News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kakek Asal Sumedang Blak-blakan Kritik Dedi Mulyadi Langsung di Depan Gubernur Jabar: Saya Mau Berhadapan KDM

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) mendapat kritik dari seorang kakek tunanetra di Sumedang dengan pernyataan yang mengejutkan.
Senin, 27 April 2026 - 22:27 WIB
Abah Sadri, seorang kakek tunanetra ditemu Dedi Mulyadi di Sumedang
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi mendapat kritik dari seorang kakek tunanetra di Sumedang dengan pernyataan yang mengejutkan.

Kang Dedi Mulyadi (KDM) meminta kakek tersebut untuk mencela namanya, tetapi ia justru terkagum dengan jawabannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama bekerja sebagai pemimpin Jawa Barat, Dedi Mulyadi kerap menemui warganya dan menyelesaikan masalah di lapangan.

Kali ini, KDM bertemu dengan seorang kakek tunanetra di Sumedang yang tinggal sendirian di sebuah saung tengah sawah.

Kakek tersebut bernama Abah Sadri Suhaendi, seorang kakek tunanetra yang kondisi hidupnya serba kesusahan.

Kini KDM mencoba menguji kejujuran Abah Sadri dengan menjanjikan kakek diberikan uang bila ingin menjelek-jelekkan dirinya.

Dedi Mulyadi yang mengaku sebagai pengusaha menanyakan pengetahuan Abah Sadri mengenai sosok Gubernur Jabar.

“Kalau Gubernur Jawa Barat siapa?” tanya Dedi Mulyadi pada tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

“Pak Dedi Mulyadi,” jawab Bah Sadri.

“Sekarang kan dia Gubernurnya, abah sengsara, rumah pun tinggal di sawah, apakah Dedi Mulyadi sebagai Gubernur pernah tengok abah?” ungkap KDM.

“Belum menengok. Saya belum ada bantuan,” kata Sadri.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat temui kakek tunanetra di Sumedang
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat temui kakek tunanetra di Sumedang
Sumber :
  • Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

Meski Dedi Mulyadi menuntunnya untuk mengatakan Gubernur Jawa Barat tidak benar saat menjalankan tugasnya, namun Abah tidak ingin mengatakan demikian.

Menurutnya, ia ingin bertemu dengan Dedi Mulyadi ketika blusukan.

“Memang saya suka pantau dari TV. Belum benar nggak benarnya (belum bisa memastikan). Saya juga dalam pikiran saya mau berhadapan dengan Pak Dedi Mulyadi, blusukan. 

“Dalam hati saya, mohonlah pak Dedi Mulyadi coba kapan-kapan Allah yang menentukan, saya ingin bertemu,” 
Dirinya pernah mengetahui KDM saat Gubernur Jawa Barat itu memperjuangkan kasus Vina Cirebon di pengadilan.

“Saya tahu waktu Dedi Mulyadi menjadi saksi kerusuhan di Cirebon, nonton di TV,” ujarnya.

Saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Abah Sadri mengaku telah pilih Dedi Mulyadi. 

Kemudian KDM menyimpulkan bahwa Gubernur Jawa Barat tidak peduli dengan Bah Sadri lantaran tidak pernah menengoknya.

Akan tetapi Abah tetap tidak ingin menyalahkan Dedi Mulyadi karena wilayah pemerintahannya yang sangat luas.

“Kan Abah nggak punya duit, mau nggak ngomong nih saya sebagai pengusaha beras, Abah saya kasih 1 juta, ngomong 'Dedi Mulyadi itu gxxxxk, nggak bener jadi gubernurnya',” tawar KDM.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat temui kakek tunanetra di Sumedang
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat temui kakek tunanetra di Sumedang
Sumber :
  • Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel

Tak disangka, Abah Sadri tetap teguh menolak tawaran Dedi Mulyadi meski telah berkali-kali dibujuk oleh Gubernur Jawa Barat itu.

“Saya itu nggak bisa tegas gitu, dengan siapapun, malahan hati berhadapan dengan presiden mau, tapi bukannya jalurnya, sampai meloncat kepada kata-kata begitu,“ kata Bah Sadri sambil tersenyum.

Lebih jauh lagi, mantan Bupati Purwakarta ini sempat beberapa kali menaikkan nilai tawarannya agar sang kakek mau melontarkan kritik pedas atau mencelanya secara terbuka.

“Kan abah sudah jelas, gubernur tidak memperhatikan rakyatnya, rakyatnya susah sampai hidup di saung nih, makan dikasih orang, dia tidak pernah bantu, kan emang bener gxxxk itu gubernur,“ tegas KDM.

“Abah nyampein aja 'Dedi Mulyadi goblok' saya kasih 1 juta, kan abah jadi punya duit,“ jelasnya.

“1 juta nggak mau, 2 juta saya kasih sekarang. Abah cuma bilang 'Dedi Mulyadi tidak memperhatikan abah, gubernur gxxxxk',“ tawar Dedi Mulyadi lagi.

Tetapi, dengan ketulusan hati, Bah Sadri tetap bergeming dan tegas menolak ajakan tersebut. Baginya, menjaga lisan merupakan hal utama karena ucapan kasar menjadi sesuatu yang tidak sepatutnya diutarakan.

“Tidak bisa mengatakan begitu karena kenapa? Itu kata-kata Sunda kasar, tidak boleh caci maki dengan kenyataan itu,“ jawab Bah Sadri.

“Bah, di medsos banyak yang ngomongin Dedi Mulyadi goblok, banyak bah, tidak becus, tidak mampu, sudah setahun tidak ada hasilnya,“ ujar Dedi Mulyadi memperjelas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mudah-mudahan kalau kedengaran sama saya enggak,“ pungkas kakek tunanetra itu.

(kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Insiden Tabrakan Maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Jadi Trending di Seluruh Media Sosial 

Insiden Tabrakan Maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Jadi Trending di Seluruh Media Sosial 

Telah terjadi kecelakaan maut kereta api yang melibatkan rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek, pada Senin malam (27/4/2026)
Update Korban Kereta Tabrak KRL Bekasi: 74 Orang Luka dan 4 Meninggal Dunia, Petugas Berpacu Selamatkan Penumpang Terjepit

Update Korban Kereta Tabrak KRL Bekasi: 74 Orang Luka dan 4 Meninggal Dunia, Petugas Berpacu Selamatkan Penumpang Terjepit

Data jumlah korban kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur dilaporkan terus bertambah hingga Selasa (28/4) dini hari. 
Pengakuan Seorang Ayah yang Titipkan Anak di Daycare Little Aresha: Nangis, Tapi Sampai Sekolah Jadi Diam

Pengakuan Seorang Ayah yang Titipkan Anak di Daycare Little Aresha: Nangis, Tapi Sampai Sekolah Jadi Diam

​​​​​​​Pengakuan ayah soal Daycare Little Aresha di Yogyakarta. Anak disebut sering menangis saat dititipkan, namun mendadak diam saat di sekolah. (28/4/2026)
Jelang Duel Panas, Luis Enrique Kirim Peringatan ke Bayern: Tak Ada Tim Lebih Baik dari PSG!

Jelang Duel Panas, Luis Enrique Kirim Peringatan ke Bayern: Tak Ada Tim Lebih Baik dari PSG!

Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, melontarkan pernyataan tegas jelang duel panas kontra Bayern Munich di semifinal Liga Champions UEFA.
Kado Ulang Tahun Terindah untuk Calvin Verdonk Dirayakan Lille

Kado Ulang Tahun Terindah untuk Calvin Verdonk Dirayakan Lille

Kemenangan dramatis diraih LOSC Lille saat bertandang ke markas Paris FC pada pekan ke-31 Ligue 1 2025/2026. Bagi bek Timnas Indonesia Calvin Verdonk hasil pert
Sufmi Dasco Ungkap Kendala Evakuasi di Stasiun Bekasi Timur: Tiga Tewas dan Ada Penumpang Terjepit

Sufmi Dasco Ungkap Kendala Evakuasi di Stasiun Bekasi Timur: Tiga Tewas dan Ada Penumpang Terjepit

​​​​​​​Sufmi Dasco ungkap kendala evakuasi kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi. Tiga korban tewas, penumpang terjepit, proses evakuasi masih berlangsung.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Ngaku Syok dan Panik, Korban Ceritakan Detik-detik KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi

Ngaku Syok dan Panik, Korban Ceritakan Detik-detik KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi

Korban ungkap detik-detik KA Argo Bromo tabrak KRL di Bekasi. Ngaku syok dan panik, gerbong hancur, puluhan korban luka kini dirawat di RSUD Kota Bekasi.
Update Korban Kereta Tabrak KRL Bekasi: 74 Orang Luka dan 4 Meninggal Dunia, Petugas Berpacu Selamatkan Penumpang Terjepit

Update Korban Kereta Tabrak KRL Bekasi: 74 Orang Luka dan 4 Meninggal Dunia, Petugas Berpacu Selamatkan Penumpang Terjepit

Data jumlah korban kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur dilaporkan terus bertambah hingga Selasa (28/4) dini hari. 
Pengakuan Seorang Ayah yang Titipkan Anak di Daycare Little Aresha: Nangis, Tapi Sampai Sekolah Jadi Diam

Pengakuan Seorang Ayah yang Titipkan Anak di Daycare Little Aresha: Nangis, Tapi Sampai Sekolah Jadi Diam

​​​​​​​Pengakuan ayah soal Daycare Little Aresha di Yogyakarta. Anak disebut sering menangis saat dititipkan, namun mendadak diam saat di sekolah. (28/4/2026)
Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi: Petugas Belah Gerbong KRL untuk Evakuasi Korban Terjepit

Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi: Petugas Belah Gerbong KRL untuk Evakuasi Korban Terjepit

Tim Basarnas melakukan operasi penyelamatan intensif di Stasiun Bekasi Timur pasca-tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL pada Senin (27/4). 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Usai Kecelakaan Maut Kereta Tabrak KRL, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Pola Operasi untuk Kereta Jadwal Terakhir

Usai Kecelakaan Maut Kereta Tabrak KRL, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Pola Operasi untuk Kereta Jadwal Terakhir

Insiden tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin malam (27/4/2026) melibatkan rangkaian KRL ditabrak kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT