (1-1).
Firas Al-Buraikan membawa Arab Saudi unggul lewat penalti di menit ke-36 (2-1) dan mencetak brace di menit ke-62 (3-1).
Diks memperkecil ketinggalan lewat penalti keduanya di menit ke-88 (3-2), namun skor bertahan hingga akhir.
Namun, sebelum kekalahan ini, Jeong Seok Seo alias Jeje, eks penerjemah Shin Tae-yong, sudah memprediksi tantangan berat melawan Arab Saudi.
![]()
Jeje, Eks Penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. (Sumber: YouTube CAPT HAMKA)
Dalam podcast di kanal YouTube CAPT HAMKA pada 7 Oktober 2025, Jeje menyatakan, “Arab Saudi sebenarnya tim yang lumayan dan sangat-sangat kuat. Apalagi ya, pernah kalahin Argentina juga kan di Piala Dunia. Jadi bukan tim kaleng-kaleng sebenarnya dan cepat dan kuat juga.”
Ia menambahkan, “Kita benar-benar siap banget sih untuk melawan mereka, taktiknya sebenarnya itu yang paling penting menurut saya sih.”
Jeje mengungkap strategi sukses Timnas Indonesia saat mengalahkan Arab Saudi 2-0 di era Shin Tae-yong.
Kala itu, analisis menunjukkan kelemahan Arab Saudi di ruang belakang pertahanan.
“Kalau yang menang 2-0, kita kan analisa Saudi itu seperti apa. Nah, waktu itu kan baru habis ganti dan dia bawa tim yang muda, cepat ganti generasi dan mereka itu suka high pressing. Sama persis kayak sekarang sebenarnya high pressing juga,” ujar Jeje.
Load more