News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Di Balik Karier Mentereng Veda Ega Pratama, Orang Tuanya Sempat Takut Anaknya Jadi Pembalap

​​​​​​​Di balik karier Veda Ega Pratama sebagai pembalap Moto3, orang tuanya sempat takut anaknya balapan. Kini ia tampil menjadi harapan baru balap Indonesia.
Rabu, 11 Maret 2026 - 02:12 WIB
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama
Sumber :
  • Instagram.com/@honda_team_asia

tvOnenews.com - Veda Ega Pratama kini menjadi salah satu pembalap Indonesia yang tengah mencuri perhatian di ajang balap dunia. 

Veda Ega Pratama menjalani debutnya di Moto3 World Championship musim 2026 bersama Honda Team Asia pada usia yang masih sangat muda. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penampilan Veda Ega Pratama di level internasional membuat namanya semakin dikenal sebagai salah satu talenta masa depan balap motor Indonesia.

Veda Ega Pratama
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama di tes pramusim Moto3 2026. (Sumber: Instagram.com/@honda_team_asia)

Pembalap asal Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta ini lahir pada 23 November 2008. Pada Maret 2026, Veda telah berusia 17 tahun dan mulai menapaki karier di ajang Moto3 setelah menorehkan berbagai prestasi di level junior.

Veda merupakan binaan Astra Honda Racing School dan pernah meraih gelar juara Asia Talent Cup 2023. 

Ia juga tampil kompetitif di berbagai kejuaraan internasional, termasuk Red Bull MotoGP Rookies Cup sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan tampil di Moto3 bersama Honda Team Asia.

Di balik kesuksesannya saat ini, perjalanan karier Veda ternyata tidak lepas dari dukungan besar kedua orang tuanya. 

Ayahnya, Sudarmono, merupakan mantan pembalap nasional road race asal Gunungkidul yang turut berperan besar dalam membentuk karier sang putra.

Enam tahun lalu, Veda Ega Pratama pernah tampil sebagai bintang tamu dalam acara televisi Hitam Putih yang dipandu Deddy Corbuzier. 

Saat itu, ia masih berusia 10 tahun dan sudah dikenal sebagai pembalap cilik yang berhasil meraih berbagai prestasi di kejuaraan nasional, termasuk menjadi juara kelas ECU Standard Oneprix 2019.

Dalam kesempatan tersebut, Veda mengungkapkan bahwa dirinya memulai karier di dunia balap dari motocross sebelum akhirnya beralih ke road race pada usia 10 tahun. 

“Dulu sempat motocross, terus sekarang pindah ke road race,” ujarnya.

Kecintaannya terhadap dunia balap muncul dari keinginannya untuk menantang diri sendiri sekaligus mengikuti jejak sang ayah yang juga pernah menjadi pembalap nasional. 

Veda Ega Pratama
Veda Ega Pratama dan Sang Ayah, Sudarmono. (Sumber: Kolase tvOnenews.com / HITAM PUTIH (11/10/19))

Veda bahkan mengaku memiliki ambisi untuk melampaui prestasi ayahnya di dunia balap.

“Inginnya melampaui prestasi ayah,” kata Veda.

Meski begitu, perjalanan awal Veda menjadi pembalap tidak sepenuhnya tanpa kekhawatiran dari keluarga. 

Ayahnya mengaku sempat merasa takut saat pertama kali melihat anaknya tertarik dengan dunia balap motor.

Sudarmono mengungkapkan bahwa awalnya ia hanya menyediakan motor kecil untuk latihan di sekitar rumah guna melihat minat sang anak. 

Setelah melihat ketertarikan Veda yang semakin besar, ia kemudian mulai membimbing putranya secara serius.

“Awalnya pas masih kecil saya sediakan motor untuk latihan motor, terus saya lihat minatnya. Setelah dia ada minat tertarik, ya saya ajarin balapan,” ujar Sudarmono.

Ia juga mengakui sempat merasa khawatir dengan risiko yang ada di dunia balap motor. Namun, melihat semangat dan minat anaknya, ia akhirnya memberikan dukungan penuh.

“Awalnya sih takut, makanya pas dulu awalnya latihan cuma di depan rumah, di lapangan gitu, terus anaknya minat,” katanya.

Sementara itu, sang ibu, Mei Lina Hananingsih, juga mengaku sempat memiliki kekhawatiran yang sama terhadap karier balap putranya. 

Meski demikian, ia tetap memberikan dukungan karena melihat ketertarikan besar Veda terhadap dunia balap.

“Ada rasa khawatir, tapi anaknya sudah suka ya didukung aja,” ujarnya.

Dalam perjalanannya, Veda juga pernah mengalami cedera saat menjalani latihan. Ibunya mengungkapkan bahwa jatuh saat balapan sudah menjadi hal yang sering terjadi bagi putranya.

“Kalau jatuh biasa, sering,” kata Mei Lina.

Veda sendiri pernah mengalami kecelakaan saat latihan yang menyebabkan cedera pada pergelangan tangannya. Namun, cedera tersebut tidak menghentikan semangatnya untuk terus bertanding.

“Cuma di sini kemarin retak sedikit,” ujar Veda sambil menunjukkan bagian pergelangan tangannya saat itu.

Sejak usia muda, Veda memang sudah aktif mengikuti berbagai kejuaraan balap motor di Indonesia. Ia mengaku telah mengikuti banyak ajang balap, mulai dari Kejuaraan Nasional, Oneprix, Motoprix, hingga Honda Dream Cup.

“Kejuaraan kejurnas, Oneprix, Motoprix, HDC, ya banyaklah. Ada yang menang ada yang kalah,” tuturnya.

Kini, kerja keras Veda Ega Pratama mulai membuahkan hasil di level internasional. Pada debutnya di Moto3 World Championship 2026, ia langsung menunjukkan performa yang menjanjikan pada seri pembuka di Chang International Circuit, Thailand.

Dalam balapan tersebut, Veda tampil kompetitif dan sempat bersaing di barisan depan sebelum akhirnya berhasil finis di posisi kelima. 

Hasil tersebut membuatnya menempati posisi kelima dalam klasemen sementara Moto3 dengan koleksi 11 poin.

Penampilan impresif tersebut juga mendapat sorotan dari media internasional yang menilai Veda memiliki potensi besar untuk bersaing di level balap dunia.

Setelah menjalani debut yang menjanjikan di Thailand, Veda dijadwalkan kembali bertarung pada seri berikutnya yang akan digelar di Goiania pada 20–22 Maret 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harapan besar pun kini disematkan kepada pembalap muda Indonesia tersebut untuk terus berkembang dan meraih prestasi di ajang Moto3 musim ini.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PKS Sebut Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan

PKS Sebut Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan

Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, Handi Risza, menyebut naiknya harga BBM jenis Pertamax akan membuat daya beli kelas menengah menjadi tertekan.
Menlu Sugiono Sebut Diplomasi Tak Lagi Sekadar Politik, Kini Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Nasional

Menlu Sugiono Sebut Diplomasi Tak Lagi Sekadar Politik, Kini Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Nasional

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengungkap, di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, diplomasi Indonesia tidak lagi hanya berfokus pada hubungan politik dan antarnegara, tetapi diarahkan menjadi instrumen utama untuk memperkuat ekonomi nasional dan membuka peluang investasi seluas-luasnya.
Pantas Saja Timnas Indonesia U-19 Kalah dari Australia, Media Vietnam Ungkap Satu Kekurangan Skuad Nova Arianto

Pantas Saja Timnas Indonesia U-19 Kalah dari Australia, Media Vietnam Ungkap Satu Kekurangan Skuad Nova Arianto

Pantas saja Timnas Indonesia U-19 kalah dari Australia di semifinal Piala AFF U-19 2026. Media Vietnam menyoroti kelemahan Garuda Muda yang terus berulang sepanjang turnamen.
METOO Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta Lewat Aktivasi Interaktif di CSW

METOO Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta Lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Di tengah padatnya mobilitas ibu kota, METOO sukses menghadirkan momen interaktif yang menghidupkan semangat self-care bagi para commuters Jakarta melalui activation booth yang digelar di Halte CSW Cakra Selaras Wahana Transjakarta pada 11 Juni 2026.
Terungkap! Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG, Ternyata Penyetor Uang Atur Titik SPPG ke Sony Sonjaya

Terungkap! Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG, Ternyata Penyetor Uang Atur Titik SPPG ke Sony Sonjaya

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI mengungkap temuan baru dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret sejumlah mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN).
Klasemen Piala Dunia 2026: Meksiko Puncaki Grup A, Korea Selatan Runner-up Usai Epic Comeback Lawan Republik Ceko

Klasemen Piala Dunia 2026: Meksiko Puncaki Grup A, Korea Selatan Runner-up Usai Epic Comeback Lawan Republik Ceko

Klasemen Piala Dunia 2026, Jumat (12/6/2026) mulai perlihatkan peta persaingan di Grup A. Meksiko dan Korea Selatan sama-sama buka turnamen dengan kemenangan.

Trending

Reaksi Publik Timur Tengah Usai Timnas Indonesia Sapu Bersih FIFA Matchday, Disebut Bakal Tembus 5 Besar Asia

Reaksi Publik Timur Tengah Usai Timnas Indonesia Sapu Bersih FIFA Matchday, Disebut Bakal Tembus 5 Besar Asia

Performa impresif Timnas Indonesia sepanjang FIFA Matchday Juni 2026 terus mengundang perhatian dunia. Publik Timur Tengah sebut skuad Garuda bakal naik level.
FIFA Beri Apresiasi Khusus pada Timnas Indonesia dan Argentina dalam Update FIFA Ranking Terbaru

FIFA Beri Apresiasi Khusus pada Timnas Indonesia dan Argentina dalam Update FIFA Ranking Terbaru

FIFA resmi mengumumkan update FIFA Ranking terbaru setelah seluruh rangkaian FIFA Matchday edisi Juni 2026 telah selesai dilaksanakan.
Media Vietnam Sorot Momen Kontroversial Timnas Indonesia vs Australia, Pantas Momen Ini Bikin Suporter Garuda Murka

Media Vietnam Sorot Momen Kontroversial Timnas Indonesia vs Australia, Pantas Momen Ini Bikin Suporter Garuda Murka

Langkah Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 2026 harus terhenti secara dramatis usai takluk 0-1 dari Australia pada laga semifinal. Media Vietnam beri sorotan.
Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Korea Selatan vs Republik Ceko Pagi Nanti, Duel Kuda Hitam Kanada vs Bosnia Dini Hari

Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Korea Selatan vs Republik Ceko Pagi Nanti, Duel Kuda Hitam Kanada vs Bosnia Dini Hari

Jadwal Piala Dunia 2026 hari ini, Jumat (12/6/2026), akan menyajikan laga menarik Korea Selatan kontra Republik Ceko. Serta Kanada yang akan menantang Bosnia.
Saham BBCA Anjlok, Sufmi Dasco: Sahamnya Sedang Murah, Dibeli Saja

Saham BBCA Anjlok, Sufmi Dasco: Sahamnya Sedang Murah, Dibeli Saja

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menilai pembelian kembali saham atau buyback oleh beberapa perusahaan sebagai respons wajar di tengah pelemahan pasar saham.
Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

Dewan Pers menghimpun masukan terkait usulan pengaturan karya jurnalistik dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Hak Cipta, melalui forum dengar pendapat dengan berbagai konstituen pers, Kamis (11/6), di Hall Dewan Pers.
Namanya Disebut Mantan Pimpinan BGN Dalam Pusaran Mega Korupsi MBG, Kombes Sumarni Akui Sempat Berkomunikasi ke Sony Sonjaya Soal Permintaan SPPG

Namanya Disebut Mantan Pimpinan BGN Dalam Pusaran Mega Korupsi MBG, Kombes Sumarni Akui Sempat Berkomunikasi ke Sony Sonjaya Soal Permintaan SPPG

Dinamika pengungkapan kasus mega korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yakni Dadan Hindayan, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya terus menyita perhatian publik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT