Series “Yang Penting Ada Cinta”: Potret Ringan Anak Muda, Antara Mimpi, Cinta, dan Realita Kost
- Antara
Namun, di balik kelucuannya, karakter Fajar tidak sepenuhnya kosong. Puisinya yang terdengar absurd justru menjadi simbol ketulusan yang naif, memperlihatkan sisi lain dari pencarian makna cinta.
Sementara itu, Arif berperan sebagai pengamat sekaligus penggerak cerita. Sebagai content creator pemula, ia merekam keseharian anak kost dan mengunggahnya ke media sosial. Alur ini menyoroti fenomena konten viral yang lahir dari kejujuran, bukan rekayasa.
Cerita Arif terasa relevan dengan budaya digital saat ini, meski pengembangannya masih cenderung aman dan minim konflik lanjutan.
Secara keseluruhan, kekuatan Yang Penting Ada Cinta terletak pada kesederhanaan ceritanya. Serial ini tidak berusaha menjadi terlalu dramatis atau kompleks. Dialog ringan, konflik yang mudah dipahami, serta karakter yang familiar membuatnya mudah diikuti oleh penonton dari berbagai latar belakang.
Namun, pendekatan yang terlalu aman juga menjadi catatan tersendiri. Beberapa konflik diselesaikan dengan cepat, sehingga emosi yang dibangun belum sepenuhnya dieksplorasi secara mendalam.
Elemen komedi bekerja cukup efektif, tetapi pada beberapa bagian terasa repetitif, terutama pada karakter Fajar yang mengandalkan pola humor serupa.
Meski demikian, web series ini tetap berhasil menyampaikan refleksi tentang kegagalan, pilihan hidup, dan arti bertahan bersama. Cerita ini memang dimaksudkan sebagai medium komunikasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus membangun kedekatan emosional dengan audiens digital.
Sebagai tontonan ringan, Yang Penting Ada Cinta cukup efektif menggambarkan realita anak muda urban tanpa pretensi berlebihan.
Ia mungkin tidak menawarkan terobosan besar dalam narasi, tetapi berhasil menghadirkan cerita yang hangat, relevan, dan mudah diterima, sebuah karakteristik yang justru menjadi kekuatan utama web series di era digital. (udn)
Load more