News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siapa Saja yang Dimintai Keterangan dalam Penyelidikan Misteri Penyebab Kematian Lula Lahfah? Terbaru Ada Reza Arap

Berikut daftar sosok dimintai keterangan oleh polisi dalam penyelidikan misteri penyebab kematian pacar Reza Arap, Lula Lahfah yang ditemukan meninggal dunia, Jumat (23/1/2026).
Minggu, 25 Januari 2026 - 21:58 WIB
Kekasih Reza Arap, Lula Lahfah
Sumber :
  • Instagram/lulalahfah

Jakarta, tvOnenews.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan, polisi terus melakukan penyelidikan misteri penyebab kematian pacar Reza Arap, Lula Lahfah yang ditemukan pada Jumat (23/1/2026).

Ia mengatakan, proses penyelidikan misteri motif Lula Lahfah meninggal dunia akan dilakukan oleh Polsek Kebayoran Baru dan Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saat ini penyelidik dari Polsek Kebayoran Baru dan Satreskrim Polrestro Jakarta Selatan masih mendalami penyebab kematian," ungkap Budi dalam keterangan resminya, Minggu (25/1/2026).

Sejumlah Saksi Dipanggil untuk Penyelidikan Kematian Lula Lahfah

Lula Lahfah
Lula Lahfah
Sumber :
  • Instagram Lula Lahfah

Lebih lanjut, Budi mengatakan, polisi membutuhkan sejumlah saksi. Hal ini membantu proses penyelidikan kematian Lula Lahfah di Apartemen Assence Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jaksel.

"Pemeriksaan saksi-saksi serta analisis barang bukti yang ada," jelasnya.

Adapun siapa saja sosok yang menjadi dalam penyelidikan kematian pacar Reza Arap itu, polisi sempat mengungkap daftarnya, antara lain, sopir, sekuriti, hingga asisten rumah tangga (ART) korban.

"ART, sopir, sekuriti, baru itu aja (yang dimintai keterangan), karena mereka yang menginfokan ke kita juga," ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Mohamad Iskandarsyah, Sabtu (24/1/2026).

Reza Arap bakal Dipanggil Polisi

Lula Lahfah dan Reza Arap
Lula Lahfah dan Reza Arap
Sumber :
  • Instagram @lulalahfah

Terkini, Budi menyampaikan bahwa, Reza Arap juga sebagai salah satu sosok yang dimintai keterangan. Ia mengungkapkan kekasih mendiang Lula Lahfah itu akan dipanggil pada Senin (26/1/2026).

"Iya informasi (diperiksa) Senin," ucap Budi.

Budi mengatakan, polisi akan meminta keterangan dari Reza Arap digelar di Mapolres Metro Jaksel. Selain Reza, sejumlah rekan mendiang Lula Lahfah juga akan dimintai klarifikasi, termasuk mengenai kesehatan korban sebelum meninggal dunia.

"Sudah dikomunikasikan untuk bisa hadir pada hari Senin. Sama teman-teman dekatnya juga yang datang ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP)," lanjut Budi.

Terkait penyebab kematian Lula Lahfah diduga karena sakit, polisi belum bisa memastikan hal tersebut. Pasalnya, hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit menjadi penentu.

Akan tetapi berdasarkan dari keterangan dokter, dugaan penyebab sementara selebgram berusia 26 tahun itu akibat henti napas. Namun untuk keterangan lengkapnya, pihak dokter masih belum menjelaskan lebih lanjut.

"Nanti dokter yang menjelaskan hasilnya di hari Senin, itu dari Rumah Sakit Fatmawati," kata Iskandarsyah.

Soal Surat Kematian Lula Lahfah Viral di Media Sosial

Sementara, Kapolres Metro Jaksel, Kombes I Putu Yuni Setiawan sebelumnya mengonfirmasi kebenaran terkait surat kematian dari klinik di Depok, Mardhiyah Medical Clinic. Surat tersebut pasalnya memicu polemik usai beredar di media sosial.

I Putu Yuni membenarkan adanya surat keterangan hasil medis tersebut. Sebab, ada seorang dokter yang sempat memeriksa jenazah korban di kamar apartemennya.

"Dokter yang datang," kata I Putu Yuni.

Pihak Mardhiyah Medical Clinic juga sempat buka suara terkait surat kematian dari pihaknya yang viral di media sosial. Melalui Instagram resminya, pihak klinik membantah telah menyebar surat hasil medis tersebut ke ruang publik.

"Kami ingin menyampaikan bahwa, foto Surat Keterangan Kematian yang beredar tidak disebarkan oleh pihak klinik kami. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan mohon bantuan agar surat tersebut dapat dihapus dan tidak disebarluaskan karena mengandung data dan privasi pasien. Kami juga memohon maaf pada pihak-pihak yang terganggu dengan beredarnya surat tersebut," tulis Mardhiyah Medical Clinic.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dan klinik tidak berwenang dalam memberikan pernyataan apa pun saat ini," sambungnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan, Kuasa Hukum PPKGBK Sebut Proses Perkara Sudah Berlangsung 20 Tahun

Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan, Kuasa Hukum PPKGBK Sebut Proses Perkara Sudah Berlangsung 20 Tahun

Kuasa Hukum PPKGBK Chandra Hamzah mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan eksekusi pengosongan Hotel Sultan. 
Di Tengah Ketidakpastian Global, Industri Mulai Beralih ke Energi Surya untuk Tekan Biaya Operasional

Di Tengah Ketidakpastian Global, Industri Mulai Beralih ke Energi Surya untuk Tekan Biaya Operasional

Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada fluktuasi harga energi dan meningkatnya biaya operasional, sejumlah pelaku industri di Indonesia mulai memanfaatkan energi terbarukan
Buron Tiga Tahun, Pelaku Pencurian 9 Trafo Lampu Kapal di Juwana Akhirnya Ditangkap Satpolairud Polresta Pati

Buron Tiga Tahun, Pelaku Pencurian 9 Trafo Lampu Kapal di Juwana Akhirnya Ditangkap Satpolairud Polresta Pati

Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Pati kembali mengungkap perkembangan kasus dugaan pencurian dengan pemberatan (curat) berupa trafo lampu kapal yang terjadi di wilayah perairan Juwana. 
Peringatan Dini El Nino, BMKG Makassar Anjurkan Petani buat Persiapan Air dan Penyesuaian Bibit

Peringatan Dini El Nino, BMKG Makassar Anjurkan Petani buat Persiapan Air dan Penyesuaian Bibit

Fenomena El Nino tidak bisa disepelekan, sebab bisa berimbas ke banyak sektor kehidupan di sebuah negara. BMKG keluarkan imbauan untuk Petani
Lensa Berbicara: Kondisi Hotel Sultan Jelang Dieksekusi, Penuh Banner Penolakan hingga Terpasang Kawat Berduri

Lensa Berbicara: Kondisi Hotel Sultan Jelang Dieksekusi, Penuh Banner Penolakan hingga Terpasang Kawat Berduri

Suasana di kawasan Hotel Sultan, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, tampak berbeda pada Kamis (18/6/2026).
Bung Ropan Mulai Curiga dengan Langkah PSSI Usai DPR Setujui Luke Vickery dan Mitchell Baker Bela Timnas Indonesia

Bung Ropan Mulai Curiga dengan Langkah PSSI Usai DPR Setujui Luke Vickery dan Mitchell Baker Bela Timnas Indonesia

Proses naturalisasi pemain keturunan untuk Timnas Indonesia tampaknya belum akan berhenti dalam waktu dekat usai PSSI datangkan Luke Vickery dan Mitchell Baker.

Trending

Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo berhasil menyamai rekor mentereng milik Lionel Messi di Piala Dunia 2026.
Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Seorang pria berpakaian sipil yang diduga anggota intelijen kepolisian diamankan oleh mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (17/6/2026). 
Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Polda Metro Jaya membongkar modus baru peredaran narkoba di Jakarta Timur menggunakan stiker "Sedot WC" sebagai kode transaksi. Simak cara kerja sistem tempel
Kabar Bahagia! Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Resmi Lamar Aktris Cantik Yuriska Patricia

Kabar Bahagia! Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Resmi Lamar Aktris Cantik Yuriska Patricia

Kabar bahagia datang dari bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam. Pemain Port FC itu melamar sang kekasih, Yuriska Patricia, yang diketahui sebagai aktris.
Pakar Hukum Sebut Peluang Ruben Onsu Ambil Alih Hak Asuh Anak Cukup Besar

Pakar Hukum Sebut Peluang Ruben Onsu Ambil Alih Hak Asuh Anak Cukup Besar

Pakar hukum menilai peluang Ruben Onsu untuk mengambil alih hak asuh anak cukup besar, terutama jika terbukti ada penelantaran atau eksploitasi terhadap sang anak.
Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempar Botol-Batu

Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempar Botol-Batu

Aksi ricuh simpatisan sempat mewarnai proses eksekusi Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/6/2026).
KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang dan Fee Proyek di Kasus DJKA

KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang dan Fee Proyek di Kasus DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT