Diguyur Rp10 Juta oleh Dedi Mulyadi Imbas Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Nina Saleha akan Gunakan untuk Akikah
- Kolase tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel & tvOneNews
Bandung, tvOnenews.com - Nina Saleha (27), ibu bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung kembali muncul. Ia mengungkap kabar terbaru usai disorot Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Pasalnya, kasus bayi nyaris tertukar di RSHS Bandung viral di media sosial. Perhatian ini tidak hanya mengundang perhatian publik, tetapi juga mengguncang Dedi Mulyadi.
Nina Saleha tidak bisa menahan rasa harunya. Ia mengungkapkan rasa syukur mendapat bantuan dari Dedi Mulyadi.
Nina mengatakan bahwa, bantuan sebesar Rp10 juta dari KDM digunakan untuk hal bermanfaat. Setidaknya untuk melaksanakan ibadah akikah untuk bayinya yang hampir tertukar.
"Untuk Pak KDM, terima kasih banyak untuk bantuannya. Saya akan beli domba untuk akikah. Alhamdulillah, terima kasih semuanya," ungkap Nina dilansir tvOnenews.com dari akun TikTok pribadinya, Jumat (10/4/2026).
Dalam momen itu, Nina juga memberikan apresiasinya. Ia tidak menyangka bisa mendapat banyak dukungan dari warganet.
Bagi Nina, suara dari warganet sangat membantu dirinya demi menyuarakan kasus dialaminya. Hal ini membuat pihak RSUP Dr. Hasan Sadikin dan pemerintah bertindak.
Momen Dedi Mulyadi Beri Bantuan Rp10 Juta kepada Ibu Bayi Nyaris Tertukar
- tim tvOnenews.com
Sebelumnya, Dedi Mulyadi menghubungi Nina Saleha. Gubernur Jabar itu melakukan panggilan video call (VC) kepada ibu bayi tersebut pada Kamis, 9 April 2026.
Di momen itu, KDM menyampaikan rasa prihatinnya. Ia tentu ikut merasakan betul apa yang dialami oleh Nina.
Setelah itu, KDM memberikan bantuan langsung kepada Nina berupa uang Rp10 juta. Tujuannya untuk memenuhi keperluan bayi dari ibu asal Cimahi itu.
Bukan tanpa alasan, KDM merasa tersentuh dengan perjuangan Nina. Ibu muda itu rela bertaruh nyawa demi melahirkan putranya yang disebut kini berusia lebih satu minggu.
"Karena telah mengalami kesulitan waktu kelahiran, saya nanti nitip buat beli popok anak teteh, buat beli gizi dan pemulihan kesehatan teteh, ya. Saya nanti nitip ke teteh Rp10 juta ya," kata Dedi Mulyadi.
Nina kebetulan berada di kediamannya. Lokasinya terletak di wilayah Nanjung, Margaasih, Kabupaten Bandung.
Nina merasa terharu setelah mendengar ucapan dari KDM. Ia langsung meneteskan air mata ketika diguyur bantuan Rp10 juta oleh Gubernur Jabar.
Seusai KDM mengungkapkan hal itu, Nina langsung mengucapkan rasa terima kasihnya. Menurutnya, perhatian itu sangat berharga baginya maupun bayi yang baru dilahirkan olehnya.
Kronologi Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung
- Ilham Ariyansyah/tvOne
Sebelumnya, Nina mengunggah kisah pilu dialaminya melalui TikTok pribadinya pada 8 April 2026. Dalam video itu, ia menceritakan dirinya geram terhadap keteledoran seorang perawat RSHS Bandung.
Nina menjelaskan, kasus ini bermula saat bayinya dirawat di ruang NICU RSHS sekitar lebih dari lima hari. Bayinya dirawat akibat mengalami penyakit kuning.
Nina dan suami meninggalkan ruangan. Tujuannya untuk memproses kebutuhan administrasi.
Ia kembali ke ruang perawatan. Ironisnya, bayi yang baru dilahirkan justru tidak ada dan sudah digendong oleh perempuan lain.
"Saat saya kembali, saya lihat bayi saya sudah dibawa oleh orang lain. Padahal saya hafal betul selimut dan pakaiannya," ucap Nina.
Nina tak segan menghampiri perempuan tersebut. Ia mengingat betul wajah dan perlengkapan yang dikenakan oleh bayinya serupa dengan bayi digendong perempuan itu.
"Saya bilang, itu anak saya. Saya yang merawat, saya yang tahu bajunya. Tapi saat saya lihat, gelang namanya sudah tidak ada," terangnya dengan tegas.
Nina semakin panik. Ia memanggil perawat untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Ia bahkan sempat berteriak akibat tidak melihat bayinya dan khawatir dibawa pergi oleh orang lain.
Ia mengatakan, perawat yang bertugas sempat meminta maaf. Namun petugas RSHS Bandung itu berdalih alasan dirinya menyerahkan bayi kepada pihak lain lantaran tidak ada respons dari Nina.
Sontak, Nina berteriak di ruang publik. Ia meminta KDM menindaklanjuti kasus bayinya yang hampir tertukar di RSHS Bandung.
"Saya marah, tidak terima, mau dilaporkan juga silakan, saya viralkan sekalian. Nggak apa-apa biar Pak Dedi Mulyadi tahu itu RS bagaimana, pegawainya bagaimana, banyak yang teledor," tegasnya dengan nada emosi.
Teriakan Nina langsung menuai respons dari KDM. Hal ini membuat RSHS didesak untuk meminta maaf dan membuat klarifikasi.
Klarifikasi RSHS Bandung
RSHS Bandung pun memberikan klarifikasi atas peristiwa bayi hampir tertukar. RSUP Dr. Hasan Sadikin meminta maaf kepada Nina.
"Sehubungan dengan adanya pemberitaan di media sosial TikTok pada tanggal 8 April 2026 terkait dengan pelayanan kesehatan pada bayi dari Ibu Nina Saleha, maka segenap manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya," tulis manajemen RSUP dalam keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).
"Maaf atas ketidaknyamanan peristiwa yang dialami oleh anak Ibu Nina Saleha selama mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUP Dr. Hasan Sadikin," lanjutnya.
Manajemen rumah sakit mengatakan, RSHS Bandung selalu mengevaluasi layanan kesehatan. Hal ini guna menjaga sikap profesionalitas dalam melayani masyarakat.
"RSHS berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta melakukan perbaikan berkelanjutan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSHS," tukas RSUP Dr. Hasan Sadikin.
(hap)
Load more