Saking Resahnya, Cewek Bule di Gili Trawangan Mengamuk Diduga Efek Suara Bising Tadarusan di Musholah Viral
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang perempuan bule berstatus warga negara asing (WNA) mengamuk viral. Peristiwa itu terjadi di Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.
Pemicu aksi WNA tersebut terlihat geram diduga karena suara bising tadarusan warga di musholah. Pengajian berlangsung rangka mengisi momentum malam pertama Ramadhan 2026.
Kepala Dusun Gili Trawangan, Muhammad Husni menyebut bule tersebut sampai menghampiri depan salah satu musholah di mana warga sedang mengaji menggunakan pengeras suara.
Husni membenarkan WNA tersebut datang sambil berteriak di depan musholah. Perempuan bule itu merasa terganggu dengan suara tadarusan warga.
"Yang dia permasalahkan itu kegiatan tadarusannya. Dia mungkin terganggu dengan suara speaker itu," kata Husni dalam keterangannya dikutip, Jumat (20/2/2026).
Nekat Masuk Musholah

- Istimewa
Lebih lanjut, Husni mengatakan bahwa, bule tersebut tidak sekadar berteriak di depan. WNA itu sampai menerobos masuk musholah.
Ia berpendapat aksi nekat tersebut guna menghentikan aktivitas tadarusan para warga. Pasalnya, suara mikrofon untuk pengajian di musholah semakin keras.
"Langsung marah-marah dan merusak mikrofon, segala macam," jelasnya.
Akibat aksi nekat itu, keributan antara WNA tersebut dan warga sulit terelakkan. Aksi adu mulut hingga berujung ke fisik juga terjadi di antara mereka.
"Ada salah satu warga mengalami luka. Dia mencakar orang karena keduanya saling bela diri kan," terangnya.
Tak hanya menyasar ke warga, kata Husni, amarah bule itu juga menyasar ke salah satu tokoh musholah. Ia membuat tokoh di tempat ibadah tersebut sampai jatuh.
Rampas Ponsel Warga
Setelah terlibat keributan dengan warga, cewek bule tersebut kembali ke vila di mana ia tinggal. Kebetulan jarak vila dengan musholah hanya sekitar 50 meter.
Husni mengabarkan bahwa, saat kembali ke vila, bule tersebut merampas ponsel salah satu warga. Ia sampai sekarang belum bisa menafsirkan alasan jelas WNA itu mengambil ponsel milik warga.
Hingga pada akhirnya, warga berbondong-bondong menggeruduk vila sebagai tempat tinggal cewek bule itu. Kedatangan warga agar WNA tersebut mengembalikan ponsel.
Alih-alih dikembalikan, situasi antara bule dan warga kembali memanas sekitar pukul 00.30 Wita. Kata Husni, WNA tersebut sampai melakukan pengancaman dengan parang.
"Kita minta stafnya buat gedor-gedor. Akhirnya setelah 10 menit, baru dia keluar tapi ngancam sambil bawa parang. Dia bilang, 'what do you want? (Apa yang kamu inginkan?)' dia sambil mengacungkan parangnya," bebernya.
Husni mendapat kabar cewek bule itu mengancam warga menggunakan dua parang. Ironisnya, WNA tersebut juga sampai melakukan pengejaran terhadap warga yang ingin mengambil ponsel.
"Ada dua dipakai ngancam warga itu dia sambil lari. Dia kejar-kejar warga, akhirnya beberapa warga juga takut. Padahal mereka hanya mau mengambil HP yang dia ambil itu," imbuhnya.
Akan tapi, warga masih belum menyerah. Mereka hanya bisa merebut satu senjata parang yang berhasil diamankan agar tidak ada penyerangan.
Cewek bule itu memutuskan untuk mendatangi kantor polisi di kawasan Gili Trawangan pada Kamis (19/2/2026). Ia mengembalikan ponsel warga yang dirampas ke pihak Kepolisian.
Namun WNA tersebut menolak mentah-mentah satu parang miliknya diserahkan ke polisi. Ia bahkan masih membawa senjata itu untuk perlindungan diri.
(hap)
Load more