Ressa Hidup dari Gaji Rp1,5 Juta Perbulan, Siap Hadapi Denada di Pengadilan Tanpa Rasa Kecewa
- Kolase tvOnenews.com / tvOne - Happy Oktavia / Instagram @denadaindonesia
tvOnenews.com - Kasus gugatan perdata antara Ressa Rizky Rossano dan penyanyi Denada Tambunan terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.
Meski sudah memasuki tahap mediasi kedua pada Kamis (15/1/2026), Denada kembali tidak hadir dalam persidangan dengan alasan masih memiliki tanggung jawab pekerjaan.
Sidang mediasi tersebut merupakan lanjutan dari perkara bernomor 288/Pdt.G/2025/PN Byw terkait dugaan penelantaran anak dan permintaan pengakuan biologis.
Dalam gugatannya, Ressa meminta agar Denada mengakui dirinya sebagai anak kandung dan menuntut ganti rugi materil serta immateril yang ditaksir mencapai Rp7 miliar.
Kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, menjelaskan bahwa pihak pengadilan masih memberikan kesempatan bagi Denada untuk hadir di mediasi berikutnya.
Namun, absennya Denada dinilai menunjukkan kurangnya itikad baik dalam menyelesaikan perkara secara damai.

- Kolase tvOnenews.com / tvOne - Happy Oktavia / Instagram @denadaindonesia
“Ya kalau tidak hadir ya maka ya kita nggak bisa melihat itikad baik dari pihak tergugat untuk menyelesaikan ini di tingkat mediasi. Maka mau enggak mau ya mungkin kita sarankan kepada hakim mediator untuk menyatakan bahwa mediasi ini ya sudah dinyatakan gagal aja sehingga nanti bisa lanjut ke pemeriksaan persidangan,” ujar Ronald, dikutip dari YouTube Cumicumi.
Meski begitu, Ronald mengungkapkan bahwa kuasa hukum Denada sempat menyampaikan keinginan untuk tetap menjalin komunikasi secara pribadi di luar mediasi resmi pengadilan.
“Intinya di dalam resumenya kuasa hukumnya tergugat tadi itu menyatakan bahwa dia meminta untuk menjalin komunikasi, mungkin mengajak diskusi gimana nanti sama-sama bisa membuat formulasi solusi di luar konteks mediasi,” jelas Ronald.
Pihak Ressa menyambut baik tawaran tersebut dan membuka pintu untuk kemungkinan silaturahmi secara pribadi.
Namun, Ronald menegaskan, sejauh ini tidak ada tanda-tanda Denada berniat melakukan pertemuan langsung dengan kliennya.
Menurut Ronald, Ressa sendiri sudah tidak memiliki beban emosional jika nantinya harus bertemu Denada di ruang sidang.
Ia menyebut bahwa rasa kecewa Ressa terhadap ibunya sudah lama hilang.

- YouTube/Comic8Revolution
“Kalau Ressa sih dia sudah agak slow, baik emosinya maupun psikisnya. Kalau memang harus ketemu dengan Denada pun dia sudah fine-fine aja kok. Ketemu atau tidak ketemu, dia sudah tidak kecewa lagi,” katanya.
Ronald juga mengungkapkan bahwa selama 24 tahun hidupnya, Ressa hanya bertemu Denada beberapa kali, bahkan tidak pernah duduk satu meja selama lebih dari dua menit.
“Denada itu selaku ibunya saja ketemu dengan Ressa ini selaku anaknya itu bisa dihitung jari, dan duduk satu meja pun selama dua menit pun tidak pernah. Jadi kecewa itu sudah mulai dari dulu,” tambah Ronald.
Sementara itu, kehidupan sehari-hari Ressa terbilang sederhana.
Ia bekerja sebagai penjaga toko kelontong 24 jam di Banyuwangi dengan gaji sekitar Rp1,5 juta per bulan.
Ressa bekerja delapan jam sehari dan bertanggung jawab menjaga satu dari empat toko kelontong yang beroperasi bergantian dengan shift.
Rekan kerjanya, Astmal, mengungkapkan bahwa Ressa sudah bekerja di toko tersebut sejak Agustus 2025.
Ia menggantikan pekerjaan sebelumnya sebagai ojek online setelah tidak lagi memiliki kendaraan.
“Kerjanya 8 jam, gaji saya sekitar Rp1.200.000 sampai Rp1.500.000 setiap bulan. Kalau nggak kerja sehari ya dipotong Rp50.000,” ujar Astmal.
Astmal juga mengatakan, sejak isu pengakuan anak biologis ramai di media sosial, Ressa belum kembali bekerja.
“Saya tidak tahu kenapa libur, tapi katanya belum bisa kerja sejak hari Minggu kemarin,” jelasnya.
Meski hidup dengan penghasilan pas-pasan, Ressa disebut tetap teguh memperjuangkan haknya di pengadilan.
Ia juga tidak menunjukkan kebencian terhadap Denada, melainkan ingin mendapatkan kejelasan dan pengakuan secara hukum. (adk)
Load more