Akui Ressa Pernah Bekerja Jadi Sopir Emilia Contessa, Denada Sebut itu Bagian dari Didikan
- Kolase tvOnenews.com / YouTube MNCTVRumahnyaDangdut / CURHAT BANG Denny Sumargo
tvOnenews.com - Gugatan yang menyeret penyanyi Denada Tambunan dan seorang pemuda bernama Ressa Rizky Rossano di Pengadilan Negeri Banyuwangi kini memasuki babak baru.
Setelah proses mediasi dinyatakan gagal pada Kamis (29 Januari 2026), pihak Denada akhirnya buka suara untuk meluruskan sejumlah kabar yang dinilai menyesatkan, terutama soal hubungan pribadi Denada dengan Ressa.
Selama ini beredar kabar bahwa Denada tidak mengakui Ressa sebagai anak kandungnya.
Namun, tudingan tersebut dibantah oleh Muhammad Iqbal, selaku kuasa hukum Denada. Menurutnya, Ressa sudah lama diperlakukan sebagai bagian dari keluarga.
“Pihak Denada ini nggak pernah tidak menganggap Ressa itu tidak sebagai anak. Nggak pernah, karena semua juga dipenuhi, sekolah juga dipenuhi sudah semua,” jelas Iqbal dalam konferensi pers daring bersama media.
Muncul pertanyaan publik mengapa Denada tidak pernah muncul secara langsung untuk memberikan klarifikasi.
Iqbal menegaskan bahwa sikap diam kliennya bukan berarti menghindar, melainkan bentuk penghormatan terhadap proses mediasi yang sedang berlangsung.

- Kolase tangkapan layar YouTube Curhat Bang Denny Sumargo & Instagram/@denadaindonesia
“Gini ya, saat masa-masa mediasi itu seharusnya semua pihak menenangkan diri, jangan membuat gaduh di podcast atau media sosial. Makanya pihak Mbak Denada ini nggak keluar statement apapun kemarin pada saat masa-masa mediasi tujuannya itu ke arah sana,” ujar Iqbal.
Menurutnya, justru dari pihak penggugat yang dinilai membuat suasana menjadi tidak kondusif karena kerap muncul di podcast Denny Sumargo dan menyampaikan pernyataan yang tidak sesuai fakta.
Saat ditanya mengenai apakah Denada benar-benar mengakui Ressa sebagai anaknya, Iqbal memberikan penjelasan tegas.
Ia menyebut bahwa Denada tidak hanya mengakui, tetapi juga berperan aktif dalam membiayai dan memfasilitasi kehidupan Ressa sejak kecil.
“Masalah diakui atau tidak, saya garis bawahi, Denada bukan hanya mengakui Ressa sebagai anak, tapi juga membiayai, memfasilitasi, dan menyekolahkan sejak kecil,” ungkapnya.
Tak hanya Denada, sang ibunda almarhumah Emilia Contessa juga disebut berperan besar dalam kehidupan Ressa.
Menurut Iqbal, keluarga Denada memiliki hubungan erat dengan Ressa bahkan sejak masa kecilnya.

- Kolase YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo - Instagram/denadaindonesia
“Mulai kecil, baik Mbak Denada maupun almarhum Bu Emilia Contessa,” tambahnya.
Namun, dari pihak Ressa sendiri, muncul pernyataan berbeda.
Ressa mengaku bahwa dirinya selama ini berjuang sendiri, bahkan sempat bekerja sebagai sopir pribadi Emilia Contessa dan akhirnya putus kuliah karena kekurangan biaya.
Menanggapi hal ini, Iqbal menegaskan bahwa pekerjaan Ressa sebagai sopir bukan bentuk penelantaran, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang diberikan keluarga kepada Ressa.
“Jadi begini, kalau dulu almarhum Bu Emilia menjadikan Ressa sopir, kita ambil segi positif ya. Itu pendidikan untuk anak supaya anak ini tidak manja, gaji Rp2,5 juta di Banyuwangi besar itu," ujar Iqbal.
Ia menambahkan, niat Emilia Contessa kala itu adalah untuk membentuk karakter Ressa agar lebih mandiri dan memahami nilai kerja keras.
“Orang tua ini ngasih pendidikan kayak gitu ke anak ya apa salahnya. Bahkan kalau orang-orang Tionghoa pendidikannya lebih keras lagi, supaya anak ini jadi anak yang benar-benar bisa dibanggakan. Bukan mengambil segi negatif 'kok tega jadi sopir?' waduh salah kaprah itu," lanjutnya.
Setelah mediasi gagal mencapai kesepakatan, kini perkara antara Denada dan Ressa akan berlanjut ke tahap pokok perkara di pengadilan.
Dari pihak Ressa, kuasa hukumnya menantang Denada untuk membuktikan klaim bahwa kliennya telah memberikan nafkah, fasilitas, serta perhatian sebagaimana disampaikan ke publik.
“Kita buktikan di pengadilan,"ujar kuasa hukum Ressa, Ronald Armada.
Publik pun kini menantikan bagaimana pengadilan akan menilai hubungan kompleks antara Denada, Ressa, dan tanggung jawab keluarga besar Emilia Contessa yang ikut terseret dalam kasus ini. (adk)
Load more