Kakek Asal Sumedang Blak-blakan Kritik Dedi Mulyadi Langsung di Depan Gubernur Jabar: Saya Mau Berhadapan KDM
- Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi mendapat kritik dari seorang kakek tunanetra di Sumedang dengan pernyataan yang mengejutkan.
Kang Dedi Mulyadi (KDM) meminta kakek tersebut untuk mencela namanya, tetapi ia justru terkagum dengan jawabannya.
Selama bekerja sebagai pemimpin Jawa Barat, Dedi Mulyadi kerap menemui warganya dan menyelesaikan masalah di lapangan.
Kali ini, KDM bertemu dengan seorang kakek tunanetra di Sumedang yang tinggal sendirian di sebuah saung tengah sawah.
Kakek tersebut bernama Abah Sadri Suhaendi, seorang kakek tunanetra yang kondisi hidupnya serba kesusahan.
Kini KDM mencoba menguji kejujuran Abah Sadri dengan menjanjikan kakek diberikan uang bila ingin menjelek-jelekkan dirinya.
Dedi Mulyadi yang mengaku sebagai pengusaha menanyakan pengetahuan Abah Sadri mengenai sosok Gubernur Jabar.
“Kalau Gubernur Jawa Barat siapa?” tanya Dedi Mulyadi pada tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
“Pak Dedi Mulyadi,” jawab Bah Sadri.
“Sekarang kan dia Gubernurnya, abah sengsara, rumah pun tinggal di sawah, apakah Dedi Mulyadi sebagai Gubernur pernah tengok abah?” ungkap KDM.
“Belum menengok. Saya belum ada bantuan,” kata Sadri.
- Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
Meski Dedi Mulyadi menuntunnya untuk mengatakan Gubernur Jawa Barat tidak benar saat menjalankan tugasnya, namun Abah tidak ingin mengatakan demikian.
Menurutnya, ia ingin bertemu dengan Dedi Mulyadi ketika blusukan.
“Memang saya suka pantau dari TV. Belum benar nggak benarnya (belum bisa memastikan). Saya juga dalam pikiran saya mau berhadapan dengan Pak Dedi Mulyadi, blusukan.
“Dalam hati saya, mohonlah pak Dedi Mulyadi coba kapan-kapan Allah yang menentukan, saya ingin bertemu,”
Dirinya pernah mengetahui KDM saat Gubernur Jawa Barat itu memperjuangkan kasus Vina Cirebon di pengadilan.
“Saya tahu waktu Dedi Mulyadi menjadi saksi kerusuhan di Cirebon, nonton di TV,” ujarnya.
Saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Abah Sadri mengaku telah pilih Dedi Mulyadi.
Kemudian KDM menyimpulkan bahwa Gubernur Jawa Barat tidak peduli dengan Bah Sadri lantaran tidak pernah menengoknya.
Akan tetapi Abah tetap tidak ingin menyalahkan Dedi Mulyadi karena wilayah pemerintahannya yang sangat luas.
“Kan Abah nggak punya duit, mau nggak ngomong nih saya sebagai pengusaha beras, Abah saya kasih 1 juta, ngomong 'Dedi Mulyadi itu gxxxxk, nggak bener jadi gubernurnya',” tawar KDM.
- Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
Tak disangka, Abah Sadri tetap teguh menolak tawaran Dedi Mulyadi meski telah berkali-kali dibujuk oleh Gubernur Jawa Barat itu.
“Saya itu nggak bisa tegas gitu, dengan siapapun, malahan hati berhadapan dengan presiden mau, tapi bukannya jalurnya, sampai meloncat kepada kata-kata begitu,“ kata Bah Sadri sambil tersenyum.
Lebih jauh lagi, mantan Bupati Purwakarta ini sempat beberapa kali menaikkan nilai tawarannya agar sang kakek mau melontarkan kritik pedas atau mencelanya secara terbuka.
“Kan abah sudah jelas, gubernur tidak memperhatikan rakyatnya, rakyatnya susah sampai hidup di saung nih, makan dikasih orang, dia tidak pernah bantu, kan emang bener gxxxk itu gubernur,“ tegas KDM.
“Abah nyampein aja 'Dedi Mulyadi goblok' saya kasih 1 juta, kan abah jadi punya duit,“ jelasnya.
“1 juta nggak mau, 2 juta saya kasih sekarang. Abah cuma bilang 'Dedi Mulyadi tidak memperhatikan abah, gubernur gxxxxk',“ tawar Dedi Mulyadi lagi.
Tetapi, dengan ketulusan hati, Bah Sadri tetap bergeming dan tegas menolak ajakan tersebut. Baginya, menjaga lisan merupakan hal utama karena ucapan kasar menjadi sesuatu yang tidak sepatutnya diutarakan.
“Tidak bisa mengatakan begitu karena kenapa? Itu kata-kata Sunda kasar, tidak boleh caci maki dengan kenyataan itu,“ jawab Bah Sadri.
“Bah, di medsos banyak yang ngomongin Dedi Mulyadi goblok, banyak bah, tidak becus, tidak mampu, sudah setahun tidak ada hasilnya,“ ujar Dedi Mulyadi memperjelas.
“Mudah-mudahan kalau kedengaran sama saya enggak,“ pungkas kakek tunanetra itu.
(kmr)
Load more