Manajer Denada Ungkap 3 Fakta Terbaru soal Ressa Rosano, Hoaks hingga Gugatan Belum Dicabut
- Instagram/@denadaindonesia
tvOnenews.com - Isu antara Denada dan Ressa Rosano kembali memanas. Di tengah simpang siur informasi yang beredar, manajer Denada akhirnya buka suara dan mengungkap fakta terbaru yang mengejutkan publik. Mulai dari ancaman tegas terhadap penyebar hoaks hingga status gugatan yang belum juga dicabut, situasi ini rupanya masih terus bergulir.
Manajer Denada, Risna Ories, menegaskan bahwa pihak keluarga tidak akan tinggal diam terhadap berbagai informasi yang tidak benar terkait Denada dan Ressa. Ia menyebut, langkah tegas akan diambil jika ada pihak yang menyebarkan kabar tanpa dasar yang jelas.
“Ya, kita pihak keluarga khususnya waktu itu kan sudah pernah memberikan statement-nya, mengeluarkan pernyataannya kan pihak keluarganya bahwa akan menindak tegas untuk orang-orang yang menyebarkan hoaks, apalagi tidak berdasarkan fakta dan data. Maka keluarga juga akan menindak tegas untuk itu,” ujarnya dalam tayangan Insertlive pada 9 April 2026.]
![]()
Risna Ories, Manajer Denada. (Sumber: YouTube Inserlive)
Meski demikian, ia juga menekankan bahwa persoalan ini merupakan ranah pribadi yang sensitif, sehingga tidak semua hal bisa diungkap ke publik.
“Tapi balik lagi saya bilang, perihal ini kan perihal keluarga, perihal yang sangat sensitif. Jadi kalau saya pribadi maupun orang yang bekerja sama Denada, tidak mau melampaui batas untuk masuk ke area-area yang memang sangat sensitif itu,” jelasnya.
Fakta kedua yang diungkap adalah terkait status gugatan yang hingga kini belum dicabut oleh pihak Ressa. Hal ini justru membuat situasi semakin membingungkan, bahkan bagi pihak internal Denada sendiri.
“Sampai detik ini sih yang aku terima ya aku belum ada komunikasi lagi sama Denada. Setahu aku ya memang gugatan itu belum dicabut. Dan Denada juga sudah menanyakan apakah sudah dicabut atau belum. Karena kan ini bergulir terus, sampai detik ini belum dicabut,” ungkapnya.
Ia pun mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan di balik belum dicabutnya gugatan tersebut.
“Nah, bagaimana kenapa aku enggak tahu ya, mungkin bisa tanyakan sama yang bersangkutan saja,” lanjutnya.
Terkait kemungkinan adanya kekecewaan dari pihak Denada, sang manajer juga tidak bisa memastikan kondisi emosional kliennya saat ini.
“Kalau kecewa ya aku enggak tahu dia kecewa apa enggak, tapi yang jelas mungkin lagi proses. Aku juga enggak tahu. Mungkin lagi ya gimana-gimana aku enggak paham sih. Coba ditanyakan saja nanti ke pihak yang bersangkutan,” ujarnya.
Fakta ketiga yang disampaikan adalah bahwa hingga saat ini komunikasi antara dirinya dan Denada tidak membahas soal gugatan, melainkan lebih fokus pada upaya perdamaian antara kedua belah pihak.
“Sampai detik ini obrolan aku sama Denada enggak ada pembahasan itu sih. Yang kami bahas adalah perihal perdamaian. Karena pertemuan-pertemuan itu, dua pertemuan antara Ressa dengan Denada, kemudian Ressa dengan omnya, tantenya, dan serta Denada itu kan memang yang menginisiasikan aku ya sama yang lain kakak-kakaknya Ressa juga,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari semua pihak saat ini adalah mencari jalan damai di tengah situasi yang sensitif.
“Kita fokusnya memang untuk kedamaian,” tutupnya.
Di sisi lain, perkembangan terbaru juga datang dari Ressa Rizky Rossano. Anak kandung Denada tersebut mengaku kini telah mengetahui identitas ayah biologisnya. Pengakuan ini muncul setelah dirinya bertemu langsung dengan Denada dalam upaya berdamai.
Meski sempat ramai diperbincangkan di media sosial, termasuk munculnya spekulasi yang menyeret nama sejumlah publik figur, Ressa dengan tegas membantah kabar tersebut. Ia memastikan bahwa ayah biologisnya bukan berasal dari kalangan selebritas.
Ressa juga memberikan petunjuk bahwa sosok pria tersebut berasal dari daerah Aceh, sekaligus menepis berbagai dugaan liar yang beredar di publik.
Dengan berbagai fakta terbaru ini, polemik antara Denada dan Ressa Rosano masih terus berjalan. Namun di tengah dinamika yang terjadi, upaya menuju perdamaian disebut tetap menjadi fokus utama kedua belah pihak.
(anf)
Load more