Imbas Video Asusila 7 Menit Diduga saat Live TikTok Viral, Oknum Kades di Balangan Kalsel Mati Kutu: Saya Salah
- Istimewa
Paringin, tvOnenews.com - Oknum kepala desa (kades) di Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel) mencuri perhatian publik. Ia diduga menjadi pemeran dalam video asusila berdurasi 7 menit 10 detik.
Pasalnya video asusila diduga melibatkan oknum kades di Balangan itu viral di media sosial. Ironisnya, sumber video tak senonoh itu berasal dari siaran langsung sebuah akun media sosial TikTok.
Publik menduga sosok pria dalam video syur tersebut diduga salah satu oknum kades di Balangan. Satreskrim Polres Balangan langsung memanggil yang bersangkutan pada Kamis (12/3/2026).
Kasatreskrim Polres Balangan, AKP Ferry Kurniawan Goenawi mewakili Kapolres Balangan, AKBP Yulianor Abdi menyampaikan, pria dalam video viral itu diduga adalah oknum kades di Balangan.
"Yang bersangkutan sementara mengaku kalau yang ada di dalam video (asusila 7 menit 10 detik) adalah dirinya," ungkap AKP Ferry kepada awak media dikutip, Minggu (15/3/2026).
Oknum Kades di Balangan Tanggapi soal Pemeran Video Asusila 7 Menit 10 Detik yang Viral
- Instagram/@lambe_turah
Sementara, oknum kades di Balangan itu secara terbuka menyampaikan fakta terbaru. Ia mengakui sosok pria dalam video tak senonoh itu adalah dirinya.
Ia tidak menyangka video tersebut viral di media sosial. Hal ini membuat dirinya menyesal atas tindakan yang di luar batas sebagai seorang kades.
Ia pun secara terbuka meminta maaf kepada publik. Ia tak membantah video tersebut membuat kegaduhan di ruang publik.
"Saya meminta maaf dengan kerendahan diri kepada publik atas beredarnya video yang mungkin meresahkan banyak pihak," kata oknum kades itu kepada awak media, Sabtu (14/3/2026).
Ia menyampaikan dengan setulus hati bahwa, dirinya akan memperbaiki kesalahannya. Dengan perasaan mendalamnya, tindakan itu dinilai sudah sangat fatal.
"Saya mengakui ini kesalahan pribadi dan saya akan introspeksi diri ke depannya," ucap dia.
Bakal Diperiksa Lebih Lanjut
AKP Ferry menjelaskan, tim penyidik tetap mengusut kasus tersebut. Walau oknum kades itu sudah memberikan pengakuan secara lisan, polisi harus tetap melakukan penyelidikan lebih dalam.
Load more