News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

6 Fakta Terbaru Polemik Denada dan Ressa Rizky Rossano, Tiga Kali Mangkir Mediasi hingga Datang ke Jakarta

​​​​​​​Simak 6 fakta terbaru polemik Denada dan Ressa Rizky Rossano, dari tiga kali mangkir mediasi hingga kedatangan ke Jakarta untuk mencari kejelasan.
Senin, 26 Januari 2026 - 06:47 WIB
Ressa Rizky dan Denada
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Instagram @denadaindonesia

tvOnenews.com - Polemik hukum yang menyeret nama Denada masih terus bergulir dan belum menemukan titik terang. Penyanyi Tanah Air tersebut digugat secara perdata oleh Ressa Rizky Rossano, pria yang mengaku sebagai anak biologisnya, atas dugaan penelantaran anak. 

Hingga Januari 2026, proses mediasi di Pengadilan Negeri Banyuwangi tercatat telah tiga kali digelar, namun selalu berakhir tanpa kehadiran Denada. Situasi ini memicu kekecewaan pihak penggugat dan membuat konflik kian memanas, terlebih setelah Ressa Rizky bersama keluarganya datang ke Jakarta untuk mencari kejelasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut 6 fakta terbaru polemik Denada dan Ressa Rizky Rossano yang kini menjadi sorotan:

1. Alasan Ressa Rizky Datang ke Jakarta

Pada Jumat, 24 Januari 2025, Ressa Rizky Rossano bersama Mama Ratih dan dua kuasa hukumnya bertolak ke Jakarta dengan harapan bisa bertemu langsung dengan Denada.

Setibanya di Jakarta, mereka menggelar sesi tanya jawab singkat dengan awak media, yang videonya diunggah di kanal YouTube Cumicumi.

Awak media pun menanyakan alasan utama kedatangan mereka ke Jakarta, mengingat proses hukum sebelumnya berlangsung di daerah. Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Ressa, Ronald, menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena adanya janji pertemuan di luar forum mediasi.

“Begini, kemarin itu kan proses persidangan kan sudah tahap mediasi untuk yang ketiga ya. Kebetulan tahap mediasi yang kedua itu kuasa hukumnya dari tergugat Denada itu pernah memberikan statement bahwa akan ada pertemuan di luar forum mediasi yang sudah ditentukan oleh pengadilan. Artinya mau-mau ngajak diskusi secara kekeluargaan untuk mencari mufakat itu,” ujar Ronald.

2. Denada Dinilai Tidak Rasional dan Tidak Beritikad Baik

Namun, harapan tersebut kembali pupus. Denada kembali mangkir dalam mediasi ketiga. Bahkan, pihak kuasa hukum tergugat disebut tidak memiliki akses langsung untuk berbicara dengan kliennya sendiri.

“Ternyata sampai mediasi ketiga itu tetap aja enggak hadir. Malah kemarin itu kuasa hukumnya sempat ganti ya, bukan berganti sebetulnya masih dalam surat kuasa dari kuasa hukumnya tergugat, cuman malah bilang katanya masih belum ada akses untuk bincang langsung dengan kliennya. Katanya itu katanya begitu. Bagi saya itu kan enggak rasional kan itu,” tegas Ronald.

Ronald menilai sikap Denada menunjukkan tidak adanya itikad baik untuk menyelesaikan perkara secara kekeluargaan.

“Makanya saya melihat bahwa sudah enggak ada itikad baik dari pihak tergugat untuk melakukan mediasi di forum yang sebetulnya sangat-sangat menguntungkan beliau karena sifatnya tertutup,” lanjutnya.

3. Curahan Hati Ressa Rizky: Hanya Ingin Pengakuan

Dalam kesempatan yang sama, Ressa Rizky turut menyampaikan perasaannya. Ia mengaku selama ini hanya menginginkan pengakuan sebagai anak dari Denada.

“Ya sampai detik ini kenapa kok belum ada pengakuan. Sampai selama ini gitu aku cuma minta pengakuan dan hak sebagai anaknya aja,” ucap Ressa.

Tak hanya itu, Ressa juga menyampaikan harapan emosional yang menyentuh hati banyak orang.

“Saya tambahin lagi ya. Saya cuma ingin cium kaki aja ke Ibu saya,” lanjutnya dengan suara bergetar.

4. Kronologi Ressa Rizky Dititipkan Sejak Bayi

Fakta lain yang mencuat adalah kronologi Ressa Rizky yang dititipkan sejak masih bayi. Bibi Denada mengungkap bahwa Ressa sudah diasuh olehnya sejak usia sangat dini.

“Ressa ini kan dari kecil sudah sama saya, dari umur berapa hari diberikan kepada saya,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa penyerahan Ressa dilakukan oleh nenek Denada, bukan oleh Denada secara langsung.

“Tahun 2002. Pas 10 hari apa 7 hari,” jelasnya saat ditanya kapan Ressa dititipkan.

“Tapi tanpa Denada. Neneknya Denada yang memberikan saya. Buyutnya ini,” tambahnya sambil menunjuk Ressa.

5. Langkah Hukum Selanjutnya dari Pihak Ressa

Menanggapi pertanyaan soal langkah ke depan, Ronald menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mundur meski mediasi gagal.

“Yang jelas kan kita enggak akan mengajukan gugatan tanpa bukti yang kuat. Satu,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa perjuangan ini bukan semata soal materi, melainkan hak dasar Ressa sebagai anak.

“Kepentingan saya hanya untuk memperjuangkan bahwa hak-hak Ressa ini sebenarnya kan masalah konsep hak waris ya. Ini kan anaknya Denada ini kan dua,” jelas Ronald.

6. Ronald Yakin Peluang Menang Di Atas 90 Persen

Ronald bahkan mengaku sangat optimistis dengan hasil gugatan yang diajukannya.

“Insyaallah kalau dalam konteks itu ya sudah saya yakin kemungkinan menang itu sudah di atas 90%,” katanya.

Ia menegaskan bahwa motivasinya bukan mencari keuntungan materi, melainkan memperjuangkan harga diri dan hak keluarga.

“Perlakuan Denada itu yang menurut kacamata saya yang kurang beradab, khususnya bagi ibu saya. Itu makanya harus saya kasih pelajaran bagaimana caranya beradab,” tutup Ronald.

Hingga kini, polemik antara Denada dan Ressa Rizky Rossano masih berlanjut. Pihak penggugat menilai tidak adanya itikad baik dalam proses mediasi dan siap membawa perkara ini ke pemeriksaan persidangan terbuka. S

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

ementara itu, publik masih menanti bagaimana kelanjutan kasus yang tidak hanya menyangkut hukum, tetapi juga pengakuan dan hubungan darah ini.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kata Manajer Timnas Voli Putri Indonesia Usai Garuda Pertiwi Menang Dramatis dari Vietnam di Laga Pembuka SEA V CUp 2026

Kata Manajer Timnas Voli Putri Indonesia Usai Garuda Pertiwi Menang Dramatis dari Vietnam di Laga Pembuka SEA V CUp 2026

Timnas Voli Putri Indonesia membuka perjalanan di leg kedua SEA V Cup 2026 dengan kemenangan dramatis atas Vietnam di Chiang Mai, Thailand, Jumat (7/8/2026).
Perawat RSA UGM Mendapat Sanksi Berat Usai Mencibir Pasien BPJS Yurizal di Media Sosial

Perawat RSA UGM Mendapat Sanksi Berat Usai Mencibir Pasien BPJS Yurizal di Media Sosial

Pihak RSA UGM menjatuhkan sanksi berat kepada perawat yang mencibir pasien BPJS. Keputusan diambil setelah tim menilai tindakan melanggar kode etik profesi. 
3 Ayat Al-Quran tentang Kemerdekaan dan Persatuan, Cocok Dibaca saat HUT ke-81 RI

3 Ayat Al-Quran tentang Kemerdekaan dan Persatuan, Cocok Dibaca saat HUT ke-81 RI

Berikut 3 ayat Al-Quran tentang kemerdekaan dan persatuan, cocok dibaca saat perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Jadwal SEA V Cup 2026, Sabtu 8 Agustus 2026: Hadapi Thailand, Mampukah Timnas Voli Putri Indonesia Lanjutkan Tren Positif?

Jadwal SEA V Cup 2026, Sabtu 8 Agustus 2026: Hadapi Thailand, Mampukah Timnas Voli Putri Indonesia Lanjutkan Tren Positif?

Jadwal SEA V Cup 2026 leg kedua, Sabtu 8 Agustus yang mempertemukan Timnas Voli Putri Indonesia menghadapi Thailand yang berlangsung di Chiang Mai, Thailand.
Lantai 11 hingga 16 Gedung Bapenda DKI Terbakar Hebat, Damkar Terjunkan Tiga Unit Skylift

Lantai 11 hingga 16 Gedung Bapenda DKI Terbakar Hebat, Damkar Terjunkan Tiga Unit Skylift

Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan tiga unit bronto skylift demi memadamkan api di lantai 11 hingga 16 gedung Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis tadi malam.
Kapal Selam Scorpène Pertama Indonesia Mulai Dibangun di PT PAL

Kapal Selam Scorpène Pertama Indonesia Mulai Dibangun di PT PAL

Pembangunan fisik kapal selam pertama Scorpène® resmi dimulai melalui seremoni First Steel Cutting (FSC) Program Kapal Selam Scorpène® Republik Indonesia (SRI) di PT PAL Indonesia, Jumat (7/8).

Trending

Ini Respons Kepala BGN Usai Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi

Ini Respons Kepala BGN Usai Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kembali terjadinya kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Genjot Kualitas SDM, Puluhan Mahasiswa Ikut Program di Switzerland

Genjot Kualitas SDM, Puluhan Mahasiswa Ikut Program di Switzerland

Perguruan tinggi terus berperan dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dengan berbagai program yang direalisasikannya.
Kepala Bakom Ungak Kiprah Bahlil Lahadalia Gambaran 'Indonesia Dream'

Kepala Bakom Ungak Kiprah Bahlil Lahadalia Gambaran 'Indonesia Dream'

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari menilai perjalanan hidup dan kiprah Bahlil Lahadalia merupakan gambaran nyata tentang 'Indonesian Dream' yakni terbukanya kesempatan bagi setiap anak Indonesia untuk menggapai prestasi, meraih cita-cita, dan menjadi tokoh di tingkat nasional.
Krisis Air dan Sampah Makin Mendesak, 23 Negara Berkumpul di Jakarta Bawa Solusi

Krisis Air dan Sampah Makin Mendesak, 23 Negara Berkumpul di Jakarta Bawa Solusi

Upaya memperkuat ketahanan air, sanitasi, pengelolaan sampah, energi bersih, hingga transformasi kota cerdas menjadi salah satu fokus utama yang mengemuka.
Update Mutilasi Depok: Polisi Ungkap Alasan Mengapa Potongan Tubuh Korban Belum Juga Ditemukan

Update Mutilasi Depok: Polisi Ungkap Alasan Mengapa Potongan Tubuh Korban Belum Juga Ditemukan

Polisi masih mencari kaki milik K (51) yang menjadi korban pembunuhan disertai mutilasi oleh Saepullah (26) di kawasan Tanah Merah, Jalan Kapling Depkes, Pancoran Mas, Kota Depok, pada Selasa (4/8).
80 Ribu Air Bersih Disalurkan AHY di Madura

80 Ribu Air Bersih Disalurkan AHY di Madura

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) salurkan 80.000 liter air bersih untuk masyarakat dan pondok pesantren di Madura.
Febrie Adriansyah Dicecar 20 Pertanyaan oleh Penyidik Terkait TPPU

Febrie Adriansyah Dicecar 20 Pertanyaan oleh Penyidik Terkait TPPU

Mantan Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah rampung diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat (7/8/2026) malam.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT