Kuasa Hukum Sebut Denada Sejak Awal Anggap Ressa Anaknya, Minta Semua Pihak Tenang di Masa Mediasi
- Kolase tvOnenews.com / YouTube MNCTVRumahnyaDangdut / CURHAT BANG Denny Sumargo
tvOnenews.com - Polemik pengakuan anak antara Denada dan Ressa Rizky Rossano masih menjadi perhatian publik.
Isu ini semakin ramai setelah Ressa muncul dalam kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo pada akhir Januari 2026 dan mengaku sebagai anak kandung Denada yang merasa tidak diakui selama 24 tahun.
Dalam pengakuannya, Ressa menyebut dirinya dititipkan kepada ibu angkat bernama Ratih di Banyuwangi sejak masih bayi.
Ia mengaku baru mengetahui asal-usul orang tuanya ketika duduk di bangku SMP. Cerita tersebut menjadi viral lantaran disampaikan dengan penuh emosi, termasuk saat Ressa membandingkan perlakuan yang ia terima dengan perhatian Denada terhadap putrinya yang lain, Aisha.
Selain itu, konflik juga mencuat terkait persoalan penjualan mobil bekas yang disebut-sebut sebagai hadiah kelulusan SMA.
Ressa menuding hasil penjualan mobil tersebut tidak sepenuhnya diserahkan kepada pihak yang selama ini membesarkannya.
Menanggapi polemik yang terus berkembang, Denada akhirnya angkat bicara melalui kuasa hukumnya, Iqbal, pada 30 Januari 2026.
Pihak Denada menegaskan bahwa Ressa Rizky Rossano merupakan anak kandungnya dan membantah tudingan penelantaran.
Kuasa hukum Denada menyatakan bahwa kliennya sejak awal tidak pernah mengingkari status Ressa sebagai anak.
“Mbak Denada itu tidak pernah tidak mengakui Ressa sebagai anak. Memang anaknya,” ujar Iqbal dalam YouTube Cumicumi.

Kuasa Hukum Denada, Iqbal. (Sumber: YouTube Cumicumi)
Ia juga menekankan bahwa sebagai seorang ibu, Denada disebut tidak mungkin tega menelantarkan anaknya sendiri.
“Namanya ibu ke anak, mau bagaimanapun enggak tega. Kita juga sempat bertanya, ‘ini drama apa, semua sudah dipenuhi,’” lanjutnya.
Di tengah proses hukum yang berjalan, kuasa hukum Denada menyoroti pentingnya masa mediasi sebagai ruang untuk menenangkan diri dan melakukan introspeksi.
Menurutnya, tujuan utama mediasi seharusnya membuka jalan komunikasi yang lebih baik antara kedua belah pihak.
“Dalam kurun waktu tiga minggu masa mediasi itu sebetulnya pengen para pihak cooling down, introspeksi diri. Kalau ada yang salah, ayo ditata lagi supaya nanti ada komunikasi yang baik,” jelas Iqbal.
Namun, ia menyayangkan langkah pihak penggugat yang dinilai justru melakukan manuver ke ruang publik selama masa mediasi berlangsung.
“Di masa mediasi ini saya penginnya masa tenang. Tapi pihak penggugat malah manuver, kayak podcast ngomong sana-sini, sehingga tujuan mediasinya enggak tercapai,” katanya.
Menurut Iqbal, situasi tersebut turut membuat Denada merasa tertekan karena persoalan yang seharusnya diselesaikan secara tertutup justru berkembang luas di ranah publik.
Meski demikian, kuasa hukum Denada menegaskan bahwa pihaknya tetap berupaya mencari jalan terbaik agar kedua belah pihak bisa bertemu dan menemukan solusi.
“Pencapaian yang diinginkan masing-masing pihak itu beda. Tapi saya sebagai kuasa hukum intinya berupaya yang terbaik supaya dua-dua pihak ini bisa ketemu,” ujarnya.
Iqbal juga menegaskan bahwa pihak Denada tidak memiliki niat untuk menyerang atau mengumbar hal-hal negatif terkait Ressa Rizky Rossano.
“Kita enggak mungkin mengumbar jeleknya Ressa atau gimana. Enggak mungkin,” tegasnya.
Saat ditanya awak media mengenai kelanjutan perkara, kuasa hukum Denada memastikan bahwa kasus ini akan tetap berlanjut ke tahap persidangan setelah mediasi tidak mencapai kesepakatan.
“Berlanjut sidang. Agendanya pembacaan gugatan. Nanti dicek dulu gugatannya sudah betul atau ada perubahan, kalau ada ya disempurnakan dulu baru saya jawab,” terang Iqbal.
Dengan berlanjutnya proses hukum, polemik antara Denada dan Ressa Rizky Rossano dipastikan masih akan menjadi sorotan.
Meski demikian, pihak Denada berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan menjaga suasana tetap kondusif agar persoalan ini bisa diselesaikan secara bijak melalui jalur hukum yang berlaku.
(anf)
Load more