Kalaupun Shin Tae-yong Kembali Melatih Timnas Indonesia, Pemain ini Sepertinya Tidak Akan Pernah Dipanggil STY Lagi
- Kolase tvonenews.com - Julio Tri Saputra / AFC
tvOnenews.com - Shin Tae-yong (STY), pelatih asal Korea Selatan yang sempat melatih Timnas Indonesia dari 2020 hingga Januari 2025, kini menjadi sorotan ulang setelah PSSI resmi memecat Patrick Kluivert pada 16 Oktober 2025.
STY dipecat dari klub K-League 1 Ulsan HD pada 9 Oktober 2025, membuatnya menganggur dan memicu rumor kembalinya ke Garuda.
Rumor ini cukup mengguncang publik sepak bola Tanah Air karena banyak yang berharap kembalinya Shin Tae-yong bisa mengembalikan kejayaan skuad Garuda seperti beberapa tahun terakhir.
![]()
Shin Tae-yong. (Sumber: tvOnenews.com/Julio Tri Saputra)
Selama lima tahun menukangi Timnas Indonesia, Shin Tae-yong berhasil membawa skuad Garuda mencetak sejarah, yakni lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan tembus ke fase grup Piala Asia 2023.
Dua prestasi itu menjadi tonggak penting dalam perjalanan sepak bola nasional, bahkan membuat peringkat FIFA Indonesia naik drastis dari 173 menjadi 127.
Namun, di balik ketegasannya yang membawa hasil, STY juga dikenal tidak segan memberikan sanksi keras kepada pemain yang dianggap tidak disiplin.
Beberapa di antaranya bahkan tidak pernah lagi mengenakan seragam Timnas setelah kejadian itu.
Dukungan untuk kembalinya STY datang dari berbagai pihak, mulai dari suporter, mantan Ketua PSSI Mochamad Iriawan (Iwan Bule), hingga anggota Komisi X DPR Habib Syarief.
Mereka menilai STY memahami karakter pemain Indonesia dan mampu menanamkan mental juang yang kuat.
Pengamat sepak bola Haris Pardede menambahkan bahwa ada tiga alasan logis mengapa STY layak kembali:
1. Kontrak STY relatif lebih terjangkau dibandingkan pelatih asing baru seperti Frank de Boer.
2. Rekam jejak prestasi dan kedisiplinannya terbukti.
3. STY sudah membangun hubungan emosional dengan tim dan masyarakat Indonesia.
Namun, pengamat sepak bola Coach Justin menilai peluang kembalinya STY tetap terbuka, meski ada banyak faktor yang perlu dinegosiasikan.
“Tapi tidak menutup kemungkinan ya STY juga balik bisa aja. Cuman ya itu gua setuju. Kalau STY balik pun salah satu contoh gaji itu kan gede banget ya. Belum tentu bisa bayar kan. Jadi harus ada negosiasi ulanglah, tidak hanya dari sisi gaji, tapi juga dari sisi lain. Jadi kalau dua-dua mau lebih fleksibel, enggak kepala batu dua-dua bisa aja STY balik. Tapi feeling gue sih akan datang pelatih baru sih,” ujar Coach Justin dalam podcast OFFSIDE DUA (17/10/2025).
Kalaupun STY benar kembali, ada sejumlah pemain yang sepertinya tidak akan lagi masuk dalam daftar panggilan sang pelatih. Berikut ulasan lengkapnya.
1. Rifad Marasabessy
![]()
Rifad Marasabessy. (Sumber: PSSI)
Nama Rifad Marasabessy mungkin tidak asing di kalangan pecinta sepak bola nasional. Pemain kelahiran Tulehu, 7 Juli 1999 ini pernah menjadi andalan di sektor kanan pertahanan.
Namun, kariernya di Timnas terhenti usai insiden pada September 2021. Saat itu, Rifad dipanggil oleh Shin Tae-yong untuk memperkuat skuad Garuda dalam laga melawan Taiwan di playoff Kualifikasi Piala Asia 2023.
Sayangnya, ia datang terlambat ke pemusatan latihan tanpa memberi kabar apa pun kepada staf pelatih. Tindakan itu dianggap sebagai bentuk ketidakdisiplinan serius.
“Rifad (Marasabessy) datang melebihi waktu yang telah ditentukan untuk berkumpul di hotel. Ia tidak memberitahu saya alasan keterlambatannya. Karena itu saya mengeluarkannya dari pemusatan latihan,” tegas Shin Tae-yong melalui laman resmi PSSI pada 1 Oktober 2021.
Sejak hari itu, Rifad tak pernah lagi dipanggil memperkuat Timnas Indonesia. Ia kini bermain di Liga 1 bersama Borneo FC dan sempat tampil cukup konsisten, namun tampaknya hubungan dengan STY sudah tertutup rapat.
2. Ramai Rumakiek
![]()
Ramai Rumakiek. (Sumber: Instagram/ramairumakiek)
Winger lincah Ramai Rumakiek sempat menjadi bintang muda paling bersinar di Persipura Jayapura.
STY bahkan menjadikannya bagian dari skuad muda untuk SEA Games 2021.
Namun, kepercayaan itu berakhir pahit. Ramai tidak pernah datang ke pemusatan latihan, bahkan setelah PSSI mengirim surat resmi pemanggilan.
“Rumakiek tidak bisa main di SEA Games. Kami sudah melayangkan surat pemanggilan, dia tidak respons sama sekali, jadi saya harus berikan sanksi kepada Rumakiek,” ujar Shin Tae-yong dikutip dari laman PSSI.
Ketidakhadiran itu membuatnya dicoret dari daftar pemain Timnas Indonesia. STY menganggap tindakan tersebut tidak menunjukkan tanggung jawab sebagai pemain profesional.
Sejak saat itu, meski kariernya di klub masih berlanjut, Rumakiek tak lagi berseragam Merah Putih di bawah asuhan STY.
3. Osvaldo Haay
![]()
Osvaldo Haay. (Sumber: ANTARA/Sigid Kurniawan/foc)
Eks pemain Persija Jakarta ini merupakan contoh lain dari pemain yang kehilangan tempat di Timnas akibat indisipliner.
Osvaldo Haay sebelumnya merupakan salah satu pemain favorit STY, bahkan ikut membantu Garuda Muda meraih medali perak di SEA Games 2019.
Namun, segalanya berubah pada 2021 ketika ia tidak hadir dalam pemusatan latihan jelang playoff Kualifikasi Piala Asia 2023.
Osvaldo mengaku sakit, tapi anehnya ia justru tampil membela Persija Jakarta di tiga pertandingan Liga 1.
“Saat ini, saya tidak memanggil Osvaldo Haay ke Timnas Indonesia karena dia tidak mau bergabung dalam pemusatan latihan pada 19 September 2021. Dia bilang sedang sakit, namun tidak ada pemberitahuan ke saya,” kata Shin Tae-yong.
Kedisiplinan yang dilanggar membuatnya tidak pernah lagi dipanggil oleh STY. Kini Osvaldo bermain untuk Bhayangkara FC, mencoba membangkitkan kariernya yang sempat meredup.
4. Saddil Ramdani
![]()
Saddil Ramdani. (Sumber: Persib)
Nama Saddil Ramdani tak kalah kontroversial. Ia sempat menjadi salah satu winger paling menonjol di era STY, terutama berkat kecepatannya dan kemampuan menembak jarak jauh.
Namun, menjelang Piala Asia 2023, STY secara mengejutkan mencoretnya dari daftar skuad.
Tak lama setelah itu, Saddil membuat unggahan di Instagram Stories yang dianggap sindiran untuk pelatih.
“Jangan pernah menyerah, bekerjalah di mana Anda dihormati. Ingat hukum alam tetap berlaku,” tulis Saddil di akun @saddilramdanii (12 Januari 2024).
Sejak saat itu, Saddil tidak pernah lagi membela Timnas Indonesia, meski penampilannya di Sabah FC (Malaysia) cukup baik. Banyak pihak menilai unggahan itu menjadi titik akhir hubungannya dengan STY.
5. Elkan Baggott
![]()
Elkan Baggott. (Sumber: tvOnenews-Julio Tri Saputra)
Bek jangkung berpostur 196 cm ini sempat menjadi pilar utama lini belakang Timnas Indonesia.
Namun, hubungan Elkan Baggott dengan STY mulai retak setelah ia menolak memperkuat Timnas Indonesia U-23 dalam playoff Olimpiade Paris 2024 melawan Guinea.
Alasannya, ia ingin fokus memperjuangkan posisi di klubnya, Ipswich Town (saat itu dipinjamkan ke Blackpool FC).
Sejak saat itu, Elkan tidak pernah lagi tampil untuk Timnas di bawah STY.
Ketika Patrick Kluivert datang menggantikan STY pada awal 2025, sempat ada harapan bahwa Elkan akan kembali.
Namun, Kluivert mengonfirmasi bahwa Elkan masih memilih fokus pada karier klub.
“Saya bicara dengannya sebelum kualifikasi melawan Australia. Dia bilang takut kehilangan posisinya di klub tempat dia bermain. Jadi dia memilih tidak dipanggil,” ujar Patrick Kluivert di YouTube resmi PSSI (26 Mei 2025).
Dengan latar belakang tersebut, kecil kemungkinan STY akan kembali memanggil Elkan Baggott jika dirinya benar-benar kembali melatih Timnas Indonesia.
Shin Tae-yong dikenal sebagai pelatih yang keras, tegas, dan berprinsip.
Meski ketegasannya sering menuai pro dan kontra, tak bisa dipungkiri bahwa di bawah arahannya, Timnas Indonesia mencapai banyak prestasi bersejarah.
(anf)
Load more