Kenali Lemak dalam Tubuh dan Solusi Aman untuk Membentuk Badan Lebih Ideal
- Nadiyas Utami Pratiwi
Jakarta, tvOnenews.com - Lemak dalam tubuh memiliki peran penting sebagai cadangan energi dan pelindung organ. Namun, jika jumlahnya berlebihan, lemak justru bisa mengubah bentuk tubuh menjadi tidak proporsional dan meningkatkan risiko berbagai penyakit. Kondisi inilah yang sering membuat seseorang terlihat lebih gemuk meski berat badan tidak selalu naik drastis.
Penumpukan lemak umumnya terjadi di area perut, paha, lengan, dan pinggang. Lemak di bagian ini dikenal sebagai lemak membandel karena sulit dihilangkan meski sudah rutin berolahraga atau menjaga pola makan. Selain mengganggu penampilan, lemak berlebih juga dapat menurunkan rasa percaya diri dan memicu masalah kesehatan jangka panjang.
Secara medis, lemak yang paling perlu diwaspadai adalah lemak jenuh dan lemak trans. Kedua jenis lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah dan memperbesar risiko penyakit jantung, stroke, hingga diabetes tipe 2. Lemak jenis ini banyak ditemukan dalam makanan olahan, fast food, gorengan, serta produk susu tinggi lemak.
Beberapa sumber lemak tidak sehat yang sebaiknya dibatasi antara lain daging merah berlemak, kulit ayam, mentega, keju, krim kental, biskuit, donat, pastry, hingga makanan yang digoreng menggunakan minyak terhidrogenasi. Konsumsi berlebihan makanan tersebut tidak hanya memicu penumpukan lemak, tetapi juga mempercepat proses penuaan dan menurunkan kebugaran tubuh.
Untuk menjaga bentuk tubuh tetap ideal, perubahan gaya hidup menjadi langkah utama. Olahraga kardio seperti jalan cepat, jogging, atau bersepeda selama minimal 30 menit per hari efektif membantu membakar kalori. Latihan kekuatan juga penting karena otot dapat meningkatkan pembakaran lemak bahkan saat tubuh sedang beristirahat.
Namun, tidak semua lemak dapat hilang hanya dengan diet dan olahraga. Banyak orang dengan berat badan ideal tetap memiliki lemak lokal di area tertentu yang sulit dikurangi. Kondisi ini membuat sebagian orang mulai melirik perawatan estetika non-bedah sebagai solusi tambahan untuk membantu membentuk kontur tubuh.
Salah satu treatment yang kini banyak diminati adalah Bea Sculpt, perawatan pembentukan tubuh yang memanfaatkan teknologi Coolwaves™ dari ONDA Pro. Teknologi ini bekerja dengan menargetkan lemak hingga lapisan terdalam sekaligus membantu mengencangkan kulit tanpa rasa sakit dan tanpa prosedur invasif.
Menurut dr. Elizabeth Lisa, teknologi ONDA Pro mampu menjangkau kedalaman lemak hingga sekitar 1,2 cm, sehingga efektif untuk mengatasi lemak membandel yang sulit dijangkau metode konvensional. Perawatan ini banyak diminati karena memberikan hasil signifikan tanpa perlu operasi atau waktu pemulihan panjang.
Bea Sculpt dinilai cocok bagi mereka yang:
-
Memiliki berat badan ideal namun memiliki lemak lokal di area tertentu
-
Ibu pasca melahirkan yang ingin mengencangkan perut dan mengurangi lemak
-
Pasien yang menginginkan kontur wajah dan tubuh lebih tegas
Proses perawatannya relatif singkat, sekitar 30 menit per sesi, dengan sensasi hangat yang nyaman. Tidak ada downtime, sehingga pasien dapat langsung kembali beraktivitas, bahkan berolahraga di hari yang sama tanpa risiko memar atau bengkak.
Area yang dapat ditangani pun cukup luas, mulai dari wajah dan leher, double chin, perut, paha, lengan, love handle, bra fat, hingga area ketiak. Hasil awal sekitar 20 persen dapat terlihat setelah sesi pertama, lalu meningkat hingga 50 persen dalam dua minggu, dan mencapai hasil optimal dalam waktu sekitar satu bulan.
Untuk biaya, Beauty Sister Clinic menawarkan paket Bea Sculpt sebagai berikut:
-
1 kali kedatangan: Rp6.500.000
-
3 kali kedatangan: Rp15.000.000
Meski hasilnya relatif cepat, dokter tetap menekankan pentingnya konsultasi awal serta menjaga pola makan sehat dan gaya hidup aktif agar hasil perawatan dapat bertahan lebih lama.
Dengan kombinasi pola hidup sehat dan dukungan teknologi modern seperti Bea Sculpt, lemak tubuh berlebih yang selama ini membuat bentuk badan tidak ideal kini dapat diatasi secara lebih efektif, aman, dan nyaman tanpa harus menjalani prosedur bedah. (nsp)
Load more