Di Balik Karier Mentereng Veda Ega Pratama, Orang Tuanya Sempat Takut Anaknya Jadi Pembalap
- Instagram.com/@honda_team_asia
tvOnenews.com - Veda Ega Pratama kini menjadi salah satu pembalap Indonesia yang tengah mencuri perhatian di ajang balap dunia.
Veda Ega Pratama menjalani debutnya di Moto3 World Championship musim 2026 bersama Honda Team Asia pada usia yang masih sangat muda.
Penampilan Veda Ega Pratama di level internasional membuat namanya semakin dikenal sebagai salah satu talenta masa depan balap motor Indonesia.

Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama di tes pramusim Moto3 2026. (Sumber: Instagram.com/@honda_team_asia)
Pembalap asal Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta ini lahir pada 23 November 2008. Pada Maret 2026, Veda telah berusia 17 tahun dan mulai menapaki karier di ajang Moto3 setelah menorehkan berbagai prestasi di level junior.
Veda merupakan binaan Astra Honda Racing School dan pernah meraih gelar juara Asia Talent Cup 2023.
Ia juga tampil kompetitif di berbagai kejuaraan internasional, termasuk Red Bull MotoGP Rookies Cup sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan tampil di Moto3 bersama Honda Team Asia.
Di balik kesuksesannya saat ini, perjalanan karier Veda ternyata tidak lepas dari dukungan besar kedua orang tuanya.
Ayahnya, Sudarmono, merupakan mantan pembalap nasional road race asal Gunungkidul yang turut berperan besar dalam membentuk karier sang putra.
Enam tahun lalu, Veda Ega Pratama pernah tampil sebagai bintang tamu dalam acara televisi Hitam Putih yang dipandu Deddy Corbuzier.
Saat itu, ia masih berusia 10 tahun dan sudah dikenal sebagai pembalap cilik yang berhasil meraih berbagai prestasi di kejuaraan nasional, termasuk menjadi juara kelas ECU Standard Oneprix 2019.
Dalam kesempatan tersebut, Veda mengungkapkan bahwa dirinya memulai karier di dunia balap dari motocross sebelum akhirnya beralih ke road race pada usia 10 tahun.
“Dulu sempat motocross, terus sekarang pindah ke road race,” ujarnya.
Kecintaannya terhadap dunia balap muncul dari keinginannya untuk menantang diri sendiri sekaligus mengikuti jejak sang ayah yang juga pernah menjadi pembalap nasional.

Veda Ega Pratama dan Sang Ayah, Sudarmono. (Sumber: Kolase tvOnenews.com / HITAM PUTIH (11/10/19))
Veda bahkan mengaku memiliki ambisi untuk melampaui prestasi ayahnya di dunia balap.
“Inginnya melampaui prestasi ayah,” kata Veda.
Meski begitu, perjalanan awal Veda menjadi pembalap tidak sepenuhnya tanpa kekhawatiran dari keluarga.
Ayahnya mengaku sempat merasa takut saat pertama kali melihat anaknya tertarik dengan dunia balap motor.
Sudarmono mengungkapkan bahwa awalnya ia hanya menyediakan motor kecil untuk latihan di sekitar rumah guna melihat minat sang anak.
Setelah melihat ketertarikan Veda yang semakin besar, ia kemudian mulai membimbing putranya secara serius.
“Awalnya pas masih kecil saya sediakan motor untuk latihan motor, terus saya lihat minatnya. Setelah dia ada minat tertarik, ya saya ajarin balapan,” ujar Sudarmono.
Ia juga mengakui sempat merasa khawatir dengan risiko yang ada di dunia balap motor. Namun, melihat semangat dan minat anaknya, ia akhirnya memberikan dukungan penuh.
“Awalnya sih takut, makanya pas dulu awalnya latihan cuma di depan rumah, di lapangan gitu, terus anaknya minat,” katanya.
Sementara itu, sang ibu, Mei Lina Hananingsih, juga mengaku sempat memiliki kekhawatiran yang sama terhadap karier balap putranya.
Meski demikian, ia tetap memberikan dukungan karena melihat ketertarikan besar Veda terhadap dunia balap.
“Ada rasa khawatir, tapi anaknya sudah suka ya didukung aja,” ujarnya.
Dalam perjalanannya, Veda juga pernah mengalami cedera saat menjalani latihan. Ibunya mengungkapkan bahwa jatuh saat balapan sudah menjadi hal yang sering terjadi bagi putranya.
“Kalau jatuh biasa, sering,” kata Mei Lina.
Veda sendiri pernah mengalami kecelakaan saat latihan yang menyebabkan cedera pada pergelangan tangannya. Namun, cedera tersebut tidak menghentikan semangatnya untuk terus bertanding.
“Cuma di sini kemarin retak sedikit,” ujar Veda sambil menunjukkan bagian pergelangan tangannya saat itu.
Sejak usia muda, Veda memang sudah aktif mengikuti berbagai kejuaraan balap motor di Indonesia. Ia mengaku telah mengikuti banyak ajang balap, mulai dari Kejuaraan Nasional, Oneprix, Motoprix, hingga Honda Dream Cup.
“Kejuaraan kejurnas, Oneprix, Motoprix, HDC, ya banyaklah. Ada yang menang ada yang kalah,” tuturnya.
Kini, kerja keras Veda Ega Pratama mulai membuahkan hasil di level internasional. Pada debutnya di Moto3 World Championship 2026, ia langsung menunjukkan performa yang menjanjikan pada seri pembuka di Chang International Circuit, Thailand.
Dalam balapan tersebut, Veda tampil kompetitif dan sempat bersaing di barisan depan sebelum akhirnya berhasil finis di posisi kelima.
Hasil tersebut membuatnya menempati posisi kelima dalam klasemen sementara Moto3 dengan koleksi 11 poin.
Penampilan impresif tersebut juga mendapat sorotan dari media internasional yang menilai Veda memiliki potensi besar untuk bersaing di level balap dunia.
Setelah menjalani debut yang menjanjikan di Thailand, Veda dijadwalkan kembali bertarung pada seri berikutnya yang akan digelar di Goiania pada 20–22 Maret 2026.
Harapan besar pun kini disematkan kepada pembalap muda Indonesia tersebut untuk terus berkembang dan meraih prestasi di ajang Moto3 musim ini.
(anf)
Load more